MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 30 September 2020 11:06
Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja perdagangan ekspor-impor Kaltim mengalami pelemahan meski masih surplus. Neraca perdagangan (migas dan non-migas) Kaltim pada triwulan II 2020 hanya surplus sebesar USD 2,69 miliar. Sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang surplus USD 3,07 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, nilai ekspor Kaltim pada triwulan II 2020 tercatat terkontraksi sebesar 27,53 persen (yoy) menjadi USD 2,96 miliar. Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan penurunan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 8,05 persen (yoy) atau USD 3,81 miliar.

“Kinerja ekspor pada triwulan II 2020 masih mengalami kontraksi. Ini disebabkan oleh tren penurunan harga batu bara di pasar internasional yang didorong oleh penurunan permintaan dari negara mitra utama,” jelasnya Selasa (29/9).

Sementara itu, total impor Kaltim tercatat mengalami kontraksi sebesar 48,60 persen (yoy) menjadi USD 0,27 miliar. Kegiatan impor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,32 persen (yoy) atau USD 0,73 miliar.

Meskipun ekspor-impor mengalami penurunan di tengah pandemi, neraca perdagangan Kaltim tetap surplus. Surplus neraca perdagangan luar negeri migas Kaltim bersumber dari penurunan impor migas, setelah pada triwulan sebelumnya tercatat tumbuh positif. Ekspor migas Kaltim tercatat sebesar USD 0,27 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan USD 0,45 miliar pada periode sebelumnya.

Ekspor gas Kaltim sebagai komponen utama ekspor migas, mengalami penurunan dari USD 0,33 miliar menjadi USD 0,26 miliar, sehingga secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 27,2 persen (yoy). “Sementara itu, neraca perdagangan luar negeri non-migas Kaltim pada triwulan II 2020 tercatat masih mengalami surplus, walau kinerja ekspor non-migas Kaltim masih mengalami kontraksi,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 17:01

Inspiratif! Ini Karya Pemenang Yamaha Digital Custom Generasi 125

Jakarta – Yamaha Digital Custom Generasi 125 merupakan kompetisi modifikasi…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:39

Ekspor Tekstil Jajaki Pasar Turki

JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor tekstil…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:38

Pengusaha Nilai UMP Tetap Kebijakan Tepat

JAKARTA - Pengusaha menilai keputusan Kementerian Ketenagakerjaan untuk tidak menaikkan…

Jumat, 30 Oktober 2020 11:36

Industri Syariah Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

JAKARTA - Pandemi SARS-CoV-2 memang telah mengubah perilaku masyarakat. Meski…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:50

Perkuat Ekspor Kawasan Timur, Direct Call Kaltim Kirim 783 Kontainer Per Bulan

BALIKPAPAN- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV terus memperkuat ekspor Kawasan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:48

Di Kaltim, Penyaluran Pinjaman Online Terus Meroket

SAMARINDA- Financial technology (fintech) sudah menjadi alternatif masyarakat yang ingin…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:46

Perbaikan Ekonomi Berlanjut Sampai Tahun Depan

SAMARINDA- Pada pengujung tahun ini, perekonomian Kaltim diprediksi semakin baik…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:45

Tarik Investasi, Pemda Jadi Ujung Tombak

DAERAH dinilai sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan investasi di…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:44

Giring Investasi Masuk KEK

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kaltim mendorong investasi yang masuk…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:14

Perhotelan Mulai Pulih

JAKARTA - Perlahan tapi pasti, industri perhotelan mulai bangkit. Peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers