MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 10 September 2020 00:37
Gadis 12 Tahun yang Ditahan Polisi Hongkong
Tolak Bayar Denda, Pilih Jalur Hukum

PROKAL.CO,

HONGKONG – Namanya Pamela. Usianya baru 12 tahun. Namun, gadis kecil yang bahkan belum memiliki hak suara dalam pemilu itu harus merasakan perihnya mempertahankan demokrasi di Hongkong. Dia ditahan saat berjalan untuk membeli peralatan sekolah. Video penangkapannya kini viral. Sebab, polisi melakukan tindak kekerasan saat menangkap Pamela.

Dalam video yang diunggah The Guardian, tampak Pamela berjalan dengan kakaknya, Steven, di trotoar Mongkok. Saat itu banyak polisi yang berjaga di jalan karena ada aksi turun ke jalan untuk menentang diundurnya jadwal pemilu parlemen. Mereka menyuruh dua bersaudara itu berhenti dan diam. ’’Saya takut. Mereka menyuruh kami diam. Tapi, saya panik dan lari,’’ ujar Pamela saat diwawancarai i-Cable.

Saat itulah seorang polisi antihuru-hara menghentikan langkahnya dengan tongkat dan melumpuhkannya ke tanah. Beberapa polisi lainnya membantu. Jurnalis dan orang-orang di sekitar lokasi diminta menyingkir. Steven berusaha membantu adiknya, tetapi ikut dilumpuhkan ke tanah. Mereka berdua kini dirawat di Kwong Wah Hospital dengan luka ringan.

Mereka tidak lolos begitu saja. Polisi memberi surat denda yang menyatakan telah melanggar aturan jaga jarak. Yakni, dilarang berkumpul lebih dari dua orang. Ibu Pamela tidak bisa menerima. Menurut dia, anaknya tidak bersalah karena tidak ikut aksi massa dan hanya membeli peralatan seni untuk tugas sekolah. Mereka menolak membayar denda dan memilih bertarung di pengadilan.

 

Gara-gara video viral tersebut, polisi Hongkong menuai kecaman. Dulu polisi Hongkong terkenal sebagai salah satu yang terbaik dan tersabar. Namun, gambaran itu tercoreng belakangan ini. Terutama sejak Tiongkok berupaya mengendalikan wilayah otonomi khusus tersebut. Dalam salah satu jajak pendapat, dukungan penduduk untuk polisi turun drastis. Pada 2017, polisi mendapat dukungan 66,9 persen, sedangkan tahun ini hanya 36,8 persen.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 11:17

Kandidat Pemimpin WTO Ditolak AS

JENEWA– Masalah kepemimpinan World Trade Organization (WTO) masih belum menemukan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:55

Imbas Lonjakan Kasus Covid-19, Prancis dan Jerman Lockdown Lagi

PARIS– Prancis dan Jerman mengambil keputusan sulit. Dua negara dengan…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:10

Prayuth Tolak Mundur sebagai PM, Ingin Lanjutkan Amandemen Konstitusi

BANGKOK– Mundur bukanlah pilihan. Itu sama saja dengan melarikan diri…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:05

TikTok Ekspansi Eropa dan Asia

BEIJING– Pengelola platform media sosial video TikTok terus menentang tekanan…

Rabu, 28 Oktober 2020 16:38

Didukung Suara Mayoritas Senat, Amy Barrett Disumpah Hakim Agung

WASHINGTON DC– Senin (26/10) Presiden AS Donald Trump telah membuat…

Rabu, 28 Oktober 2020 10:06

Terkait Naiknya Sebaran Covid-19 di LA, Lakers Jadi Kambing Hitam

LOS ANGELES – Persebaran Covid-19 kembali pesat beberapa minggu terakhir…

Selasa, 27 Oktober 2020 14:14

Produk Prancis Diboikot, Presiden Macron Dikecam

PARIS– Di sejumlah negara di Timur Tengah, produk-produk Prancis menghilang…

Selasa, 27 Oktober 2020 12:02

Molave Hantam Filipina, 12 Nelayan Hilang

MANILA– Badai kembali menerjang Filipina. Ribuan penduduk terpaksa mengungsi akibat…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:59

Desakan Muhyiddin Mundur Menguat

KUALA LUMPUR- Muhyiddin Yassin berada dalam tekanan. Banyak pihak yang…

Senin, 26 Oktober 2020 13:54

Habis-habisan Kejar Target Suara, Sehari, Trump Datangi Tiga Swing State

WASHINGTON DC– Presiden AS Donald Trump terlihat berupaya mati-matian. Menjelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers