MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 01 Oktober 2020 09:41
Tidak Semua Bank Mudah Bertransformasi

PROKAL.CO,

JAKARTA - Industri perbankan dituntut untuk mengubah pola bisnis maupun layanan untuk go digital atau open banking. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, transformasi tersebut harus diusung oleh para pemimpin bank. Meski demikian, realisasinya memang tidak mudah lantaran setiap bank memiliki kendala masing-masing. 

"Open banking tidak bisa bottom-up, harus top-down. Itu betul-betul membutuhkan visi, misi, dan strategic business plan yang jelas," kata Perry dalam webinar, (29/9). 

Menurut dia, perintah pimpinan sangat perlu lantaran perubahan sistem yang dilakukan cukup masif. Membangun teknologi digital secara internal untuk menjalin interkasi berkelanjutan dengan sumber infromasi di luar (internet of things). Selain itu, melalui open banking akan menciptakan transparansi dan memudahkan koneksi antara bank dengan nasabah. Juga, interlink dengan platform digital finansial (fintech), e-commerce, dan lokapasar. 

Perry menjelaskan, ada empat aspek penting dalam melakukan transformasi open banking. Yakni, membangun infrastruktur teknologi perbankan yang terintegrasi, metadata, pengembangan model bisnis, dan perubahan pola pikir sumber daya manusia perbankan. Dia menyebut sejumlah perbankan nasional sudah mampu menerapkan aspek-aspek tersebut. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyebut, upaya digitalisasi open banking perbankan adalah harus. Minimal digitalisasi internal. Jika tidak, bukan tidak mungkin bank secara perlahan ditinggalkan oleh masyarakat. Meski demikian, tidak dimungkiri belum tentu semua bank mampu melakukan efisiensi secara signifikan. 

Dia menyatakan, efisiensi bisnis menjadi digital akan menemui banyak sekali gangguan. Baik dari internal, sistem telekomunikasi, atau nasabah yang belum terbiasa dan paham. "Dulu kami merasakan sekali. Kami coba transformasi, hasilnya beberapa pekerjaan hilang. Yang kerja mengatur rekening antar cabang dulu bisa 200 orang, sekarang udah otomatis," urai Jahja. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 17:01

Inspiratif! Ini Karya Pemenang Yamaha Digital Custom Generasi 125

Jakarta – Yamaha Digital Custom Generasi 125 merupakan kompetisi modifikasi…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:39

Ekspor Tekstil Jajaki Pasar Turki

JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor tekstil…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:38

Pengusaha Nilai UMP Tetap Kebijakan Tepat

JAKARTA - Pengusaha menilai keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk tidak menaikkan…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:36

Industri Syariah Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

JAKARTA - Pandemi SARS-CoV-2 memang telah mengubah perilaku masyarakat. Meski…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:50

Perkuat Ekspor Kawasan Timur, Direct Call Kaltim Kirim 783 Kontainer Per Bulan

BALIKPAPAN- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV terus memperkuat ekspor Kawasan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:48

Di Kaltim, Penyaluran Pinjaman Online Terus Meroket

SAMARINDA- Financial technology (fintech) sudah menjadi alternatif masyarakat yang ingin…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:46

Perbaikan Ekonomi Berlanjut Sampai Tahun Depan

SAMARINDA- Pada pengujung tahun ini, perekonomian Kaltim diprediksi semakin baik…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:45

Tarik Investasi, Pemda Jadi Ujung Tombak

DAERAH dinilai sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan investasi di…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:44

Giring Investasi Masuk KEK

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kaltim mendorong investasi yang masuk…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:14

Perhotelan Mulai Pulih

JAKARTA - Perlahan tapi pasti, industri perhotelan mulai bangkit. Peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers