MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 26 September 2020 13:00
Kemenkeu Kaji Stimulus Perumahan
JANGAN TERLAMBAT: Pemerintah berencana memberi stimulus baru untuk sektor perumahan agar bisa bertahan di tengah pandemi corona.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Pemerintah tengah mengkaji pemberian stimulus baru untuk sektor perumahan dalam penanganan pandemi virus corona. Salah satunya, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Ada beberapa usulan, (apakah) 2020 atau tidak harus 2020 tapi 2021. Beberapa yang sedang kami lihat adalah rumah," ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam diskusi virtual, Jumat (25/9). Sejauh ini, Febrio menyatakan belum ada skema spesifik mengenai stimulus untuk sektor perumahan.

Pemerintah juga masih akan melihat tingkat urgensi bantuan tersebut. Karena itu, dia belum bisa memberikan kepastian kapan tepatnya bantuan untuk terkait perumahan akan diterbitkan. Beberapa stimulus yang sedang dikaji dapat berupa pembebasan angsuran pokok dan bunga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) Rp 500 juta, BPHTB untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pajak penghasilan (PPh) BPHTB atas rumah sederhana dan rumah sangat sederhana.

"Kalau rumah, menariknya adalah itu bangunan. Sektor konstruksi, multipliernya besar, mempekerjakan banyak orang," ujar Febrio. Kendati begitu, Febrio menyatakan, pihaknya masih harus menghitung betul berbagai usulan stimulus baru yang akan digelontorkan di tengah pandemi. Hal ini agar defisit anggaran tak melonjak di atas target.

"Kami tidak mau jor-joran sembarangan. Harus hati-hati kelola keuangan, khususnya jangan sampai keseimbangan makro terganggu," jelas Febrio. Sebagai informasi, pemerintah menyiapkan anggaran untuk penanganan pandemi virus corona sebesar Rp 695,2 triliun. Dana itu dialokasikan untuk berbagai sektor.

Perinciannya, untuk bansos sebesar Rp 203,9 triliun, UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp 106,11 triliun, kesehatan Rp 87,55 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp 53,55 triliun.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 12:11

Menkeu Tolak Usulan Relaksasi Pajak Mobil Baru

JAKARTA - Usai harap-harap cemas menunggu jawaban, kini industri otomotif…

Senin, 19 Oktober 2020 15:57

Otomotif Beri Kontribusi Signifikan

 Meski menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi, kinerja industri…

Senin, 19 Oktober 2020 15:56

Wait and See Pajak Nol Persen, Pelaku Industri dan Konsumen Nanti Wacana Relaksasi

Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang terpukul akibat pandemi…

Senin, 19 Oktober 2020 15:53

BLT Diklaim Ideal Kerek Daya Beli

SAMARINDA- Bantuan langsung tunai (BLT) tetap dianggap ideal untuk mendorong…

Senin, 19 Oktober 2020 15:52

Pembebasan Pajak Kendaraan Baru Dinanti

BALIKPAPAN- Pelaku usaha di bidang otomotif menanti jawaban Kementerian Keuangan…

Sabtu, 17 Oktober 2020 13:02

Serapan Semua Segmen Properti Terdampak Pandemi

JAKARTA- Penyerapan produk properti cenderung melambat di masa pandemi. Sebagian…

Sabtu, 17 Oktober 2020 12:58

Daya Beli Masyarakat Masih Rendah

BALIKPAPAN–Daya beli masyarakat Kaltim hingga kini belum mampu bangkit. Musababnya,…

Sabtu, 17 Oktober 2020 12:33

Pandemi, Go-Send Siap Kirim Dokumen Kependudukan

BALIKPAPAN menjadi pionir lahirnya program pengantaran dokumen kependudukan melalui Go-Send…

Sabtu, 17 Oktober 2020 07:58

Undian Simpeda Bankaltimtara 2020, Bentuk Apresiasi kepada Nasabah

Sabtu, 17 Oktober dilaksanakan puncak Undian Simpeda Bankaltimtara 2020 wilayah…

Jumat, 16 Oktober 2020 14:15

Miniatur Pesawat Melanglang Dunia

Perajin merampungkan pembuatan miniatur pesawat di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers