MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

HIBURAN

Senin, 14 September 2020 12:29
Kontroversi Mulan Juga Tak Kunjung Selesai

Pendapatan Lesu, Ulasan Buruk

PROKAL.CO,

 NEW YORKs - Kontroversi Mulan memasuki babak baru. Film baru Disney itu menjadi pusat perhatian kelompok bipartisan pembuat kebijakan di Amerika Serikat. Mereka mempertanyakan koneksi antara Disney dan pemerintah Tiongkok. Di end credits Mulan, tim produksi menyampaikan terima kasih untuk pemerintah Xinjiang.

Salah satunya, biro pemerintah yang menyebar propaganda dan menginisiatori kamp penahanan etnis Uighur, terutama kalangan muslim. ”Kerja sama Disney dengan pihak berwenang Republik Rakyat Tiongkok, yang paling bertanggung jawab atas kekejaman dan menutupi kasus tersebut, sangat mengganggu,” ungkap perwakilan dan senator Partai Republik dalam pernyataan tertulis. Surat itu diunggah akun Twitter Komisi Kongres Eksekutif Amerika Serikat untuk Tiongkok.

Mengutip laman IMDb, proyek Mulan mulai masuk tahap produksi pada musim panas 2018. Padahal, kasus kekejaman –yang disebut sebagai genosida budaya– tersebut berlangsung sejak 2017. Pihak pembuat kebijakan pun menuntut CEO Disney Bob Chapek memberikan konfirmasi terkait dengan kerja sama itu.

Keputusan melakukan syuting di Xinjiang pun dinilai tidak bijaksana. ”Hal itu diam-diam menyiratkan dukungan untuk pelaku kejahatan yang mungkin berperan dalam upaya genosida,” ungkap Marco Rubio, senator Partai Republik. Di konferensi Bank of America pada Kamis (10/9), CFO Disney Christine M. McCarthy sempat memberikan komentar singkat terkait dengan kontroversi itu.

Dia memaparkan, produksi di Xinjiang sebatas mendapat gambaran lanskap dan geografis Tiongkok yang akurat. Selebihnya, syuting dilakukan di Selandia Baru. McCarthy juga menilai, ucapan terima kasih di akhir film bukan sesuatu yang baru. ”Di Hollywood, memberikan credit pada pemerintah yang memberikan izin syuting adalah hal lazim,” tegasnya sebagaimana dikutip The New York Times.

Rentetan kontroversi –dari dukungan Liu Yifei pada kepolisian Hongkong hingga special thanks untuk pemerintah Xinjiang– membuat Mulan sulit meraup keuntungan di Tiongkok. Padahal, Disney memproyeksikan Negeri Panda itu sebagai penyumbang pendapatan terbesar Mulan. Di sana, film besutan sutradara Niki Caro itu tayang di bioskop sejak Jumat (11/9).

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:59

Perankan Suzzanna Lagi

JAKARTA– Luna Maya, 36, harus siap jika kelak image-nya lekat…

Jumat, 31 Januari 2020 11:45

Kepuasan Mengajar Yoga

Empat tahun terakhir, artis Wanda Hamidah, 42, aktif menjadi pengajar…

Jumat, 31 Januari 2020 11:29

Berakhir Sudah Cinta Segi Tiga Doel-Sarah-Zaenab

Kasdullah alias Doel akhirnya menjatuhkan pilihan setelah bertahun-tahun membuat penonton…

Kamis, 30 Januari 2020 14:48
Rilisan Teaser Trailer F9: The Fast Saga

Dom Fokus Asuh Anak

LOS ANGELES– Dominic Toretto atau biasa disapa Dom (Vin Diesel)…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Siapkan Kejutan Pembangkit Semangat

SEBAGAI suami, Sonny Septian berusaha melakukan yang terbaik untuk istrinya,…

Kamis, 30 Januari 2020 14:45

Saling Curhat Gebetan

KEDEKATAN penyanyi Brisia Jodie dan Arsy Widianto bukan sebatas rekan…

Kamis, 30 Januari 2020 14:43

Berteman sama Siapa pun

RUMOR hubungan spesial antara artis Luna Maya dan DJ asal…

Kamis, 30 Januari 2020 12:32

Pakai Masker di Keramaian

Luna Maya kini jadi lebih berhati-hati setelah membaca pemberitaan media…

Rabu, 29 Januari 2020 13:04

Tidak Bermaksud Rasis

PEDANGDUT Iis Dahlia lagi-lagi menjadi perbincangan di media sosial setelah…

Rabu, 29 Januari 2020 12:32

Bu Guru Geografi

ARTIS Tasya Kamila, 27, menjadi guru di salah satu aplikasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers