MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 09 September 2020 12:39
WFO, ASN Kerja Berdasarkan Kategori Zonasi Risiko Wilayah
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Pemerintah kembali mengatur sistem kerja pada aparatur sipil negara (ASN) dalam tatanan normal baru. ASN yang berada di zona wilayah merah, maksimal hanya 25 persen yang dibolehkan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) setiap harinya.

Ketentuan baru tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. 67/2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 soal sistem kerja ASN dalam Tatanan Normal Baru. Di mana, sistem kerja baru terkait kehadiran jumlah pegawai WFO berdasarkan kategori zonasi risiko kabupaten/kota.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan, hal ini perlu dilakukan guna mengurangi risiko penularan Covid-19 di lingkungan kantor instansi pemerintah. ”Perubahan surat edaran ini dilakukan dengan memperhatikan status penyebaran Covid-19 di Indonesia,” ujar Tjahjo, kemarin (7/9).

Dalam SE tersebut, kata dia, secara jelas diatur bahwa instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori tidak terdampak/zona hijau, maka jumlah pegawai yang dapat melaksanakan tugas kedinasan di kantor (WFO) bisa mencapai 100 persen. Sementara, untuk wilayah berkategori risiko rendah/zona kuning, jumlah ASN yang melaksanakan WFO paling banyak 75 persen dari total pegawai.

Sedangkan, instansi pemerintah pada wilayah berkategori risiko sedang/zona orange, maka hanya 50 persen ASN yang dibolehkan melakukan WFO tiap harinya. Untuk yang berada di wilayah berisiko tinggi/zona merah, jumlah pegawai yang WFO paling banyak 25 persen.

Pengaturan ini, lanjut dia, akan dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dengan memperhatikan jumlah pegawai yang melaksanakan WFO maupun bekerja di rumah berdasarkan data zonasi risiko Satgas Penanganan Covid-19. Seperti diketahui, kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran Covid-19 terbagi menjadi empat yakni tidak terdampak, rendah, sedang, dan tinggi.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 12:05

Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Sudah 237 Kasus, Naik Pasca-Penetapan Paslon

JAKARTA - Intensitas pelaporan terhadap penyelenggara dan pengawas pilkada terus…

Selasa, 20 Oktober 2020 11:09

Kapolda soal Cai Changpan, Diduga Gantung Diri karena Terdesak

JAKARTA– Motif gantung diri Cai Changpan alias Antoni alias Cai…

Senin, 19 Oktober 2020 16:51

MJO dan La Nina Aktif, Waspada Hujan Lebat Sepekan Kedepan

JAKARTA–Kombinasi fenomena suhu lautan La Nina intensitas sedang (moderate) di…

Senin, 19 Oktober 2020 16:49

Kasus Cai Changpan, Motif Gantung Diri Misterius

JAKARTA– Kabar tewasnya narapidana (napi) asing asal Tiongkok, Cai Changpan…

Senin, 19 Oktober 2020 16:48

Lembaga Penyiaran Semakin Tidak Terkontrol

JAKARTA—UU Cipta Kerja (Ciptaker) menghapus banyak item dari UU 32…

Senin, 19 Oktober 2020 15:55

Menkes Kurang Dipercaya Publik, Angka Kepercayaan Masih di bawah 50 persen

JAKARTA- Kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto terus menjadi…

Senin, 19 Oktober 2020 12:08

Imunisasi Harus Jalan Terus

Sekalipun pandemi, imunisasi rutin harus jalan terus. Jika cakupan imunisasi…

Senin, 19 Oktober 2020 12:07

MUI Dapat Menjadi Rujukan

Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama masa pandemi Covid-19 sangat…

Senin, 19 Oktober 2020 11:15

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Tahap Satu Sudah Selesai

JAKARTA - Uji klinik tahap 3 vaksin Covid-19 dari Sinovac…

Sabtu, 17 Oktober 2020 13:00

Dewas KPK Tolak Mobis Dinas Baru

Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas   JAKARTA, Jawa Pos…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers