MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 11 September 2020 12:24
Tetap Waspada Jaga Tren, Surplus karena Impor Turun

PROKAL.CO,

JAKARTA– Neraca dagang Indonesia periode Januari–Juli 2020 surplus USD 8,75 miliar atau setara dengan Rp 130,23 triliun. Namun, catatan itu tidak membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto berpuas diri. Surplus tersebut muncul gara-gara impor yang turun, bukan karena ekspor yang melesat.

Agus menyatakan, kinerja necara dagang Januari–Juli 2020 lebih baik jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Saat itu neraca dagang Indonesia defisit USD 2,15 miliar (sekitar Rp 32 triliun). ”Kita harus tetap waspada karena surplus disebabkan impor yang turun lebih dalam dari kinerja peningkatan ekspor,” ujarnya dalam rakornas Kadin kemarin (10/9).

Kinerja ekspor sepanjang Januari–Juli 2020 tercatat USD 90,12 miliar (sekitar Rp 1.344 triliun) atau turun 6,21 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, dalam periode tersebut kinerja impor tercatat USD 81,37 miliar (sekitar Rp 1.211 triliun) atau mengalami penurunan 17,17 persen bila dibandingkan dengan Januari–Juli 2019.

Menurut Agus, impor turun seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya pengendalian pandemi. Pembatasan itu mengakibatkan aktivitas industri terpaksa berhenti. ”Industri yang umumnya butuh bahan baku penolong maupun barang modal asal impor terpaksa berhenti beroperasi,” katanya.

Berkaca pada kinerja ekspor tersebut, Agus menegaskan bahwa upaya mendorong ekspor perlu terus dilakukan. Syaratnya adalah jeli melihat peluang salama masa pandemi ini. Hingga Juli lalu, menurut dia, ada beberapa negara yang kinerja ekspor nonmigasnya tetap tumbuh. Di antaranya, Tiongkok, Australia, Pakistan, dan Amerika Serikat (AS).

Produk ekspor nonmigas ke Tiongkok yang meningkat signifikan adalah stainless steel dan tembaga. Komoditas ekspor utama ke Australia adalah produk alumunium nitrat, emas, dan cocoa butter. Komoditas ekspor ke Pakistan adalah produk refined palm oil dan batu bara. Komoditas ekspor andalan ke AS adalah produk refined palm oil dan udang.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers