MANAGED BY:
SABTU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 01 September 2020 13:11
MAKI: Teman Dekat Pinangki Layak Jadi Tersangka

Diduga Memfasilitasi Hadiah dari Djoko Tjandra

Jaksa Pinangki

PROKAL.CO,

JAKARTA– Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penanganan kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari makin kuat. Bahkan, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) telah menyurati Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka meminta Ke-jagung membuka diri dengan melibatkan KPK.

”Agar Kejagung menerima dengan tulus dan tangan terbuka atas kehadiran KPK dalam menjalankan tugas supervisi dan koordinasi,” ungkap Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Untuk membuktikan Kejagung tidak punya beban dalam menyidik Pinangki, Boyamin menyatakan, bila perlu KPK mengambil alih proses hukumnya. ”Harus bersedia diambil alih penanganan perkara aquo apabila KPK menghendakinya,” jelas dia. Sebagai lembaga penegak hukum yang berkonsentrasi menangani kasus korupsi, dia yakin, KPK mampu. Aturan dan ketentuan yang berlaku juga sudah membolehkan KPK mengambil alih penanganan kasus ter-sebut.

Kejagung juga bisa menghadirkan KPK untuk membantu mereka terkait alat bukti elektronik. Baik itu sadapan maupun rekaman dari operator jaringan telepon seluler. Sebab, kata Boyamin, hanya KPK yang mempunyai wewenang untuk mendapat sadapan atau rekaman provider telepon seluler untuk dijadikan alat bukti. ”Bantuan KPK terkait hasil sadapan atau rekaman dapat digunakan penyidik Kejagung,” beber dia.

Dengan begitu, mereka lebih mudah mengembangkan pengusutan kasus Pinangki. Itu penting mengingat kasus Pinangki bisa saja menyeret nama-nama lain. Dia menyebut saksi AIJ. Menurut Boyamin, saksi tersebut sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Boyamin memang tidak bersedia membuka nama lengkap AIJ. Namun, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung sudah pernah memanggil seorang saksi bernama Andi Irfan Jaya. Menurut Kejagung, saksi tersebut merupakan teman dekat Pinangki. Sedangkan informasi yang diterima MAKI, saksi itu turut memfasilitasi Pinangki mendapatkan hadiah atau janji dari Djoko Tjandra.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menyampaikan bahwa penyidik JAM Pidsus Kejagung tidak bisa diintervensi. Apalagi terkait penetapan tersangka. Namun, dia membenarkan bahwa Andi Irfan Jaya pernah diperiksa. ”Total jumlah saksi sampai dengan hari ini (kemarin, Red) sekitar 12 orang,” ungkap Kapuspenkum Kejagung.

Kemarin, lanjut dia, pihaknya memeriksa tujuh saksi terkait kasus Pinangki. Termasuk di antaranya Djoko Tjandra yang juga sudah menjadi tersangka. Selain itu, Anita Kolopaking juga diperiksa. Pun demikian dengan sopir Pinangki. ”Tentu pemeriksaan terhadap orang-orang tadi dikaitkan dengan pasal sangkaan terhadap para tersangka,” jelasnya Yakni, penerima suap serta pemberi suap.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:14
Dari Duel Akbar UFC 254

Hapus Keraguan

Duel UFC 254 Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje bakal berlangsung…

Jumat, 23 Oktober 2020 22:00

Kaltim Kebagian Jatah 2,25 Juta Vaksin Covid-19, IDI: Vaksinasi Harus Hati-Hati

SAMARINIDA - Pemerintah menargetkan bulan depan sudah bisa memulai vaksinasi…

Jumat, 23 Oktober 2020 21:00

Hilirisasi Batu Bara Berat, Kata Pengusaha Ngga Menguntungkan..!!

Hilirisasi dianggap penting bagi negara untuk meningkatkan nilai tambah batu…

Jumat, 23 Oktober 2020 21:00

Banjir dan Covid-19 Prioritas Belanja Pemprov Kaltim 2021

SAMARINDA­–Angka APBD Kaltim 2021 mendekati final. Utak-atik komposisi belanja dan…

Jumat, 23 Oktober 2020 13:59

Jaga Inflasi Jangan Terlalu Rendah, Serapan PEN dari Pemda Masih Minim

JAKARTA – Pemerintah jungkir balik untuk menjaga daya beli masyarakat…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:35

Pembangunan Tol Samarinda Bontang, Gubernur Isran : Ada 4 BUMN yang Diberikan Tugas

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkapkan ada…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:03

Royalti Tambang Hilang, Gubernur Tak Tuntut Pusat, Yakin Ada Kebijakan Lain

Kontribusi Kaltim untuk negara dari sektor pertambangan batu bara saat…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:02

Daerah Bersiap Hadapi Libur Panjang, Waspadai Peningkatan Kasus Covid-19

JAKARTA–Libur panjang pada akhir bulan ini dikhawatirkan akan meningkatkan kasus…

Kamis, 22 Oktober 2020 17:01

Presiden Segera Teken UU Ciptaker

LINGKARAN petinggi istana akhirnya bersuara tentang perkembangan pengesahan Undang-Undang Cipta…

Kamis, 22 Oktober 2020 16:59

Korupsi, Ahli Waris Tanggung Kerugian Negara

SAMARINDA–Pemulihan kerugian negara tak dapat terpisahkan dalam pemberantasan korupsi. Menyeret…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers