MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 16 Oktober 2020 14:11
Diduga Selewengkan Dana BOS Mantan Kepala SMK PG Ditahan
Pelaku saat dimasukan ke mobil tahanan.

PROKAL.CO,

PENAJAM–Tersangka kasus dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMK Pelita Gamma akhirnya ditahan. Penahanan pria berinisial I itu dilakukan karena telah memenuhi syarat objektif maupun subjektif. Demikian diungkapkan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri PPU Guntur Eka Pramana, Kamis (15/10).

Dikatakan, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri. "Juga dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Ditambah, selama ini tersangka ada di luar wilayah hukum kami. Yakni di Madiun, Jawa Timur," kata Guntur.

Pria ramah itu menerangkan, dengan ditahan juga bakal mempercepat proses hukum. "Kami sudah lakukan pemanggilan kedua, dia hadir di sini (kejaksaan) hari ini (kemarin). Jadi langsung dilakukan penahanan. Karena cukup bukti dan syarat penahanan," bebernya.

Untuk diketahui, tersangka berinisial I itu merupakan kepala SMK Pelita Gamma PPU pada periode 2015. Pada tahun tersebut, sekolah swasta itu mendapat bantuan operasional sekolah dari provinsi. "Yang mengajukan bantuan tersebut adalah kepala sekolah sebelumnya. Karena ini yayasan, jadi pemilik yayasan mengganti kepala sekolah yang merupakan anaknya pada 10 April 2015," jelasnya.

Setelah ditunjuk, I mengganti bendahara lama. Kemudian pada 18 April, berdasarkan pengajuan kepala sekolah sebelumnya, SMK Pelita Gamma mendapat bantuan termin pertama sebesar Rp 250 juta. "Kemudian ditarik secara keseluruhan bersama bendahara baru tersebut. Lalu uang itu dimasukkan ke rekening pribadi tersangka, begitu juga termin kedua, ketiga, dan empat, dengan total Rp 1,1 miliar lebih," bebernya.

Ditegaskan, metode pencarian seperti itu tidak sesuai dari petunjuk teknis penggunaan dana BOS. Maka kejaksaan melakukan pemeriksaan, ada 14 saksi yang dipanggil. "Ketemu kerugian negara, dugaan sementara Rp 900 juta. Tim pun melaksanakan ekspos, dan menetapkan tersangka pada 6 Oktober 2020. Karena pertanggungjawabannya tidak sesuai," pungkasnya. (asp/ind/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 05 Desember 2020 10:46

Gubernur Minta Kutai Barat Optimalkan Potensi Pertanian

Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus dituntut membangun daerahnya di semua…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:44

Anak Rekan Kerja Dicabuli, Karyawan Sawit Ditangkap

TENGGARONG - Seorang pemuda berinisial Ok (24) ditangkap anggota Polsek…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:10

Pasien Positif Covid-19 di RS Pratama Meninggal

SENDAWAR - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kubar,…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:09

Logistik Pilkada Mulai Distribusikan

TENGGARONG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) telah…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:07

Pelayanan Puskesmas Long Iram Dialihkan

SENDAWAR - Pelayanan kesehatan di Puskemas Kecamatan Long Iram, Kutai…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:07

Waspada Pohon Tumbang di Poros Samarinda-Balikpapan Sekitaran Bukit Soeharto

Memasuki musim hujan, jalan poros Samarinda-Balikpapan, tepatnya di kawasan Tahura,…

Sabtu, 05 Desember 2020 10:06

Petugas KPPS Rapid Test Massal

TENGGARONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar sedang melakukan rapid…

Sabtu, 05 Desember 2020 09:25

Ayah Jadi Motivasi dan Keyakinan Nakhodai Kutim

SANGATTA - Sosok Awang Faroek Ishak yang berhasil membangun Kutai…

Sabtu, 05 Desember 2020 08:55

Infrastruktur Pertanian Wajib Dikembangkan Melalui Gerdabang Agri

SANGATTA - Urat nadi Kutai Timur (Kutim) bukan hanya di…

Jumat, 04 Desember 2020 22:29

Paslon 02 Haramkan Money Politic

SANGATTA - Politik uang atau dikenal dengan money politic merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers