MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 16 Oktober 2020 10:51
IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 1,5 Persen
ilustrasi

PROKAL.CO,

DANA Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 1,5 persen pada 2020, dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Oktober 2020. Proyeksi itu direvisi turun dari ramalan IMF sebelumnya, yakni minus 0,3 persen dalam World Economic Outlook (WEO) Juni 2020. IMF mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, kecuali Tiongkok terus memburuk.

Kondisi itu dipengaruhi sejumlah faktor, meliputi penyebaran pandemi Covid-19 yang terus berlanjut, sektor kesehatan yang kewalahan menangani perkembangan kasus, serta sektor penting yang terdampak parah seperti pariwisata, termasuk ketergantungan lebih besar pada keuangan eksternal, termasuk remittance.

"Semua negara berkembang diprediksi mengalami kontraksi tahun ini, termasuk negara dengan ekonomi besar yang sedang berkembang di Asia, seperti India dan Indonesia, yang masih mencoba mengendalikan pandemi," tulis IMF dalam laporan tersebut dikutip Rabu (14/10).

Namun, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berbalik arah menguat menjadi 6,1 persen pada 2021. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali ke level 5,1 persen pada 2025. Dibandingkan dengan negara lima besar di Asia Tenggara, proyeksi ekonomi Indonesia berada di level moderat.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia minus 6 persen pada 2020, kemudian membaik 7,8 persen pada 2021. Lalu, Thailand minus 7,1 persen pada 2020, kemudian membaik 4 persen pada 2021. Sementara itu, ekonomi Filipina jatuh paling dalam, yakni minus 8,3 persen pada 2020. Kemudian, membaik 7,4 persen pada 2021.

Namun, IMF memprediksi Vietnam mampu tumbuh positif tahun ini sebesar 1,6 persen dan tahun depan 6,7 persen. "Proyeksi IMF konsisten dengan pemberian bertahap stimulus fiskal Indonesia di 2020, termasuk mengembalikan defisit fiskal ke bawah 3 persen dari PDB pada 2023," tulisnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 16:40

Maskapai-Maskapai Berusaha Bertahan di Tengah Pandemi, Ekspansi Layanan hingga Jualan Gorengan

Pandemi membuat banyak negara menutup perbatasan internasional. Pemilik maskapai penerbangan…

Senin, 26 Oktober 2020 16:18

Padukan Kopi dan Bubur Ayam, Tempat Nongkrong Semi-Outdoor

Bisnis kafe atau kedai kopi tengah menjamur beberapa tahun belakangan.…

Senin, 26 Oktober 2020 12:46

Kerajinan Anting dan Tindik Menggeliat

GIANYAR,  – Perajin tindik dan anting di Desa Tampaksiring, Kecamatan…

Minggu, 25 Oktober 2020 10:34

CASH..! Pemuda Ini Beli Motor Yamaha Aerox S Pakai Duit Rp 2.000-an, Nabungnya Lebih Setahun

BALIKPAPAN – Demi memiliki sepeda motor, Wildan pelajar kelas XII…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:34

Siasat Pertamina di Tengah Pandemi, Tak Ada PHK, Stop Distribusi Bukan Solusi

Ada yang tumbang seketika, ada pula yang bertahan dengan berdarah-darah.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:31

Optimisme Pasar Otomotif Tumbuh

/// ADA QR ANGGI PRADITHA/KP PERMINTAAN TERJAGA: Astra Motor Kaltim…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:31

B30 Pangkas Impor Solar Rp 45 T, Petani Sejahtera

KOMITMEN Pertamina dalam membantu pemerintah mengurangi defisit neraca perdagangan begitu…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:30

Diberi Stimulus Rp 215 Miliar, Tiket Pesawat Bisa Lebih Murah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan stimulus untuk industri penerbangan senilai Rp…

Jumat, 23 Oktober 2020 23:42

Bangkitkan UMKM, Pertamina Guyur Dana Rp12 Miliar

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Berbagi di saat memiliki banyak uang merupakan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:14

Kuasa Pengguna Anggaran Dituntut Efektif Gunakan Anggaran

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat virus corona, satuan kerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers