MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 14 September 2020 12:18
Ekonomi Tak Pasti, Menabung Menjadi Bekal Penting
ilustrasi

PROKAL.CO,

PENDAPATAN masyarakat terganggu. Mulai pengusaha, karyawan, pekerja informal, hingga seluruh lapisan masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi seperti ini, prioritas utama adalah dana tunai. Itulah yang bisa menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok. Namun, menabung alias saving harus tetap dilakukan.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menjelaskan bahwa pandemi mengakibatkan ketidakpastian. Artinya, risiko terhadap keuangan setiap individu juga semakin tinggi. Apalagi, sebagian masyarakat terkena PHK, terdampak pemotongan gaji, bisnis tutup, dan lain sebagainya.

Kebijakan-kebijakan pandemi itu mengakibatkan sumber penghasilan keluarga terganggu. ”Bagi yang kehilangan penghasilan, prioritas utama dari bujet adalah memenuhi kebutuhan hidup keluarga dari dana yang ada,” ujar Mike kemarin (13/9).

Menurut Rini, jika memiliki dana lebih, menabung sangat disarankan. Itu bisa mengantisipasi ketidakpastian. Dia menyebut investasi yang cukup tepat saat ini adalah deposito dan reksa dana pasar uang. ”Kalau ada surplus keuangan, boleh juga dicoba ORI untuk masa investasi tiga tahun. Investasi jangka panjang saat ini tepat masuk ke pasar modal karena IHSG turun,” tegasnya.

Sistem kerja work form home (WFH), lanjut Rini, seharusnya bisa memotong berbagai pos pengeluaran. Dengan demikian, masyarakat bisa memiliki keuangan surplus untuk digunakan sebagai dana darurat. ”Menghemat pos-pos pengeluaran yang tidak prioritas menjadi sangat perlu,” pungkasnya.

Sementara itu, analis pasar modal Hans Kwee menyoroti penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di DKI Jakarta. Kebijakan itu menjadi perhatian para pelaku pasar saham. Jika terlalu kaku, justru itu akan mengganggu pemulihan ekonomi yang terjadi. Begitu pula, jika dana asing terus mengalir keluar dan nilai tukar rupiah melemah, risiko bahwa saham akan terkoreksi lebih dalam meninggi.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers