MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Jumat, 25 September 2020 13:18
Bank Australia Didenda Rp 13 Triliun

PROKAL.CO,

SYDNEY – Raksasa perbankan Australia Westpac baru saja memecah rekor. Namun bukan untuk alasan yang bagus. Kamis (24/9) lembaga yang sudah berusia dua abad itu baru saja menyepakati pembayaran denda sipil terbesar sepanjang sejarah Negeri Kanguru.

Westpac akhirnya menyetujui permintaan AUSTRAC, lembaga pengawas sektor finansial Australia, untuk membayar sanksi senilai AUD 1,3 miliar (sekitar Rp 13 triliun). Denda tersebut adalah kelanjutan dari dakwaan yang dikeluarkan pemerintah tahun lalu. Mereka melaporkan bahwa bank yang dulu bernama Bank of New South Wales itu lalai dalam mengawasi aliran dana mereka.

Tak tanggung-tanggung, AUSTRAC menemukan 23 juta transaksi yang disimpulkan melanggar regulasi anti pencucian uang dan kontraterorisme. Padahal, pihak regulator sudah beberapa kali memberikan arahan dan peringatan. Beberapa aliran dana bahkan dilacak sampai ke oknum yang melakukan eksploitasi anak. ”Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas kegagalan bank,” ujar CEO Westpac Peter King seperti yang dilansir CNN.

Angka denda tersebut sebenarnya jauh melebihi prediksi perusahaan. Awal tahun lalu Westpac sudah menganggarkan 900 juta (Rp 9,4 triliun) untuk membayar denda. Namun, pada akhirnya anggaran yang disepakati membengkak.

Saat ini angka itu harus diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan persetujuan. Sebelum Westpac, Commonwealth Bank memegang rekor denda terbesar, yakni AUD 700 (Rp 7,3 triliun), karena lalai mengawasi 53 ribu transaksi. ”Ini adalah pengingat bagi semua lembaga finansial. Patuhi aturan untuk menanggulangi pencucian uang dan terorisme,” tutur Jaksa Agung Christian Porter kepada Agence France-Presse.

Westpac sendiri mengakui sudah berbenah. Mereka mengubah sistem agar bisa mengawasi transaksi yang mencurigakan. Mereka juga merekrut ratusan pekerja yang bertugas untuk melacak kejahatan finansial. (bil/c9/bay)


BACA JUGA

Selasa, 27 Oktober 2020 14:14

Produk Prancis Diboikot, Presiden Macron Dikecam

PARIS– Di sejumlah negara di Timur Tengah, produk-produk Prancis menghilang…

Selasa, 27 Oktober 2020 12:02

Molave Hantam Filipina, 12 Nelayan Hilang

MANILA– Badai kembali menerjang Filipina. Ribuan penduduk terpaksa mengungsi akibat…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:59

Desakan Muhyiddin Mundur Menguat

KUALA LUMPUR- Muhyiddin Yassin berada dalam tekanan. Banyak pihak yang…

Senin, 26 Oktober 2020 13:54

Habis-habisan Kejar Target Suara, Sehari, Trump Datangi Tiga Swing State

WASHINGTON DC– Presiden AS Donald Trump terlihat berupaya mati-matian. Menjelang…

Senin, 26 Oktober 2020 12:42

Tokoh Paling Berpengaruh Samsung Meninggal

Kematian konglomerat Korea Selatan (Korsel) Lee Kun-hee Minggu (25/10) menarik…

Jumat, 23 Oktober 2020 15:49

Obama Tampil Orasi demi Biden, Kritik Balik Kinerja Trump

WASHINGTON DC– Soal kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS)…

Jumat, 23 Oktober 2020 15:47

Dekrit Dicabut, Aksi Demo di Thailand Tetap Berlanjut

BANGKOK– Demo di Thailand belum surut. Namun, Perdana Menteri (PM)…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:31

Putra Mahkota Saudi Digugat Tunangan Mendiang Jamal Khashoggi

WASHINGTON DC– Hatice Cengiz belum menyerah. Selasa (20/10), bersama kelompok…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:29

Thailand Mulai Bungkam Media, Siarkan Demo, Dianggap Informasi Palsu

BANGKOK– Pemerintah Thailand terus berusaha menekan gelombang protes prodemokrasi. Kali…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:06

Mobil Rp 25 M Jadi Tercepat di Dunia

 KOENIGSEGG Agera RS merupakan mobil produksi paling cepat yang tercatat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers