MANAGED BY:
JUMAT
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 16 Oktober 2020 14:11
Diduga Selewengkan Dana BOS Mantan Kepala SMK PG Ditahan
Pelaku saat dimasukan ke mobil tahanan.

PROKAL.CO,

PENAJAM–Tersangka kasus dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMK Pelita Gamma akhirnya ditahan. Penahanan pria berinisial I itu dilakukan karena telah memenuhi syarat objektif maupun subjektif. Demikian diungkapkan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri PPU Guntur Eka Pramana, Kamis (15/10).

Dikatakan, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri. "Juga dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Ditambah, selama ini tersangka ada di luar wilayah hukum kami. Yakni di Madiun, Jawa Timur," kata Guntur.

Pria ramah itu menerangkan, dengan ditahan juga bakal mempercepat proses hukum. "Kami sudah lakukan pemanggilan kedua, dia hadir di sini (kejaksaan) hari ini (kemarin). Jadi langsung dilakukan penahanan. Karena cukup bukti dan syarat penahanan," bebernya.

Untuk diketahui, tersangka berinisial I itu merupakan kepala SMK Pelita Gamma PPU pada periode 2015. Pada tahun tersebut, sekolah swasta itu mendapat bantuan operasional sekolah dari provinsi. "Yang mengajukan bantuan tersebut adalah kepala sekolah sebelumnya. Karena ini yayasan, jadi pemilik yayasan mengganti kepala sekolah yang merupakan anaknya pada 10 April 2015," jelasnya.

Setelah ditunjuk, I mengganti bendahara lama. Kemudian pada 18 April, berdasarkan pengajuan kepala sekolah sebelumnya, SMK Pelita Gamma mendapat bantuan termin pertama sebesar Rp 250 juta. "Kemudian ditarik secara keseluruhan bersama bendahara baru tersebut. Lalu uang itu dimasukkan ke rekening pribadi tersangka, begitu juga termin kedua, ketiga, dan empat, dengan total Rp 1,1 miliar lebih," bebernya.

Ditegaskan, metode pencarian seperti itu tidak sesuai dari petunjuk teknis penggunaan dana BOS. Maka kejaksaan melakukan pemeriksaan, ada 14 saksi yang dipanggil. "Ketemu kerugian negara, dugaan sementara Rp 900 juta. Tim pun melaksanakan ekspos, dan menetapkan tersangka pada 6 Oktober 2020. Karena pertanggungjawabannya tidak sesuai," pungkasnya. (asp/ind/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Oktober 2020 17:21

INGAT WOY..!! Mobil Dinas Bukan untuk Dikuasai

Masih banyak aset tanah milik pemerintah yang belum bersertifikat. Begitu…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:19

Pasien Positif Melonjak, Ruang Isolasi Rumah Sakit Sesak

TANA PASER – Jumlah pasien positif Covid-19 yang harus dirawat…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:17

Daerah Kurang Peduli Anggaran BLK

TANA PASER – Paket pelatihan yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:40

Kasus Jamri Lessa Segera ke Meja Hijau

SENDAWAR–Berkas perkara tersangka pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Jamri…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:39

La Nina Tidak Memengaruhi Stok Ikan

TANJUNG REDEB–Terjadinya fenomena la nina atau cuaca buruk yang terjadi…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:38

APBD Kutim Masih Andalkan Transferan Pusat

Lela Ratu Simi/KP SANGATTA–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:28

AYO SEMANGAT..!! Karena Patuh 3M, Tren Sembuh Meningkat, Berau Zona Kuning

Angka pasien Covid-19 di Berau semakin meningkat. Meski masih ada…

Kamis, 22 Oktober 2020 12:24

Pelantikan AJKT, Tangkal Hoaks di Tengah Pandemi dan Pilkada

SANGATTA - Menerapkan protokol kesehatan seperti sudah menjadi kewajiban seluruh…

Kamis, 22 Oktober 2020 10:23

Waktu Pendaftaran Diperpanjang, Alhamdulillah..!! KPU Kukar Jaring 11.845 KPPS

Tahapan Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergulir. Kini Komisi Pemilihan…

Rabu, 21 Oktober 2020 16:24

243 Calhaj Paser Siap Berangkat

TANA PASER – Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers