MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Minggu, 27 September 2020 10:01
Tak Terima Putusan Kasus Breonna Taylor, Massa Tak Terkendali di Louisville
Demo di Louisville, Kentucky.

PROKAL.CO,

LOUISVILLE – Breonna Taylor ditembak mati pada Jumat dini hari (13/3). Perempuan 26 tahun itu tidak bersalah dan tidak diberi kesempatan bertanya ketika timah panas menembus tubuhnya. Sayangnya, tidak ada satu pun pelaku yang dijerat dengan pasal pembunuhan. Sebab, mereka adalah petugas kepolisian.

Fakta tersebut membuat penduduk Louisville, Kentucky, AS, berang. Di kota itulah, tindakan keji tersebut terjadi. Ribuan orang turun ke jalan sejak Rabu malam (23/9) setelah keluarnya putusan juri utama peradilan. Massa marah karena hanya satu di antara tiga polisi yang mendatangi rumah Taylor yang diadili. 

Tiga anggota Departemen Kepolisian Metro Louisville yang bertanggung jawab atas kematian Taylor adalah Brett Hankison, Jonathan Mattingly, dan Myles Cosgrove. Hanya Hankinson yang dijatuhi tiga dakwaan karena tindakan yang membahayakan tetangga Taylor akibat tembakannya. 

’’Kami yakin kasus ini ditutupi agar tak terus berlanjut. Mereka sengaja melakukannya seakan nyawa Breonna Taylor tak berharga,’’ tegas Benjamin Crump, pengacara keluarga Taylor, seperti dikutip Agence France-Presse. 

Massa meyakini bahwa keadilan tidak ditegakkan dan polisi bertindak sewenang-wenang hanya karena Taylor berkulit hitam. Seluruh polisi yang terlibat dalam aksi penembakan itu berkulit putih. Aksi turun ke jalan juga terjadi di berbagai kota lainnya di penjuru AS. Gerakan Black Lives Matter (BLM) juga kembali menggema.

 Dua polisi sempat tertembak dalam bentrokan Rabu lalu. Sebanyak 127 demonstran ditahan. Tidak ingin bentrokan kembali terulang, Wali Kota Louisville Greg Fisher memberlakukan jam malam hingga akhir pekan nanti. Kebijakan itu berlaku pada pukul 21.00–06.30. ’’Kekerasan hanya akan menjadi sumber rasa sakit, bukan obatnya. Kekerasan dan perusakan juga bukanlah jawaban,’’ tuturnya seperti dikutip CNN.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 11:17

Kandidat Pemimpin WTO Ditolak AS

JENEWA– Masalah kepemimpinan World Trade Organization (WTO) masih belum menemukan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:55

Imbas Lonjakan Kasus Covid-19, Prancis dan Jerman Lockdown Lagi

PARIS– Prancis dan Jerman mengambil keputusan sulit. Dua negara dengan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:10

Prayuth Tolak Mundur sebagai PM, Ingin Lanjutkan Amandemen Konstitusi

BANGKOK– Mundur bukanlah pilihan. Itu sama saja dengan melarikan diri…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:05

TikTok Ekspansi Eropa dan Asia

BEIJING– Pengelola platform media sosial video TikTok terus menentang tekanan…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:38

Didukung Suara Mayoritas Senat, Amy Barrett Disumpah Hakim Agung

WASHINGTON DC– Senin (26/10) Presiden AS Donald Trump telah membuat…

Rabu, 28 Oktober 2020 10:06

Terkait Naiknya Sebaran Covid-19 di LA, Lakers Jadi Kambing Hitam

LOS ANGELES – Persebaran Covid-19 kembali pesat beberapa minggu terakhir…

Selasa, 27 Oktober 2020 14:14

Produk Prancis Diboikot, Presiden Macron Dikecam

PARIS– Di sejumlah negara di Timur Tengah, produk-produk Prancis menghilang…

Selasa, 27 Oktober 2020 12:02

Molave Hantam Filipina, 12 Nelayan Hilang

MANILA– Badai kembali menerjang Filipina. Ribuan penduduk terpaksa mengungsi akibat…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:59

Desakan Muhyiddin Mundur Menguat

KUALA LUMPUR- Muhyiddin Yassin berada dalam tekanan. Banyak pihak yang…

Senin, 26 Oktober 2020 13:54

Habis-habisan Kejar Target Suara, Sehari, Trump Datangi Tiga Swing State

WASHINGTON DC– Presiden AS Donald Trump terlihat berupaya mati-matian. Menjelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers