MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 26 September 2020 13:01
Tantangan Literasi Data di Era Normal Baru

Oleh: Siswandi

Kasi Statistik Distribusi BPS Kutai Timur

 

PRESIDEN Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019 mengatakan data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Kini, data lebih berharga dari minyak. Ini menyiratkan kemampuan literasi data ke depannya kian strategis di mata dunia. Namun, merebaknya pandemi Covid-19 mengubah cepat berbagai proses bisnis pengumpulan sampai pemanfaatan data.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir pada 2019 mengatakan, generasi muda perlu menguasai tiga jenis literasi baru untuk menghadapi era revolusi Industri 4.0. Literasi data adalah bagian literasi baru tersebut, bersama dengan literasi teknologi dan literasi manusia.

Secara umum, literasi data adalah kemampuan membaca, memahami, menganalisis, membuat, dan mengomunikasikan data sebagai informasi. Berbeda dengan literasi lainnya, literasi data memerlukan kompetensi tersendiri dalam bekerja dan terlibat dengan data.

Berkembangnya teknologi digital dan media sosial menuntut ketangkasan baru dalam membaca dan analisis data, termasuk pemanfaatan big data untuk membaca tren, pertumbuhan, perencanaan dan evaluasi sampai tujuan lain seperti pemasaran sampai urusan politik. Sehingga, literasi data menjadi penting tak hanya bagi pemerintah, tapi juga bagi bisnis, masyarakat dan dunia pendidikan.

Pada masa pandemi Covid-19 mengubah secara cepat proses bisnis dalam pengumpulan dan pemanfaatan data. Literasi data semakin bertumpu pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal itu mengakibatkan pemasyarakatan literasi data di Indonesia makin menghadapi tantangan. Di antaranya; disparitas pembangunan teknologi informasi dan komunikasi, harmonisasi literasi data dalam dunia pendidikan, juga makin diperlukannya inovasi atau cara-cara baru penyajian data.

Data Badan Pusat Statistik pada 2018 menunjukkan kesenjangan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi antar wilayah semakin lebar. Pada 2017 disparitas TIK berada pada angka 3,45 kemudian meningkat menjadi 3,85 pada 2018.

Angka kesenjangan ini diambil dari selisih indeks pembangunan TIK tertinggi yakni Jakarta (7,14) dan terendah, Papua (3,30). Angka ini menggambarkan tingkat pembangunan infrastruktur, akses rumah tangga terhadap internet, sampai keahlian di bidang TIK yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan komunikasi Kaltim sendiri tahun 2018 dengan skala 0 sampai 10, berada pada level sedang yakni pada angka 6,14 hanya berada di bawah DKI Jakarta (7,14), DI Jogjakarta (6,66), dan Bali (6,23).

Sayangnya, data ini belum dipecah-turunkan di level provinsi sehingga bisa dilihat kesenjangan pembangunan TIK di tingkat kabupaten/kota di masing-masing provinsi.

Kesenjangan pembangunan TIK yang makin lebar menunjukkan semakin perlunya pemerataan tak hanya infrastruktur, tapi juga akses rumah tangga terhadap internet juga peningkatan keahlian di bidang TIK di seluruh wilayah Indonesia. Semakin baik indeks pembangunan TIK suatu wilayah, maka semakin mudah masyarakatnya mengakses data.

Tantangan penting lainnya adalah pemasyarakatan literasi data sepertinya belum menjadi bagian program tersendiri di dalam dunia pendidikan. Pemerintah pada tahun lalu mengeluarkan Peraturan Presiden No 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Yang merupakan perwujudan dari visi terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.

Namun, di dalam perpres tersebut belum memuat sama sekali kata pendidikan. Peraturan mengenai Satu Data Indonesia baru berkutat pada sentralisasi tata kelola data pemerintah. Sehingga diperlukan regulasi lebih lanjut yang bisa mendorong harmonisasi literasi data dengan dunia pendidikan, misalnya mengenalkan data sederhana sejak sekolah dasar, agar generasi muda Indonesia pada masa datang lebih melek data.

Terlebih, dengan pola sekolah pada masa pandemi ini, selain mata pelajaran, dengan pola pembelajaran daring ini, siswa dan orangtua siswa makin rentan terpapar informasi-informasi yang tidak berbasis data.

Berkembangnya media sosial dan dunia digital juga menuntut cara-cara baru dalam penyajian data. Untuk memikat generasi muda tertarik untuk memahami data melahirkan tuntutan bahwa keindahan data tak hanya pada analisisnya saja, juga pada tampilan penyajian datanya.

Inisiatif-inisiatif penyajian data dengan cara tak biasa sebenarnya mulai muncul di daerah. Di BPS Kabupaten Kutai Timur misalnya, data-data strategis meliputi pertumbuhan penduduk, PDRB, kemiskinan sampai tenaga kerja mulai disajikan menggunakan teknologi augmentedreality (AR) atau teknologi realitas berimbuh.

Yakni, teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda tersebut di saat bersamaan. Merupakan aplikasi yang biasa dipakai sebagai basis dalam game online. Berubahnya pola dan gaya hidup pada masa-masa mendatang akan membuat tantangan supaya literasi data menjadi bagian keterampilan generasi muda, semakin dinamis. (ndu/k8)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers