MANAGED BY:
SENIN
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 12 Oktober 2020 11:37
Siasat Koalisi setelah Ditinggal Jagoan yang Wafat karena Covid-19, Menunjuk Istri, Menekan Friksi
-

Adapun menyajikan figur lain untuk mengisi slot yang ditinggalkan, bisa saja terjadi. Jika di awal penjaringan figur yang bergulir di partai koalisi menghadirkan kandidat lain yang seimbang. Namun, sejak kontestasi bergulir di tingkat penjaringan, figur lain yang kuat hanya muncul di sisi seberang atau lawan politik si calon. Karena itu, sambung Luthfi, menjadi cara tercepat dan paling sederhana dalam batas waktu pergantian yang ditentukan KPU. “Ada banyak hal lain juga yang menjadi dasar, seperti pendanaan yang sudah disusun hingga nilai jual,” sambungnya.

Merotasi dengan figur yang tak sekaliber di tengah waktu yang mepet jelas rawan gesekan. Baik di level koalisi atau pendukung. Lalu, bagaimana jika perwakilan simbol itu menimbulkan anggapan dari para pendukung mereka belum mampu menyaingi kapasitas dan kapabilitas figur yang mangkat? Menurut dia, menunjuk keluarga menggantikan calon yang meninggal memang memiliki potensi itu.

 Tapi, target dasar pilkada tentu soal memenangi kontestasi demokrasi lima tahunan. Kehadiran pengganti yang mengisi kekosongan itu bisa mereduksi perpecahan. “Analoginya seperti ini, sebuah motor bisa berjalan sejauh 100 meter dengan bahan bakar A. Di tengah jalan bermasalah, adanya bahan bakar B. Mau tak mau tetap dipakai kan. Walaupun ada dua kemungkinan, berhasil sampai atau terhenti di tengah jalan,” singkatnya.

Majunya Sri Juniarsih dan Najirah, membuat daftar perempuan yang berlaga pada Pilkada Serentak 2020 di Kaltim turut bertambah. Kini, total srikandi yang ambil bagian jadi lima orang. Sebelumnya, ada sosok Neni Moerniaeni (calon wali kota Pilkada Bontang/incumbent), Seri Marawiah (calon bupati Pilkada Berau), dan Syarifah Masitah Assegaf (calon wakil bupati Pilkada Paser). Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati mengungkapkan, ada sejumlah tantangan yang membuat jumlah perempuan tampil dalam Pilkada Serentak 2020 angkanya masih kecil. Salah satunya, masih menguatnya budaya patriarki di masyarakat.

 

“Ada hambatan sosial dan budaya gitu, budaya patriarki yang mungkin masih ada anggapan bahwa pemimpin itu bukan perempuan tapi laki-laki,” kata Khoirunnisa dalam diskusi virtual bertajuk ”Perempuan & Pilkada” beberapa waktu lalu. Perempuan yang akrab disapa Ninis ini menyebutkan, tantangan lainnya dari sisi regulasi pencalonan itu sendiri. Ada syarat minimal dukungan harus mendapatkan kursi 20 persen DPRD atau 25 persen suara dari pemilu sebelumnya. Menurut dia, perempuan ketika dihadapkan dalam situasi ini tentu akan menyulitkan.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 20 Juni 2021 19:42

Soal Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Rudy : Untuk Kepentingan Pileg dan Pilpres

Keluarnya surat DPP Golkar tentang pergantian Ketua DPRD Kaltim meramaikan…

Sabtu, 19 Juni 2021 14:08
SPANYOL VS POLANDIA

Tepikan Morata, Pasang Moreno

SEVILLA– Ada 17 tembakan yang dilepaskan pada matchday pertama kontra…

Sabtu, 19 Juni 2021 14:03

Jong-un Siap Buka Dialog dengan Biden

PYONGYANG– Korea Utara (Korut) membuka peluang untuk kembali berhubungan dengan…

Sabtu, 19 Juni 2021 13:48

Aturan Jarak Terdekat Rugikan Siswa, Percuma Nilai Tinggi kalau Rumah Jauh dari Sekolah

Jika tidak diterima, siswa yang sudah mendaftar satu kali melalui…

Sabtu, 19 Juni 2021 13:47

Gubernur Kecele Sikap Menkominfo, Atasi Blank Spot, Pemda Siap Pangkas Birokrasi Investasi

BALIKPAPAN–Harapan agar pusat ikut membiayai 138 desa/kelurahan yang kesulitan akses…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:49

Beredar Surat DPP Golkar, Hasanuddin Masud Gantikan Makmur HAPK Sebagai Ketua DPRD Kaltim

SAMARINDA - Sebuah surat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:25

2 Tersangka Penembak Laskar FPI Kok Tidak Ditahan..? Ini Penjelasan Polri

Mabes Polri tidak mengenakan penahanan kepada 2 anggotanya berinsial FR…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:23
Dokter Minta Segera Tarik Rem Darurat

Covid-19 Kasus Terus Naik, Akhir Juni Diprediksi Membeludak

JAKARTA-Selama beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia terus naik.…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:21

Aturan Jarak Terdekat Merugikan Siswa, Percuma Nilai Tinggi kalau Rumah Jauh dari Sekolah

Jika tidak diterima, siswa yang sudah mendaftar satu kali melalui…

Sabtu, 19 Juni 2021 12:13
Portugal vs Jerman

Stop Tiki Taka Portuguesa

MUENCHEN – Persaingan di grup F Euro 2020 memang dahsyat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers