MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Selasa, 22 September 2020 17:27
Peran Pemuda Menjaga Titik Waras Sebuah Demokrasi

Oleh:

Rahman Baidawi, SKM

Generasi Muda Paser

 

 

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di berbagai daerah di Indonesia akan menjadi ajang untuk menentukan pemimpin di setiap tingkatan daerah.Kabupaten Paser pun tak luput dari Pilkada Serentak 2020 untuk memilih bupati dan wakil bupati.

 

GENERASI muda merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Sikap pasif kaum muda akan menjadi suatu proses pelemahan demokrasi, karena kaum muda merupakan individu yang sangat kritis dalam menganalisis regulasi dan peka akan pemimpin yang tepat untuk kemajuan negaranya.

Di sini peran pemuda akan menjadi catatan penting dalam keterlibatan penyelenggaraan pilkada, momentum Pilkada 2020 menjadi ajang nyata untuk pemuda dalam menampilkan peranan mereka secara langsung. Momen ini bisa dimanfaatkan pemuda untuk bisa terlibat nyata dalam membangkitkan gairah pilkada di tengah pandemi corona. Jangan sampai Pilkada 2020 menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata atau apatis, seperti penyelenggaraan pemilu sebelumnya.

Melihat hal tersebut, penyelenggaraan Pilkada 2020 menjadi keharusan pemuda dalam berperan aktif untuk mempertahankan kemurnian demokrasi. Di sini pemuda bisa terlibat langsung dalam penyelenggaraan Pilkada 2020.

Peran aktif tersebut dapat direalisasikan dengan ikut menjadi penyelenggara ataupun pengawas. Pemuda bisa mengenal dunia kepemiluan dan dunia politik dengan berpartisipasi menjadi penyelenggara tingkat kecamatan (PPK), kelurahan (PPS), maupun KPPS. Dalam bagian pengawasan, pemuda bisa berkontribusi dengan menjadi pengawasan kecamatan (panwascam) ataupun tingkat kelurahan (PPL).

Pemuda juga bisa terlibat langsung dalam kegiatan kerelawanan yang melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Tidak hanya dalam penyelenggara yang diselenggarakan oleh KPU maupun Bawaslu, tetapi pemuda bisa terjun langsung ke banyak lembaga non-pemerintahan yang fokus terhadap pemilu. Singkatnya, pemuda bisa menjadi saksi, relawan pasangan calon, ataupun pemantau pemilu.

Pemuda harus berperan aktif dalam pilkada untuk mewujudkan pilkada yang sehat. Pemuda masih memiliki jiwa idealis dan bisa mengawal keberlangsungan penyelenggaraan pilkada. Keberanian dan keterbukaan sikap pemuda yang kritis bisa menjadi formula yang efektif di daerah untuk menangkal politik uang (money politics) maupun politik yang menyimpang.

Pemuda bisa menggiring opini masyarakat luas, khususnya di daerah untuk menghapus opini yang mengatakan bahwa “politik itu kotor!” Pemuda bisa membuktikan bahwa penyelenggaraan pilkada bisa dijalani dengan proses yang bersih dan sesuai keinginan masyarakat luas.

Dalam penyelenggaraan pilkada, seharusnya pemuda memiliki kekuatan yang bisa menggiring opini yang lebih baik. Di sini seharusnya peran pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan dalam skala pilkada (lokal).

Memang untuk mengubah tatanan politik yang baik perlu proses dan waktu yang panjang. Akan tetapi, pemuda yang memiliki kreativitas perlu dituangkan secara aktif melalui partisipasi secara langsung.

Informasi yang diserap dan penguasaan media sosial lebih melekat terhadap pemuda saat ini, menjadi modal yang berguna dalam menyosialisasikan pilkada yang sehat dan bersih, terlebih lagi penggunaan media sosial pada kalangan pemuda saat ini lebih dari sekadar kebutuhan sehari-hari.

Sebab itu, pemuda bisa lebih berperan aktif dalam ikut serta pada proses politik di dalam penyelenggaraan pilkada. Dengan penggunaan media sosial yang sangat lekat secara tidak langsung menumbuhkan jaringan-jaringan baru yang timbul di antara para pemuda seperti, organisasi dan komunitas yang cenderung dilakukan oleh pemuda saat ini.

Partisipasi aktif pemuda bisa meningkatkan angka pemilih dalam pilkada. Makin banyak jumlah pemuda yang ikut berpartisipasi aktif dalam pilkada, semakin mendorong terciptanya demokrasi lokal yang bersih dan sesuai muruahpolitik Indonesia.

Makin banyak pemuda yang ikut dalam proses politik pilkada dengan membawa aura perubahan positif, semakin cepat pula tercipta demokratisasi di tingkat lokal.

Sebab, sejatinya berpolitik bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab yang tua, generasi muda juga harus terlibat untuk tetap menjaga titik warasnya demokrasi. (*/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers