MANAGED BY:
KAMIS
29 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 16 Oktober 2020 18:04
Setelah Kebakaran Perkampungan Atas Air Bontang Kuala, Berharap Pemadam Kebakaran Darurat
Kebakaran di Bontang Kuala.

PROKAL.CO,

BONTANG - Bayang-bayang kebakaran cukup menghantui warga yang bermukim di kampung atas laut Bontang Kuala. Kawasan tersebut padat penduduk. Permukiman yang dibangun di atas laut dibuat dari material didominasi kayu. Jadi catatan juga karena armada kebakaran tidak bisa mengakses permukiman tersebut.

Robi Chandra Prima (28), warga RT 01, Bontang Kuala, berharap beberapa titik di kampung atas laut BK dilengkapi dengan fasilitas alat pemadam darurat. Di antaranya, hidrant, apar, dan alkon. Jadi, ketika musibah itu terjadi, warga bisa langsung bergerak sembari menunggu tim Dinas Penyelamatan dan Kebakaran (Disdamkartan) tiba ke lokasi.

"Tapi terlebih dahulu warga diberi tahu penggunaan alat-alatnya. Juga wajib tahu di mana saja alat disimpan. Jadi kami tidak bingung," dia menyarankan.

Sementara, Lurah Bontang Kuala Rony Apriansyah menjelaskan, sejatinya sejak musibah 2015 lalu perlahan alat pemadam darurat disiapkan. Ada di beberapa titik, kendati sebarannya tak merata. Di Bontang Kuala ada 20 RT. Sembilan RT di antaranya berada di darat. Sisanya, 11 RT ada di atas laut. Inilah yang rawan musibah kebakaran.

 Usai kebakaran pada Selasa (13/10) lalu, Kelurahan Bontang Kuala dan pemkot kembali menggulirkan rencana lama soal pemenuhan alat pemadam darurat. Apar dan alkon bakal diratakan sebarannya. Kalau memungkinkan di tiap 11 RT. Pun menambah alat tambahan lain, yakni floating pump atau alat pemadam di permukiman atas air.

 "Harapannya sudah disampaikan. Banyak rencana dari pemangku kebijakan kota. Kalau produta tidak bisa menutupi, dewan siap bantu (melalui pokok pikiran/pokir)," bebernya. Dikatakan Rony, sejatinya dalam kebakaran Selasa lalu, warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan apar. Namun, lantaran api kadung membesar, apar tidak membantu banyak. Ini jadi catatan pihak kelurahan, kalau alat pemadam darurat memang harus ditingkatkan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 29 Oktober 2020 13:08

Honorer K2 yang Lulus Seleksi P3K, Sudah Setahun Tak Kunjung Dilantik

TANA PASER - Pegawai honorer kategori dua (K2) yang dinyatakan…

Kamis, 29 Oktober 2020 13:06

Dikerjakan Swakelola, Proyek Disdikbud Disoal

TANA PASER – Proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Kamis, 29 Oktober 2020 11:50

Hotelnya Batal Dipakai sebagai RS Satelit, Ini Kata Pemiliknya

PEMILIK Hotel Grand Mutiara, Roy, mengaku tidak kaget mendengar batalnya…

Kamis, 29 Oktober 2020 11:48

RSUD Taman Husada Kekurangan APD

MANAJEMEN RSUD Taman Husada mengaku kekurangan pasokan alat pelindung diri…

Kamis, 29 Oktober 2020 11:44

Rencana RS Satelit Dibatalkan, Pemkot Tetap Berlakukan Isolasi Mandiri

Setelah menggantung, Pemkot Bontang memastikan tidak akan menjadikan Hotel Grand…

Kamis, 29 Oktober 2020 09:15

Cegah Penyebaran Covid 19, Koramil Muara Bengkal Patroli di Keramaian

SANGATTA - Angka Covid 19 yang terus meningkat menjadi perhatian…

Rabu, 28 Oktober 2020 15:51

Bawaslu Bontang Hentikan Penyelidikan Dua Laporan

BONTANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang secara resmi menghentikan…

Rabu, 28 Oktober 2020 15:49

RSUD Tambah Ruang Isolasi, Alih Fungsi Ruang Cempaka untuk Pasien Suspect

Tersisa tiga tempat tidur, RSUD Taman Husada memutuskan menambah ruang…

Rabu, 28 Oktober 2020 15:48

Wacana RS Satelit Menggantung, Tidak Jadi...?

Hotel Grand Mutiara sebagai rumah sakit satelit RSUD Taman Husada…

Rabu, 28 Oktober 2020 12:20

Dua Tahun Belum Terbayar, Askab PSSI Utang Rp 91 Juta Peninggalan Pra-Porprov

Utang yang ditanggung Askab PSSI Paser, diduga karena kurang terbangunnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers