MANAGED BY:
SENIN
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 19 Oktober 2020 17:13
Suatu Hari di Masa Pandemi
ilustrasi Amrullah

PROKAL.CO,

Jumat pagi di sebuah rumah, langit biru. Cerah. Angin sepoi-sepoi. Rasanya alam semua ramah menyapa dengan daun hijau segar berseri di Bumi Khatulistiwa. Daun dan bunga melambai. Menjanjikan. Padahal, biasanya hampir tiap hari hujan. Langit seperti murung dan sepi menggigit suasana. Itulah kehidupan. Silih berganti. Ada hujan dan ada sinar matahari, keduanya dibutuhkan makhluk hidup. Tapi keduanya tidak mungkin ada pada saat sama. Bergiliran.

Lelaki paruh baya itu menggeliat sebentar di tempat tidurnya. Buku-buku berserakan di sekitarnya. Seperti juga kebiasaannya, membaca sebelum tidur. Kali ini novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Jakarta Sebelum Pagi dan Semua Ikan di Langit. Juga buku Rintik Sedu, Geez & Ann.

Dia penasaran pada kedua penulis milenial itu. Usia masih di bawah 30 tahun sudah berkarya banyak buku. Ziggy malah sudah menerbitkan 27 buku dan ada dua yang menang lomba novel Dewan Kesenian Jakarta yang bergengsi itu. Pada lelaki itu dua kali mengirim karyanya belum mendapat apresiasi.

Tetapi berkali-kali dia membaca, masih belum mengerti model novel-novel itu. Mungkin beda generasi sehingga perlu waktu untuk mengerti karena berbeda sudut pandang. Dia harus membaca buku dari kaum milenial karena dia akan menyelenggarakan webinar Bulan Bahasa dengan tema dunia literasi. Dia akan mengundang penulis milenial karena karyawan di perusahaannya 60 persen kaum milenial. Supaya sama selera dan sudut pandangnya. Anak ragilnya yang sekolah SMA juga senang Rintik Sedu.

Ada buku lain berserak yang sudah dibacanya. Buku Revolusi di Nusa Damai dari Ketut Tantri. Buku lawas itu terbitan perdana 1965, hanya beberapa bulan setelah lelaki itu lahir di dunia. Buku itu sudah dibaca beberapa kali. Dia senang pada perjuangan nekat membela kemerdekaan Indonesia dari Ketut Tantri, perempuan Amerika yang menetap di Bali, dan suka membayangkan rumah kebun milik anak raja Bangli di bawah hutan sekitar Puri Besakih bila membaca deskripsinya.

Rumah kayu di tengah kebun kopi, perlu berjalan kaki lama dari jalan raya, ada beranda dan pemanas di kamar tengah, ada lukisan dan hiasan suvenir dari berbagai negara. Atau rumah penginapannya di pinggir Pantai Kuta dengan model arsitektur Bali kuno dipadu taman, kolam renang, kafe, galeri dengan beberapa lukisan Ketut Tantri.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 07:40

Curah Hujan Tinggi Ancam Pengadaan Beras

<div> <div> <strong>PENAJAM </strong>- Curah hujan tinggi yang diperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers