MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 24 September 2020 11:30
Pengalaman Melawan Covid-19

R i s w a d i

(Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Kaltim. Pasien Covid-19)

 TULISAN saya ini bisa dikatakan untuk berbagai pengalaman, bagaimana melawan corona yang masuk ke tubuh. Juga apa yang saya lakukan selama isolasi mandiri. Semoga bermanfaat. Jaga Iman. Masa pandemi Covid-19 ini, kita harus memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Bahwa wabah yang menimpa ini merupakan ujian, tentu kita harus menghadapi dengan kesabaran, keikhlasan dan mengharap rida Allah agar wabah segera diangkat. Jangan sampai kita berputus asa, panik, dan saling menyalahkan. Semua orang pasti tidak akan mau terinfeksi virus ini.

Sudah berikhtiar dan memenuhi protokol kesehatan masih tetap mendapatkan musibah ini, maka salah satu jalan adalah ikhlas menerima ketentuan dan berusaha untuk berpikir positif. Juga mengikuti anjuran dari instansi terkait dalam penanganan isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang telah ditetapkan Gugus Tugas Covid-19. Iman merupakan perpaduan antara ketetapan hati, kemudian diikrarkan melalui lisan dan dilaksanakan dalam perbuatan. Kalau kita sudah meyakini bahwa wabah ini merupakan peringatan dan ujian dari Allah, maka kita harus introspeksi diri, muhasabah diri, dan mujahadah diri untuk kembali kepada jalan Tuhan. Iman ini pula menurut Uyainah merupakan perpaduan antara keyakinan dan amal. Kita tidak bisa hanya meyakini dengan hati dan pikiran, harus dilaksanakan apa yang menjadi keyakinan itu.

Dengan demikian keyakinan seseorang harus diimbangi dengan perwujudan amal perbuatan sebagai bukti cintanya kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus menjaga iman, jangan sampai goyah sedikit pun pada masa pandemi ini, apalagi sampai berburuk sangka kepada Allah.

Jaga Imun. Kita sering mendengar ungkapan ini, "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Pesan ini mengajarkan kepada kita bahwa agar selalu menjaga kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat dan bugar merupakan pertanda bahwa imun seseorang baik. Apabila imun kita kuat, maka efek dari itu semua akan optimal dalam pengabdian diri kepada Allah  dalam menjalankan ibadah fisik maupun nonfisik. Kalau fisik kita sehat maka pikiran kita juga positif. Bagaimana cara agar imun kuat? Yakni, cukup tidur, konsumsi makanan sehat, konsumsi multivitamin, olahraga, kendalikan stres, berhenti merokok, alokasikan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari, dan menjauhi lemak jahat. Tak hanya corona, sistem imun tubuh yang kuat juga dapat melindungi tubuh dari penyakit lainnya.

Jaga aman. Pemerintah selama ini telah mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa untuk menjaga jarak. Demi memutus penyebaran virus. Sayang, masih ada masyarakat yang sangat sulit untuk taat dan disiplin mengikuti ketentuan ini. Per hari kasus yang terkonfirmasi positif pada kisaran 3.000 – 3.700 kasus. Ini menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat kita masih rendah untuk jaga jarak aman, minimal 1 meter dalam aktivitas setiap hari. Jaga jarak terbukti mampu mengurangi dan mencegah penularan yang lebih besar. Kita mengkhawatirkan apabila kasus melonjak sehingga rumah sakit tidak akan mampu untuk menampung dan sarana prasarana serta tenaga medis juga akan kekurangan untuk merawat pasien secara bersamaan.

Jaga amin. Setelah kita menjaga iman, imun dan aman tentu kita menjaga amin. Yakni, dengan rutin berdoa kepada Allah. Sebagai hamba tentu ikhtiar yang sudah dilakukan harus dibarengi dengan doa agar wabah segera berakhir, dan yang telah terkonfirmasi positif juga akan mendapatkan kesembuhan, maka doa menjadi cara yang terbaik untuk mengetuk pintu langit, mengharapkan ke-maha murah-an Tuhan. "Ud’uuni astajib lakum (berdoalah kepada-Ku, maka aku akan kabulkan). Janji Allah ini menjadi semangat bagi kita bahwa apapun yang menimpa diri, keluarga dan bangsa Indonesia insyaallah akan sirna. Yang terpenting kita dengan sikap tawaduk, ikhlas, pasrah dan penuh tawakal maka musibah ini akan segera berakhir.  

Jika kita sudah menjaga diri dari penularan, namun masih tertular maka ada beberapa cara untuk mempertahankan kondisi tubuh kita agar kembali sehat. Yakni dengan memanjakan “imin” supaya dapat memperkuat imunitas tubuh dalam melawan Covid-19. “Imin” merupakan istilah yang dapat ditafsirkan dengan tubuh, ruh, pikiran, hati atau organ tubuh yang sangat vital. Saat menjalani isolasi mandiri diharapkan seseorang untuk melepaskan pikiran dari kesibukan pekerjaan yang biasanya dilakukan. Saat isolasi mandiri juga diharapkan secara optimal memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya untuk melawan virus yang memiliki masa inkubasi 10 – 14 hari.

 Kesehatan lahir dan batin dapat terpenuhi apabila kita dapat memanjakan “imin” dengan perlakuan yang sangat istimewa. Sebab keseimbangan dalam memperlakukan imin, iman, dan imun akan memiliki dampak yang luar biasa dalam melaksanakan amanah sebagai abdun dan kholifatul fil ard. Bagaimana kiat untuk memanjakan imin agar memiliki dampak yang signifikan dalam penyembuhan dari Covid-19 antara lain: 

Olah pikir, olah hati dan olah iman. Saat menjalani isolasi mandiri kita dituntut untuk membebaskan pikiran-pikiran yang membuat stres ataupun panik, karena akan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Maka dalam masa isolasi mandiri pikiran kita harus berpikir positif, jangan berburuk sangka, kepasrahan terhadap Allah terkait dengan ujian yang diberikan, mengingat hal-hal yang menyenangkan, meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah, bahwa nikmat yang diberikan sudah terlalu banyak terkadang kita lupa untuk mensyukurinya. Hati juga harus diupayakan untuk riang gembira, jangan bersedih dan jangan berkecil hati, kita harus yakin bahwa penyakit pasti akan sembuh dan ada obatnya sebagaimana hadis Rasulullah dari, “Apabila Allah menurunkan penyakit, Dia pasti menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari).

 Kedua, olah lisan dan olah jiwa. Saat isolasi kita harus memiliki jadwal yang sudah tersusun dengan baik, agar waktu kita dapat termanfaatkan dengan baik. Sebaiknya pada saat sakit dan sulit, menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah. Zikir setiap saat, mengetuk pintu langit dengan doa, salat maktubah dan salat sunnah, membaca Alquran dan membaca salawat yang dianjurkan oleh ulama salafussholih. Biasanya apabila kita sehat dan banyak kesibukan, terkadang kita lupa bahkan abai terhadap ritual-ritual yang sebenarnya itu menjadi penguat secara bathiniah untuk keselamatan dan kesehatan keluarga. sejatinya ruh itu memerlukan makanan seperti tubuh, makanan ruh antara lain dari zikir, amalan kebaikan, doa, salat, membaca Alquran dan ibadah lainnya yang akan menimbulkan ketenangan batin sehingga dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan imun dan iman kita. 

Olah raga. Dalam menjalani isolasi kita juga dituntut untuk olah raga yang teratur sehingga dapat mengeluarkan keringat, berjemur di bawah terik matahari dan aktivitas fisik lainnya yang akan dapat membakar kalori dan memperlancar sirkulasi darah. Olah raga diperlukan paling tidak selama 30 – 60 menit setiap pagi dan sore hari. 

Olah rasa. Pelajaran yang berharga saat kita menjalani isolasi mandiri adalah mengolah perasaan kita, bahwa saat mendapatkan ujian yang sangat berat bagaimana perasaan kita untuk mengembalikan segala persoalan kepada kehendak Allah dan introspeksi diri kita tentang dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Di sisi lain juga bagaimana kita harus memiliki perasaan yang sensitif terhadap lingkungan, teman, saudara seiman dan saudara sebangsa dan sesama manusia agar memilki kepedulian yang tinggi apabila tertimpa musibah ataupun nasib yang kurang beruntung. Dalam perenungan selama 14 hari, betapa berharganya waktu, kesehatan, kesempatan, dalam mengabdikan diri kita kepada Allah. Kita harus merasa bahwa kita ini lemah, kecil, hamba, bodoh, miskin, dan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Terbukti dengan virus yang tidak tampak oleh mata kita sudah tidak berdaya, untuk menghadapinya dan banyak korban yang sudah berjatuhan. 

Olah gizi. Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi. Jangan yang mengandung lemak jahat, junk food, serta makanan yang tidak sehat lainnya. Makanan yang diperlukan adalah empat sehat lima sempurna termasuk buah-buahan. Konsumsi vitamin juga diperlukan agar tubuh kita mampu untuk melawan virus. Tidak bermaksud promosi namun ini berbagi pengalaman sebagai pasien Covid-19, vitamin dan makanan yang saya konsumsi untuk menjaga kondisi tubuh adalah, 4Life Transfer Factor, Lianhua, Tolak Angin, Propolis, C-1000, Madu, Vitalong C, Imboost, lemon, kelapa muda, larutan minyak kayu putih, sarikurma dan minum yang cukup sejumlah 2 liter per hari. 

Dengan kelima cara tadi paling tidak dapat termanjakan imin kita selama 14 hari, dan kalau bisa selalu dipertahankan untuk seterusnya agar terhindar dari Covid-19 dan penyakit lainnya. Kita meyakini bahwa di dalam imin yang kuat insyaallah imun dan iman kita juga akan kuat. Amin. (far/k15)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers