MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 30 September 2020 11:09
Lanjutkan Efisiensi, Bidik Rencana Likuidasi 14 BUMN
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga

PROKAL.CO,

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan langkah restrukturisasi dan perampingan perusahaan plat merah. Saat ini, Kementerian tengah memetakan performa dan kondisi BUMN. Pemerintah menjajaki rencana pengembangan aset, konsolidasi atau merger, hingga likuidasi, untuk mewujudkan BUMN yang lebih efisien.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memaparkan bahwa dari total 108 BUMN saat ini, sebanyak 41 perusahaan akan dipertahankan dan dikembangkan, sebanyak 34 BUMN akan dikonsolidasikan atau dimerger, sebanyak 19 BUMN akan dikelola atau dimasukkan ke PPA, kemudian 14 perusahaan sisanya bakal dilikuidasi. ”Ini akan membuat BUMN ramping,” ujar Arya dalam sebuah diskusi virtual, (29/9).

Arya menambahkan bahwa saat ini Kementerian BUMN tidak mempunyai hak untuk langsung melikuidasi perusahaan plat merah. Nantinya akan terdapat aturan pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2005 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Badan Usaha Milik Negara. ”Ini kami mau perluasan, supaya bisa melikuidasi, me-merger perusahaan yang kita anggap sudah deadweight,” tambah Arya.

Arya tak memberikan sinyal perusahaan BUMN apa saja yang bakal masuk list untuk dilikuidasi. Dirinya hanya menjelaskan bahwa BUMN yang menjadi sasaran adalah perusahaan yang asetnya sudah tidak bisa dikembangkan, produk serta penjualan merosot, menjadi beban bagi negara, dan sebagainya. ”Seperti Merpati misalnya, sampai sekarang masih hidup tapi kita nggak bisa apa-apain. Ini (pembahasan likuidasi, red) dalam progres semoga bisa terjadi secepatnya,” ujarnya.

Dengan perampingan dan transformasi yang diupayakan, Arya menyebut bahwa Kementerian BUMN menargetkan laba bersih perusahaan-perusahaan BUMN meningkat 50 persen. ”Nantinya tinggal akan 30an perusahaan, jadi bagaimana menggabungkan dengan merestrukturisasi, melakukan perubahan perampingan di BUMN,” tegasnya.

Disinggung mengenai superholding, Arya menyebut bahwa rencana tersebut harus didukung dengan merevisi paling tidak dua undang-undang (UU). Karena itu, pihaknya terlebih dahulu akan melihat kebutuhan dari pembentukan superholding tersebut. Arya menegaskan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir akan fokus untuk memperkuat holding BUMN yang dibangun saat ini. ”Tujuannya adalah untuk supply chain agar semakin kuat. Ketika sudah kuat nanti kita lihat apakah butuh superholding,” pungkasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 17:01

Inspiratif! Ini Karya Pemenang Yamaha Digital Custom Generasi 125

Jakarta – Yamaha Digital Custom Generasi 125 merupakan kompetisi modifikasi…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:39

Ekspor Tekstil Jajaki Pasar Turki

JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor tekstil…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:38

Pengusaha Nilai UMP Tetap Kebijakan Tepat

JAKARTA - Pengusaha menilai keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk tidak menaikkan…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:36

Industri Syariah Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

JAKARTA - Pandemi SARS-CoV-2 memang telah mengubah perilaku masyarakat. Meski…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:50

Perkuat Ekspor Kawasan Timur, Direct Call Kaltim Kirim 783 Kontainer Per Bulan

BALIKPAPAN- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV terus memperkuat ekspor Kawasan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:48

Di Kaltim, Penyaluran Pinjaman Online Terus Meroket

SAMARINDA- Financial technology (fintech) sudah menjadi alternatif masyarakat yang ingin…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:46

Perbaikan Ekonomi Berlanjut Sampai Tahun Depan

SAMARINDA- Pada pengujung tahun ini, perekonomian Kaltim diprediksi semakin baik…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:45

Tarik Investasi, Pemda Jadi Ujung Tombak

DAERAH dinilai sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan investasi di…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:44

Giring Investasi Masuk KEK

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kaltim mendorong investasi yang masuk…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:14

Perhotelan Mulai Pulih

JAKARTA - Perlahan tapi pasti, industri perhotelan mulai bangkit. Peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers