MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 29 September 2020 10:47
Kawal Omnibus Sebelum Pengesahan, Buruh Ancam Mogok Nasional
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA-- Pembahasan RUu Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Perihal pemberian pesangon ini sempat dibahas dalam diskusi antara Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) dengan perwakilan serikat pekerja dan anggota panitia kerja (Panja) RUU Ciptaker di DPR kemarin (28/9). Kabar yang berkembang, pekerja akan menerima pesangon maksimal 32 kali gaji. Namun tidak sepenuhnya tanggung jawab perusahaan.

Anggota Panja RUU Ciptaker Obon Tabroni membenarkan bahwa aturan itu masuk ke dalam salah satu pasal di RUU. Namun, dia menegaskan bahwa saat ini masih proses pembahasan di tim kecil, kendati pembahasan panja sudah selesai. Jadi, masih ada kemungkinan perubahan klausul untuk memperjelas aturan tersebut.

Obon mengungkapkan, pesangon maksimal 32 kali gaji itu benar diatur dengan ada sebagian yang ditanggung oleh pemerintah. Tidak sepenuhnya dari perusahaan. "Dari sisi jumlah, apa yang didapat buruh tidak jauh berbeda. Maksimal kan 32, tapi dari sisi perusahaan memang turun," paparnya dalam forum diskusi tersebut.

Pemerintah, lanjut dia, akan membayar selisih dari pesangon yang menjadi hak dari pekerja tersebut. "Selisihnya dikover negara lewat ruang fiskal dengan program jaminan kehilangan pekerjaan," terangnya. Namun, untuk sementara, aturan ini hanya berlaku untuk pekerja yang berstatus karyawan tetap. Sementara untuk karyawan tidak tetap, tidak berlaku.

 Namun, politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan selisih nilainya belum dipastikan, berapa yang harus dikover oleh negara. Hal ini masih disinkronisasikan bersama pasal-pasal lain dalam tim kecil pembahasan RUU tersebut. Namun, proses pembahasan ini sendiri dipermasalahkan oleh pengamat. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 31 Oktober 2020 13:03

Matahari Jadi Hantu “Halloween”

FOTO matahari yang baru saja dibagikan oleh NASA terlihat menyeramkan. Area yang…

Sabtu, 31 Oktober 2020 12:26

Tepis Keraguan Keamanan Vaksin Covid-19

JAKARTA- Sejumlah keraguan atas keamanan vaksin Covid-19 yang akan digunakan…

Sabtu, 31 Oktober 2020 12:23

Visa Umrah Sudah Terbit, Indonesia Jadi Negara Percontohan

JAKARTA – Kabar baik untuk calon jamaah umrah yang tertunda…

Jumat, 30 Oktober 2020 13:59

Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online di Balikpapan dan Samarinda

PROKAL.CO, SAMARINDA - Seorang muncikari prostitusi online berinisial GN (18)…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:13
Terpapar setelah MCU Calon Kepala Daerah

Terkonfirmasi Covid-19, Dokter Spesialis THT Balikpapan Wafat

BALIKPAPAN–Covid-19 kembali merenggut tenaga medis di Balikpapan. Spesialis telinga, hidung,…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:11

Pesisir Balikpapan Tercemar Lagi, Sering Terjadi Sepanjang Pelabuhan Semayang-Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Pesisir pantai Balikpapan tercemar lagi. Kali ini terjadi di belakang…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:10

Sumber Air IKN Tiru Australia dan Singapura

BALIKPAPAN–Ketersediaan air baku di ibu kota negara (IKN) baru masih…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:13

51 Persen Kecewa Kinerja Presiden, 60 Persen Inginkan Reshuffle Kabinet

JAKARTA– Ketidakpuasan  publik terhadap kinerja presiden dan wakil presiden terus…

Kamis, 29 Oktober 2020 19:16

Hari ini Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 275 Orang 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perkembangan data terbaru hari Kamis per tanggal…

Kamis, 29 Oktober 2020 13:15

Awal November Mulai Disidang, Perkara Penyuap Ismunandar Cs, 22 Saksi sudah Dikonfrontasi

SAMARINDA–Aditya Maharani Yuono dan Deky Aryanto, dua penyuap dari perkara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers