MANAGED BY:
SABTU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 30 September 2020 11:06
Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja perdagangan ekspor-impor Kaltim mengalami pelemahan meski masih surplus. Neraca perdagangan (migas dan non-migas) Kaltim pada triwulan II 2020 hanya surplus sebesar USD 2,69 miliar. Sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang surplus USD 3,07 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, nilai ekspor Kaltim pada triwulan II 2020 tercatat terkontraksi sebesar 27,53 persen (yoy) menjadi USD 2,96 miliar. Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan penurunan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 8,05 persen (yoy) atau USD 3,81 miliar.

“Kinerja ekspor pada triwulan II 2020 masih mengalami kontraksi. Ini disebabkan oleh tren penurunan harga batu bara di pasar internasional yang didorong oleh penurunan permintaan dari negara mitra utama,” jelasnya Selasa (29/9).

Sementara itu, total impor Kaltim tercatat mengalami kontraksi sebesar 48,60 persen (yoy) menjadi USD 0,27 miliar. Kegiatan impor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,32 persen (yoy) atau USD 0,73 miliar.

Meskipun ekspor-impor mengalami penurunan di tengah pandemi, neraca perdagangan Kaltim tetap surplus. Surplus neraca perdagangan luar negeri migas Kaltim bersumber dari penurunan impor migas, setelah pada triwulan sebelumnya tercatat tumbuh positif. Ekspor migas Kaltim tercatat sebesar USD 0,27 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan USD 0,45 miliar pada periode sebelumnya.

Ekspor gas Kaltim sebagai komponen utama ekspor migas, mengalami penurunan dari USD 0,33 miliar menjadi USD 0,26 miliar, sehingga secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 27,2 persen (yoy). “Sementara itu, neraca perdagangan luar negeri non-migas Kaltim pada triwulan II 2020 tercatat masih mengalami surplus, walau kinerja ekspor non-migas Kaltim masih mengalami kontraksi,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers