MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 22 September 2020 13:41
Pilkada Tak Jadi Ditunda, Rapat Umum dan Konser Dilarang

PROKAL.CO,

DESAKAN penundaan Pilkada Serentak 2020 karena pandemi dipastikan kandas. Pemerintah, DPR, KPU, dan Bawaslu telah menyepakati tahapan dilanjutkan dan pemungutan suara tetap digelar 9 Desember 2020 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR RI, tadi malam (21/9). Keputusan tersebut sesuai dengan sikap Presiden Joko Widodo yang kekeh pilkada tetap dilangsungkan pada masa pandemi. Sikap presiden sendiri disampaikan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman dalam keterangannya kemarin.

Dia menjelaskan, pilkada harus dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan ketat disertai penegakan hukum dan sanksi tegas agar tidak muncul klaster baru. ’’Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah 2020 tetap sesuai jadwal, 9 Desember 2020,’’ terangnya. Penyelenggaraan pilkada pada masa pandemi bukan hal mustahil. Sejumlah negara seperti Singapura, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan juga menggelar pemilu pada masa pandemi. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Saat ini tidak ada negara yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Termasuk Indonesia.  ’’Presiden Joko Widodo menegaskan penyelenggaraan pilkada tidak bisa menunggu pandemi berakhir,’’ lanjutnya. Beberapa petinggi partai politik di Kaltim sebelumnya berharap Pilkada 2020 tidak ditunda. Sekretaris Partai Gerindra Kaltim Seno Aji mengatakan, dari pihak Gerindra Kaltim pendapatnya lebih baik tidak diundur. Alasannya, tahapan itu sudah dimulai.

Kemudian dana yang dikeluarkan penyelenggara sudah dikucurkan.  "Jadi, ya lebih baik dijalankan dengan protokol diperketat.  Kalau kita harus mundur, nanti kan pasti ada penambahan dana lagi. Kita juga berpendapat ya tahapannya bisa berjalan dengan sesuai yang ada," ucapnya. Hal senada juga diucapkan Sekretaris Partai NasDem Kaltim Fatimah Asyari. Dia menjelaskan, menurutnya tidak perlu dimundurkan. Sebab kalau dimundurkan, akan berakibat membengkaknya biaya politik.  Baik biaya yang dikeluarkan penyelenggara maupun peserta pilkada dan tim pemenangannya. Dia menambahkan, paling penting saat ini memantau pelaksanaan protokol kesehatan agar benar-benar diterapkan.

"Kalau dari kita itu. Jangan dimundurkan. Kalau dimundurkan, itu terlalu banyak risiko pembiayaan," jelasnya. Sementara itu, PKB Kaltim memilih menyerahkan keputusan kepada KPU dan pemerintah. Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin mengatakan, yang mengatur jadwal dan regulasi itu pemerintah. Karena itu, pihaknya mengikuti saja apa kata pemerintah.  "Kalau KPU memiliki alasan kuat untuk menunda ya kita ikuti. Tetapi, jika pemerintah dan KPU punya alasan kuat untuk melanjutkan tahapan pilkada, ya kita ikuti saja. Sebab, mereka pasti punya landasan kuat untuk itu," imbuhnya.

Sementara itu, proses pengambilan keputusan di DPR berjalan relatif mudah. Setelah mendengarkan paparan Menteri Dalam Negeri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI, forum sepakat untuk melanjutkan tahapan pilkada sesuai rencana. Hanya, forum memberikan catatan untuk memperketat ketentuan protokol kesehatan dan penegakannya. Konsekuensinya, Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pilkada di masa pandemi direvisi ulang. Ada lima norma krusial yang akan mengalami perubahan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 13:59

Polisi Tangkap Muncikari Prostitusi Online di Balikpapan dan Samarinda

PROKAL.CO, SAMARINDA - Seorang muncikari prostitusi online berinisial GN (18)…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:13
Terpapar setelah MCU Calon Kepala Daerah

Terkonfirmasi Covid-19, Dokter Spesialis THT Balikpapan Wafat

BALIKPAPAN–Covid-19 kembali merenggut tenaga medis di Balikpapan. Spesialis telinga, hidung,…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:11

Pesisir Balikpapan Tercemar Lagi, Sering Terjadi Sepanjang Pelabuhan Semayang-Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Pesisir pantai Balikpapan tercemar lagi. Kali ini terjadi di belakang…

Jumat, 30 Oktober 2020 12:10

Sumber Air IKN Tiru Australia dan Singapura

BALIKPAPAN–Ketersediaan air baku di ibu kota negara (IKN) baru masih…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:13

51 Persen Kecewa Kinerja Presiden, 60 Persen Inginkan Reshuffle Kabinet

JAKARTA– Ketidakpuasan  publik terhadap kinerja presiden dan wakil presiden terus…

Kamis, 29 Oktober 2020 19:16

Hari ini Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 275 OrangĀ 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Perkembangan data terbaru hari Kamis per tanggal…

Kamis, 29 Oktober 2020 13:15

Awal November Mulai Disidang, Perkara Penyuap Ismunandar Cs, 22 Saksi sudah Dikonfrontasi

SAMARINDA–Aditya Maharani Yuono dan Deky Aryanto, dua penyuap dari perkara…

Kamis, 29 Oktober 2020 12:31

Mobil Terbang Seharga Rp 2,2 Miliar

PENANTIAN akan mobil terbang tidak lama lagi semakin menjadi nyata.…

Kamis, 29 Oktober 2020 12:28

Selain EBT, Nuklir Bisa Jadi Opsi di IKN

BALIKPAPAN - Surplus listrik di Kaltim jangan membuat PLN atau…

Kamis, 29 Oktober 2020 12:28
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tengah Pandemi

Disarankan via Daring, kalau Tatap Muka Tak Boleh Lebih 100 Jamaah

Meski di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir, umat muslim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers