MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 09 September 2020 12:11
Suap Djoko Tjandra Juga Diduga Mengalir ke Adik Jaksa Pinangki
Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami dugaan aliran suap ke adik Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Pungki Primarini, yang diberikan dari Djoko Tjandra. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PROKAL.CO,

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami dugaan aliran suap ke adik Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Pungki Primarini, yang diberikan dari Djoko Tjandra. Dugaan ini masih ditelusuri oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

“Mungkin ada aliran uang ke rekening adiknya. Tapi belum dipastikan berapa jumlahnya,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah di kantornya, Selasa (8/9). Diduga rekening Pungki sebagai penampungan uang Jaksa Pinangki. Namun hal ini masih di dalami Korps Adhyaksa. “Diduga menggunakan rekening adiknya untuk menampung uang,” cetus Febrie.

Seperti diketahui, Pungki telah diperiksa sebanyak dua kali oleh penyidik Jampidsus Kejagung. Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis, 3 September 2020 dan Senin, 7 September 2020. Pemeriksaan Pungki terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait sangkaan Jaksa Pinangki. “Penyidik masih memeriksa adiknya tapi belum tuntas,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kejagung lebih dahulu menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dugaan penerima suap sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra untuk membantu proses pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Sebagai penerima suap, Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pinangki juga telah dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pengurusan fatwa MA itu diduga merupakan permintaan dari Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi terkait hukuman yang dijatuhkan hakim atas kasus korupsi hak tagih (cassie) Bank Bali.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 12:05

Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Sudah 237 Kasus, Naik Pasca-Penetapan Paslon

JAKARTA - Intensitas pelaporan terhadap penyelenggara dan pengawas pilkada terus…

Selasa, 20 Oktober 2020 11:09

Kapolda soal Cai Changpan, Diduga Gantung Diri karena Terdesak

JAKARTA– Motif gantung diri Cai Changpan alias Antoni alias Cai…

Senin, 19 Oktober 2020 16:51

MJO dan La Nina Aktif, Waspada Hujan Lebat Sepekan Kedepan

JAKARTA–Kombinasi fenomena suhu lautan La Nina intensitas sedang (moderate) di…

Senin, 19 Oktober 2020 16:49

Kasus Cai Changpan, Motif Gantung Diri Misterius

JAKARTA– Kabar tewasnya narapidana (napi) asing asal Tiongkok, Cai Changpan…

Senin, 19 Oktober 2020 16:48

Lembaga Penyiaran Semakin Tidak Terkontrol

JAKARTA—UU Cipta Kerja (Ciptaker) menghapus banyak item dari UU 32…

Senin, 19 Oktober 2020 15:55

Menkes Kurang Dipercaya Publik, Angka Kepercayaan Masih di bawah 50 persen

JAKARTA- Kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto terus menjadi…

Senin, 19 Oktober 2020 12:08

Imunisasi Harus Jalan Terus

Sekalipun pandemi, imunisasi rutin harus jalan terus. Jika cakupan imunisasi…

Senin, 19 Oktober 2020 12:07

MUI Dapat Menjadi Rujukan

Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama masa pandemi Covid-19 sangat…

Senin, 19 Oktober 2020 11:15

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Tahap Satu Sudah Selesai

JAKARTA - Uji klinik tahap 3 vaksin Covid-19 dari Sinovac…

Sabtu, 17 Oktober 2020 13:00

Dewas KPK Tolak Mobis Dinas Baru

Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas   JAKARTA, Jawa Pos…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers