MANAGED BY:
SENIN
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 19 Oktober 2020 15:50
Alotnya Repatriasi Barang-Barang Bersejarah Indonesia di Belanda
Akankah Berlian Banjarmasin Kembali ke Indonesia?
SENJATA DARI JAWA: Berbagai senjata dari Perang Jawa 1825-1830 di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda. Sealin milik Pangeran Diponegoro, juga ada senjata Kiai Mojo dan Sentot Alibasah. (ADRIAN PERKASA FOR JAWA POS)

Dr Sri Margana, anggota Committee for Colonial Objects Repatriation, mengatakan bahwa pengembalian barang-barang Indonesia yang sudah masuk di berbagai museum Belanda sangatlah susah. ’’Meski barang-barang yang disodorkan itu bukan barang yang dipajang untuk koleksi,’’ kata Margana yang terlibat dalam pemulangan keris Kiai Nogo Siluman milik Diponegoro.

Dosen Ilmu Sejarah FIB Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, itu menambahkan, kedua pihak, Indonesia dan Belanda, sama-sama memiliki tim. Jadi, negosiasi barang mana yang dikembalikan ke Indonesia atau tetap di Belanda pasti alot. ’’Bukan pemerintahnya yang ngotot mempertahankan, melainkan kurator museum itu,’’ ucap Margana.

Direktur Pelindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda mengakui, jumlah benda budaya Indonesia cukup banyak di luar negeri. Sayang, belum diketahui secara pasti berapa total keseluruhan dan tersebar di negara mana saja.

Diperkirakan, paling banyak berada di Belanda. ’’Ini karena sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia yang terhitung lama,’’ katanya kepada Jawa Pos. Salah satunya yang tengah ramai menjadi perbincangan adalah berlian Banjarmasin.

Sejarawan Bonnie Triyana memperkirakan berlian yang konon bernilai miliaran rupiah itu baru bisa dipulangkan dalam satu–dua tahun. ’’Berlian Banjarmasin itu hasil ekspedisi militer Belanda saat menyerang keraton Kesultanan Banjarmasin,’’ katanya kepada Jawa Pos.

Bonnie menjelaskan, penelitian atas suatu barang bersejarah yang akan dikembalikan harus detail. Tujuannya, memastikan bahwa barang itu benarbenar diambil secara paksa atau dijarah/dicuri. ’’Kalau itu benda pemberian atau hadiah, masak kita tarik lagi,’’ ujarnya. Jos van Beurden, peneliti independen yang memfokuskan diri pada perkara restitusi sejak 1990-an, memuji rilis komite bentukan pemerintah Belanda tadi.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Januari 2021 12:39

Kaltim Perlu 507 Nakes Lagi, Paling Banyak Petugas ICU, Mesti Berusia di Bawah 50 Tahun

SAMARINDA–Masih tingginya kasus harian positif terinfeksi Covid-19 membuat kebutuhan tenaga…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:37

KPU Sahkan Lima Kepala Daerah Terpilih, Saatnya Membuktikan Janji Kampanye

SAMARINDA–Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan pemenang Pilkada Serentak…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:36
Pam Swakarsa Program Prioritas Komjen Listyo Disorot Tajam

Pam Swakarsa Berpotensi Hidupkan Ormas Mirip FPI

JAKARTA–Pam swakarsa, program prioritas Komjen Listyo Sigit Prabowo mendapatkan sorotan……

Sabtu, 23 Januari 2021 11:59

BEJAT..!! Cekoki Obat Penenang dan Perangsang, Ayah Tiri Ini Cabuli Anaknya Sampai 4 Kali

SAMARINDA - Seorang residivis penganiayaan, inisial AS (37) mencabuli anak…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:55

Iklim Kerja Kaltim Turun, Pengangguran Naik

PERINGATAN: Jumlah pengangguran di Kaltim tahun lalu menunjukkan kenaikan sebesar…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:52

Berhasil Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Bank Dunia Beri Apresiasi Kaltim

BALIKPAPAN–Bank Dunia bakal memberikan kompensasi kepada Pemprov Kaltim sebesar USD…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:09

Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia Masuk Tahap Finalisasi

Rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten…

Sabtu, 23 Januari 2021 11:07

GAWAT INI..!! Kasus Meninggal Covid-19 di Kaltim Capai 921, Penularan Semakin Tinggi

SAMARINDA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim merilis…

Jumat, 22 Januari 2021 12:55

Masih Terima Bonus Demografi, Penduduk Kaltim Didominasi Generasi Z dan Milenial

SAMARINDA – Tahun ini, Kaltim masih menerima bonus demografi. Ditandai…

Jumat, 22 Januari 2021 12:43

Polisi Hentikan Kasus Pelanggaran Prokes Raffi, Ini Alasan Polisi

JAKARTA– Kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang menyeret presenter…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers