MANAGED BY:
JUMAT
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

HIBURAN

Jumat, 11 September 2020 12:21
Black Widow Junjung #MeToo

PROKAL.CO,

Aksi Natasha Romanoff alias Black Widow (Scarlett Johansson) telah lama dinanti. Black Widow banyak diidolakan karena mencerminkan sosok perempuan tangguh. Terlebih, film solo Black Widow itu bakal mengandung unsur feminisme. Begitulah yang dikatakan Johansson.

Dalam wawancara dengan Empire, Johansson mengatakan bahwa itu bakal merefleksikan gerakan #MeToo dan Time’s Up. Seperti yang diketahui, #MeToo adalah gerakan perlawanan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual. Gerakan itu mulai populer di Hollywood sejak kasus pelecehan seksual yang dilakukan Harvey Weinstein mencuat pada Oktober 2017.

Saat itu, banyak korban pelecehan seksual yang buka suara dengan menggunakan tagar #MeToo di media sosial. Sedangkan Time’s Up adalah gerakan perlawanan seksual yang digalakkan oleh para selebriti Hollywood atas respons terhadap kasus Weinstein dan #MeToo. Gerakan itu dibuat pada 1 Januari 2018.

’’Aku pikir film ini, secara khusus, sangat merefleksikan apa yang terjadi sehubungan dengan #MeToo dan Time’s Up,’’ kata Johansson. Aktris kelahiran New York City, 22 November 1984, itu menunjuk sutradara Black Widow, Cate Shortland, sebagai orang yang paling aware terhadap isu tersebut dalam film ini. ’’Sangat penting baginya membuat film tentang perempuan yang membantu perempuan lain, perempuan yang mendorong perempuan lain keluar dari situasi yang sangat sulit,’’ tegasnya.

Film solo Black Widow merupakan kisah prekuel yang terjadi antara Captain America: Civil War (2016) dan Avengers: Infinity War (2018). Film tersebut bakal menampilkan asal-usul Natasha, termasuk keluarga Rusia nonbiologisnya. Natasha akan berusaha menghancurkan Red Room. Itu merupakan sebuah organisasi yang melatihnya sebagai prajurit pembunuh.

Bersama Yelena Belova (Florence Pugh), Alexei Shostakov (David Harbour), dan Melina Vostokoff (Rachel Weisz), Natasha akan berhadapan dengan Taskmaster sebagai villain utama. ’’Seseorang bertanya kepadaku apakah Natasha seorang feminis. Tentu saja dia feminis, sudah jelas. Itu pertanyaan yang cukup konyol,’’ imbuh Johansson.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:59

Perankan Suzzanna Lagi

JAKARTA– Luna Maya, 36, harus siap jika kelak image-nya lekat…

Jumat, 31 Januari 2020 11:45

Kepuasan Mengajar Yoga

Empat tahun terakhir, artis Wanda Hamidah, 42, aktif menjadi pengajar…

Jumat, 31 Januari 2020 11:29

Berakhir Sudah Cinta Segi Tiga Doel-Sarah-Zaenab

Kasdullah alias Doel akhirnya menjatuhkan pilihan setelah bertahun-tahun membuat penonton…

Kamis, 30 Januari 2020 14:48
Rilisan Teaser Trailer F9: The Fast Saga

Dom Fokus Asuh Anak

LOS ANGELES– Dominic Toretto atau biasa disapa Dom (Vin Diesel)…

Kamis, 30 Januari 2020 14:47

Siapkan Kejutan Pembangkit Semangat

SEBAGAI suami, Sonny Septian berusaha melakukan yang terbaik untuk istrinya,…

Kamis, 30 Januari 2020 14:45

Saling Curhat Gebetan

KEDEKATAN penyanyi Brisia Jodie dan Arsy Widianto bukan sebatas rekan…

Kamis, 30 Januari 2020 14:43

Berteman sama Siapa pun

RUMOR hubungan spesial antara artis Luna Maya dan DJ asal…

Kamis, 30 Januari 2020 12:32

Pakai Masker di Keramaian

Luna Maya kini jadi lebih berhati-hati setelah membaca pemberitaan media…

Rabu, 29 Januari 2020 13:04

Tidak Bermaksud Rasis

PEDANGDUT Iis Dahlia lagi-lagi menjadi perbincangan di media sosial setelah…

Rabu, 29 Januari 2020 12:32

Bu Guru Geografi

ARTIS Tasya Kamila, 27, menjadi guru di salah satu aplikasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers