MANAGED BY:
SABTU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Selasa, 13 Oktober 2020 13:05
Pengakuan Mahasiswa yang Stress, Sempat Ingin Akhiri Hidup, Jalani Pengobatan 15 Bulan
ilustrasi

PROKAL.CO,

TAHUN pertama dan kedua kuliah, dirasakan Abe–bukan nama sebenarnya–cukup berat. Dia tak menyangka bahwa kuliah kedokteran akan seberat itu. Sebab, sebelumnya dia sempat merasakan bagaimana menjadi mahasiswa akuntansi di salah satu universitas di Jawa.

“Aku sudah jadi mahasiswa akuntansi. Nah setahun kemudian aku daftar lagi di kedokteran dan keterima. Atas permintaan Bapak-Ibu juga,” ujarnya. Belum lagi, itu adalah kali pertama Abe hidup sendiri di luar pulau sebagai mahasiswa perantau.

Merasa kesulitan, dia mencoba untuk terus beradaptasi. Menghadapi tekanan mata kuliah, belum lagi bagaimana ekspektasi mahasiswa kedokteran yang dikenal sebagai “anak pintar”.

Hingga saat dia pulang kampung ke Jawa, diceritakan jika orangtuanya dapat melihat jelas raut mukanya yang stres. Disarankan untuk konsultasi ke psikolog. Namun, dia mengakui jika tak bisa bercerita banyak.

“Sebab, aku memosisikan psikolog itu sebagai orang asing. Ada yang aku kututupi. Ya walau setidaknya ada perasaan sedikit lega,” ujarnya. Kembali ke Bumi Etam melanjutkan kuliah. Proses adaptasi berhasil. Dia merasa, kuliah kedokteran ternyata tak begitu menyeramkan. Ditambah dukungan sesama teman sekelas.

Memasuki tahun keempat. Kesulitan kembali datang. Beberapa modul tak bisa dia selesaikan. Abe mencoba untuk memperbaiki dengan mengambil pada semester selanjutnya, sembari perlahan menyusun skripsi.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 10:36

RS IA Moeis Menuju Excellent Service

<div style="text-align: justify;"> <strong>LANGKAH</strong> cepat untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers