MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 30 September 2020 10:43
Profesor asal Australia Sebut Pemerintah Indonesia Represif ke Kaum Islamis, Wamenag Menangkis
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menangkis penilaian Profesor Australian National University (ANU) Greg Fealy. Sebelumnya lewat tulisan di East Asia Forum (27/9) Greg menuding bahwa pemerintahan Joko Widodo melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap Islamis di Indonesia dalam kurun empat tahun terakhir.

Zainut menilai pendapat atau pandangan Greg Fealy bahwa pemerintah Indonesia tidak ramah terhadap keberagaman dan represif terhadap kaum Islamis itu keliru. Apalagi yang mendasari penilaian Fealy adalah larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang bagi aparatur sipil negara (ASN). Serta adanya beberapa kelompok Islamis yang disingkirkan dari posisi strategis atau ditolak promosi jabatan.

’’Penggunaan istilah Islamisme oleh Greg Fealy keliru atau kurang tepat,’’ kata Zainut (29/9). Apalagi dengan mencontohkan kebijakan celana cingkrang dan cadar bagi para ASN. Politisi PPP itu menegaskan pemerintah Indonesia mendukung penuh segala bentuk aktivitas umat beragama. Khususnya yang mengarah pada penguatan pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai agamanya. Bahkan tidak hanya untuk umat agama Islam, tetapi juga agama lainnya.

Zainut menjelaskan Indonesia bukan negara agama. Tetapi juga bukan negara sekuler. Indonesia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya sangat religius. Untuk itu nilai dan ekspresi keberagamaan sangat mewarnai hubungan antara agama dengan negara.

Sebaliknya di era globalisasi saat ini Indonesia menghadapi tantangan infiltrasi paham transnasional. Paham transnasional itu mulai dari liberalisme, sekulerisme, maupun ekstrimisme. Menurut di infiltrasi nilai-nilai itu berpotensi merusak tatanan kemasyarakat Indonesia yang religius. Sehingga potensi inflitrasi seperti itu harus diantisipasi.

Diantara upaya yang dilakukan pemerintah untuk antisipasi paham transnasional adalah dengan penguatan toleransi dan moderasi beragama. ’’Jadi bukan Islamisme. Yang kita mitigasi dan antisipasi adalah berkembangnya paham dengan tiga karakter,’’ tuturnya. Yaitu paham yang anti Pancasila dan NKRI, ekstrem dan anarkis, serta intoleran dan fanatisme kelompok. (wan)


BACA JUGA

Rabu, 21 Oktober 2020 16:31

Jepang Beri Pinjaman ke Indonesia Rp 6,932 Triliun

BOGOR– Pundi-pundi keuangan negara untuk menangani dampak wabah Covid-19 kembali…

Rabu, 21 Oktober 2020 13:01

20 Juta Dosis Vaksin Siap Bulan Desember, Diutamakan Tenaga Kesehatan

JAKARTA-Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
DPR Siap Kaji Bersama Pemerintah dan Penyelenggara

Pilkada Berpotensi Perparah Penyebaran Covid-19

JAKARTA- Pelaksanaan Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi COVID-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:55

Umrah di Tengah Pandemi, Biaya Melonjak Sampai 50 Persen

JAKARTA – Kenaikan harga paket umrah di tengah pandemi Covid-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:52

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

KEPEMIMPINAN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin genap setahun sejak dilantik pada…

Selasa, 20 Oktober 2020 21:00
Industri Tambang di Omnibus Law dan Dampaknya bagi Kaltim

Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan-Hutan Kian Gundul

Ketergantungan Kaltim terhadap industri ekstraktif menyimpan masalah serius. Ribuan lubang…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:43

Ian Singleton, Konservasionis Orang Utan, Penerima Order of the British Empire

Puluhan tahun dihabiskannya di hutan-hutan Sumatera untuk melakukan penelitian dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:27

Presiden Minta Soal Vaksin Jangan Tergesa-Gesa

JAKARTA– Urusan vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:35

Biaya Kampanye di Pilkada Samarinda Maksimal Rp 14 Miliar

SAMARINDA–Pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar dengan biaya yang tak sedikit.…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:34

Berkantor di Mobil Mewah

PANDEMI Covid-19 mendorong berbagai kebiasaan baru seperti bekerja dari rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers