MANAGED BY:
KAMIS
29 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 01 Oktober 2020 09:46
Mengenang Peristiwa Djengkol Kediri, 1961
Sisa pemukiman saat peristiwa Djengkol.

PROKAL.CO,

Banyak petani yang terprovokasi PKI. Terhasut untuk merebut tanah milik perkebunan negara. Aksi demo pun meningkat. Memunculkan peristiwa Djengkol,beberapa tahun sebelum meletupnya peristiwa G30S PKI.

 

Peristiwa Djengkol terjadi pada 15 November 1961. Sejumlah sumber mencatat bahwa peristiwa itu merupakan aksi sepihak PKI. Partai komunis yang kini sudah terlarang di tanah air ini mengerahkan anggota-anggotanya untuk melakukan berbagai aksi demo. Menolak aksi pemindahan lahan yang telah lama mereka gunakan. Termasuk tanah milik Perkebunan Djengkol, yang saat itu merupakan salah satu penghasil tebu terbesar untuk Pabrik Gula Ngadirejo.

“Dari mana-mana kumpul di Djengkol. Orang jauh, dari Malang, Blitar. Di sini demo besar-besaran,” kenang Sumilan, seorang saksi mata peristiwa tersebut. Sumilan pada saat itu berusia 21 tahun. Ia tergabung dalam Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), organisasi sayap dari PNI yang, bersama Ansor, membantu tentara dalam menghadang kekuatan komunis.

Sumilan ingat betul peristiwa yang begitu mencekam di tahun-tahun tersebut. Ia menceritakan bahwa di perkebunan Djengkol sangat banyak buruh tani yang mayoritas berafiliasi dengan Barisan Tani Indonesia (BTI). Mereka berasal dari Dusun Simbar dan Djengkol, dua dusun yang berada di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten. Rata-rata terhasut oleh provokasi PKI yang ingin merebut tanah perkebunan.

Dalam aksi demo tersebut, selain BTI, juga dipelopori kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan PKI. Seperti Pemuda Rakyat dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani). Saat peristiwa 1961 ini, setelah kemenangan BTI dan Gerwani dalam mengusai tanah perkebunan, kemudian mereka menempatinya. Membuat rumah-rumah semi-permanen di lahan perkebunan yang ditanami tebu. Rumahnya dari papan kayu, juga bambu. “BTI besar kepala. Terus membuat rumah-rumah di perkebunan,” ceritanya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 29 Oktober 2020 19:16

Hari ini Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 275 OrangĀ 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perkembangan data terbaru hari Kamis per tanggal…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:51

Ciptakan Inkubator Pengusaha Muda

92 tahun lalu, dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:50

Autodidak Belajar Fotografi, Layani Klien hingga Luar Negeri

SEJAK 2007, Agi Putra Aspian memang menyukai dunia fotografi. Semua…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:48

Ratusan Ribu Pemuda Kaltim Belum Nikmati UMP

BALIKPAPAN–Belum semua pemuda di Kaltim mengantongi pendapatan setara upah minimum…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:46

Berkas Perkara Rampung, KPK Periksa 69 Orang, Ismunandar Cs Segera Diadili

Selama proses penyidikan, KPK meminta keterangan puluhan PNS Kutim hingga…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:45

Pasang Baru, PLN Beri Diskon Pengusaha

BALIKPAPAN-Berbagai kebijakan dilakukan pemerintah di sektor kelistrikan. Terutama untuk meringankan…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:29

Keputusan Menaker, Tak Ada Kenaikan Upah Tahun Depan

JAKARTA– Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa ini sepertinya paling cocok…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:16

Tanda Pemulihan Ekonomi Mulai Tampak

JAKARTA- Meski dihadapkan pada tekanan seiring dampak pandemi Covid-19, namun…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:04
Pemerintah Italia Terapkan Aturan Baru Penanggulangan Covid-19

Pemerintah Terapkan Aturan Restoran dan Bar Tutup Pukul 18.00, Warga Italia Meradang dan Bikin Rusuh

MILAN- Situasi di Italia memanas. Aturan baru penanggulangan Covid-19 yang…

Selasa, 27 Oktober 2020 17:00

Tersambung Penuh Bulan Depan, 129 Hektare Lahan Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang Belum Klir

BALIKPAPAN–Jembatan Pulau Balang sisi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers