MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 01 Oktober 2020 10:01
Dosen Bilang Sidang Daring Lebih Efektif
NYAMAN ONLINE: Sejauh ini, Esti Handayani Hardi merasa nyaman dengan sistem bimbingan dan sidang skripsi online. Pengajar dari FPIK itu merasa bisa mengatur waktu dan mengeksplorasi banyak hal dengan sistem online. (IST)

SEMESTER ini, Esti Handayani Hardi memegang 12 mahasiswa bimbingan. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul itu memaksimalkan teknologi dalam proses bimbingan skripsi. Begitu pula saat sidang baik proposal, seminar hasil hingga ujian atau pendadaran, dia mengaku lebih fokus dan efektif.

“Jadi saya punya grand riset yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristekbrin). Saya cerita ke mahasiswa dan yang mau gabung silakan,” ungkapnya.

Dari situ, terkumpul 12 mahasiswa yang tertarik dalam penelitian Esti. Tema riset secara garis besar disampaikan. Di antaranya yakni riset mengenai pengelolaan atau pemanfaatan tanaman lokal untuk pakan dan obat ikan.

“Saya bagikan outline proposal yang didanai itu. Jadi penelitian mereka terkait itu,” ungkapnya. Setiap Minggu ada jadwal video conference bersama seluruh mahasiswa bimbingan. Dilakukan evaluasi dan progres setiap penelitian.

Dari segi waktu pun lebih efektif. Jadwal yang tersusun mengenai jadwal bimbingan disepakati bersama. Disebutkan Esti jika mahasiswa juga lebih hemat dari segi tenaga pun materi. Tidak perlu ke kampus dan membawa hard copy.

“Ini sudah pertemuan kelima dengan anak-anak bimbingan melalui video conference. Dalam Minggu ini sudah ada empat orang yang maju seminar proposal,” sebutnya saat diwawancara, Kamis (24/9).

Dia mengatakan bila di Laboratorium Mikrobiologi Perairan sudah memiliki road map. “Kami bangun road map-nya apa saja. Jadi penelitian mahasiswa itu ada hasilnya gitu loh. Ada yang uji pasar, uji ke ikan nila, mas, lele. Ada yang uji kadaluwarsa, ada yang misal dicampur pakan, ada yang disuntik, ada yang direndam. Jadi benar-benar output-nya produk,” jelas Esti.

Dengan model bimbingan seperti itu diakuinya lebih baik. Sehingga hasil penelitian benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan. Apalagi yang berbentuk produk. Perlu diketahui jika Esti memang bergelut di bidang penelitian terkait pakan dan obat ikan. Berbagai penelitiannya diakui skala nasional hingga internasional.

Proses pembimbingan skripsi pun terarah. Saat sidang online, disebutkan jika pihak kampusnya mempersilakan mahasiswa untuk memanfaatkan jaringan kampus jika terkendala. Begitu pula untuk penelitian yang menggunakan fasilitas laboratorium kampus.

Sudah ada jadwal terjadwal misal bergiliran mahasiswa yang melakukan pengamatan setiap harinya. “Kalau menurut saya (sistem online) memudahkan. Mahasiswa tidak perlu print berkas, mereka juga saya tanya lebih senang begini. Senang mereka karena hemat, misal sekali konsumsi bisa habis Rp 200 ribu, itu lumayan banget buat mahasiswa,” paparnya.

Ada pula beberapa dosen yang memberlakukan sistem sidang seperti biasa, tatap muka. Kampus memfasilitasi itu. Namun dengan catatan protokol kesehatan jelas, seperti penggunaan ruangan yang lebih besar dibanding ruang sidang umumnya.

“Saya lebih efektif online, jadi enggak bercanda dengan dosen lainnya kan. Ujiannya juga tidak terlalu tegang, karena kalau sidang biasa ada yang mahasiswa sampai nangis,” ujarnya lalu terkekeh.

Menurutnya selalu ada sisi negatif. Namun Esti berusaha untuk memaksimalkan sistem yang ada. Dengan manajemen waktu bimbingan yang jelas, dia yakin mahasiswa bimbingannya merasa nyaman meski terbatas hanya bisa lewat media. “Untuk sistem yudisium di fakultas kami juga daring, tapi ada perwakilan terbaik program studi (prodi) yang offline ke kampus,” tutup dia. (rdm/ndu)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 14:03

Diikuti 1.642 Pelamar, Ada yang Tertunda karena Isoman

SAMARINDA–Selesai sudah rangkaian pelaksanaan uji seleksi kompetensi dasar (SKD) yang…

Jumat, 24 September 2021 14:01

Taman Baru Tutup Sementara, Pasang Pagar Seng, Hindari Lonjakan Covid-19 dan Atur Ulang Parkir

Terkait aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi,…

Jumat, 24 September 2021 13:56

Learning Loss Jadi Perhatian Guru

PELAKSANAAN pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan, mengemukakan bahwa learning loss…

Jumat, 24 September 2021 13:36

Vaksinasi Massal yang Tak Berhenti kala Pandemi

Semangat lawan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak main-main. Demi herd…

Kamis, 23 September 2021 20:09

Pengakuan Ayah Janin Korban Aborsi, Kenal NA dari WeChat dan Berhubungan Badan 6 Kali di Indekos

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ulu turut mengamankan ayah dari…

Kamis, 23 September 2021 15:06

Samarinda PPKM Level 2, Aktivitas Kian Longgar, Bioskop Sudah Boleh Beroperasi

SAMARINDA–Memasuki status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, berdasarkan…

Kamis, 23 September 2021 15:05

Setelah PTM, Terpaksa “Mundur”, Budaya Sekolah hingga Materi Perlu Penyesuaian Kembali

Pekerjaan rumah para guru dan tenaga kependidikan (GTK) ada di…

Kamis, 23 September 2021 15:04

BPKAD Beri Peringatan, Jika Menyerobot Tanah Pemkot Akan Dipolisikan

SAMARINDA–Tanah Pemkot Samarinda yang terletak di Jalan Padat Karya, Gang…

Kamis, 23 September 2021 15:02

Learning Loss Bikin Khawatir, Berharap Bisa Dikejar Guru dan Tenaga Kependidikan

Sebanyak 54 sekolah mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM)…

Kamis, 23 September 2021 15:00

JANGAN COBA-COBA..!! Taman Tepian Mahakam Terlarang bagi PKL dan Parkir Liar

SAMARINDA–Aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers