MANAGED BY:
KAMIS
26 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 19 Oktober 2020 12:16
Webinar Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman
Kotak Kosong dan Keniscayaan di Pesta Demokrasi
DISKUSI NASIONAL: Lewat Zoom, diskusi webinar yang digagas Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul membahas pemilihan kepala daerah. RESTU/KP

PROKAL.CO,

Fenomena peningkatan kotak kosong manjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam kontekstasi pemilihan kepala daerah (pilkada). Menjadi inisiasi webinar yang mengusung tema Pilkada dan Kotak Kosong: Sebuah Keniscayaan Pemilihan di Era Covid-19.

 

SAMARINDA – Untuk medukung diskursus tersebut, beberapa narasumber yang memiliki kapsitas dan kompetensi sangat dibutuhkan dalam mengurai fenomena yang diangkat dalam kegiatan webinar.

Hasyim Asy’ari selaku komisioner KPU RI, Mochammad Afifuddin dari Bawaslu RI, Jauchar Berlin selaku akedemisi Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul, Andi Luhur Prianto sebagai akademisi Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar, Abdul Hamid selaku kepala Lab Ilmu pemerintahan FISIP Untirta Banten, dan moderator Iman Surya sekaligus ketua prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul. Kegiatan berlangsung dengan atmosfer peserta yang sangat  tinggi, menembus angka 400 peserta, baik yang tergabung dalam aplikasi Zoom maupun di YouTube.

Afifuddin menuturkan, beberapa poin penting penyebab lahirnya fenomena kotak kosong secara sporadis. Pertama, sikap pragmatis masyarakat dan kaderisasi parpol serta mahar politik yg semakin tinggi, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kemunculan kotak kosong. Kedua, ada budaya yang menstruktur dalam proses pemilu melibatkan paragmatisme pemilih dan peserta pemilu, kemudian menimbulkan krisis kualitas para pemimpin yang lahir dari proses pemilu, yang kemudian berkontribusi negatif secara berkelanjutan pada pemilu yang terjadi. Bahkan yang akan mendatang. “Itu kemudian salah satu penyumbang meningkatnya fenomena kotak kosong yang meski secara regulatif sah, tapi akan bertentangan dengan substansi demokrasi,” ungkapnya.

Ketiga,  ada aktor yang bermain dalam struktur formal dan informal, kemudian melahirkan politik kompromi yang sebenarnya tidak terdeksi publik, dan hal itu menyebabkan ketidakseimbangan antara kepentingan publik dan para penguasa. Sering kali mengorbankan kepentingan publik, serta mendominasi kebijan yang tidak pro-masyarakat.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 November 2020 13:05

Jaang Terkonfirmasi Covid-19, yang Kontak Segera Melapor

WALI Kota Samarinda Syaharie Jaang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil…

Rabu, 25 November 2020 13:54

Disdik Samarinda Target 4 Januari Sekolah Tatap Muka Bisa Dilaksanakan

Persiapan gelaran sekolah tatap muka yang direncanakan awal 2021 terus…

Rabu, 25 November 2020 13:53

PAS SD Mundur Dua Hari, Migrasi Data dan Tambah Kapasitas Bandwidth

SAMARINDA–Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda menunda jadwal penilaian akhir semester (PAS)…

Rabu, 25 November 2020 13:52

Dorong Swasta Bentuk Angkutan Pelajar

SAMARINDA–Kecelakaan kerap melibatkan anak di bawah umur, yang notabene belum…

Rabu, 25 November 2020 13:50

BEJAT..!! Pria Ini "Genjot" Anak Tiri sampai Hamil

SAMARINDA–Senyum ceria Lili, bukan nama sebenarnya, telah sirna. Remaja 14…

Rabu, 25 November 2020 12:43

Tantangan Ketika Guru Mesti Mengajar di Tengah Pandemi

SAMARINDA - Hampir setahun ini, kerja guru berbeda dengan sebelumnya.…

Rabu, 25 November 2020 10:10

Pemprov-DPRD Sama-sama Keras, Padahal Pembahasan APBD 2021 Tinggal Sepekan

SAMARINDA - Batas waktu pengesahan APBD 2021 tinggal sepekan lagi.…

Selasa, 24 November 2020 11:40

Satgas Enggan Buru-Buru, Dewan Berharap Ada Simulasi Tatap Muka di Sekolah Pinggiran

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Samarinda Syaharie Jaang tak…

Selasa, 24 November 2020 11:40

Setelah "Mantap-Mantap", Wandi Pukul Kepala WTS Pakai Palu dan Hartanya Dirampas

SAMARINDA–Wandi (38) yang semula niat untuk melampiaskan hawa nafsunya sepulang…

Selasa, 24 November 2020 11:38

Wasbang Segel Bangunan Setengah Jadi

SAMARINDA–Diduga melanggar aturan lantaran tidak memiliki dokumen izin mendirikan bangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers