MANAGED BY:
SELASA
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 13 Agustus 2020 12:11
Infrastruktur Masih Sulit, Dilema Anak Susah Belajar Daring
-ilustrasi

Tak dimungkiri, belajar jarak jauh membuat banyak orangtua gagap untuk mendampingi anaknya belajar. Parahnya, metode daring di Samarinda justru tak ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

 

SAMARINDA–Sepakan tim yang diturunkan Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda mendata seluruh sekolah, dari jenjang SD sampai SMP. Hasilnya, ribuan anak tercatat berada di ekonomi yang tak mumpuni.

Dari data yang dihimpun Disdik, 6,7 persen pelajar di ibu kota Kaltim tidak memiliki gawai yang berstandar khusus pembelajaran jarak jauh, atau smartphone. “Bujur (benar dalam bahasa Banjar) itu. Sekitar enam sampai tujuh ribu anak didik kita ini masih enggak punya smartphone,” ungkap Kepala Disdik Samarinda Asli Nuryadin yang dikonfirmasi, (12/8). Keluh kesah kondisi anak didik jenjang SD–SMP yang masih kesulitan belajar itu disebut Asli sudah disampaikan ke Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

“Sudah disampaikan semua. Tanyakan aja ke TAPD,” ujar Asli. Jika diamini, tak menutup kemungkinan anak-anak yang belum memiliki ponsel standar belajar daring bisa memiliki smartphone. “Tapi kan harus dihitung lagi. Yang sekolah pinggiran kesulitan jaringan (blank spot) enggak mungkin dibelikan. Percuma, ada handphone tapi sulit internet,” tambahnya. Asli tak memungkiri, infrastruktur penunjang pendidikan di Samarinda belum memadai. Sehingga, sekolah pinggiran masih sulit terjangkau akses internet. Makroman, Bantuas, Berambai, Loa Kumbar, dan Bukit Pinang, jadi titik yang cukup sulit.

Meski tidak seluruhnya dari lima kecamatan tersebut kesulitan akses internet, namun ada sekolah yang di daerah itu benar-benar terdampak tak ada jaringan. Dia bahkan sudah menyurvei lokasi-lokasi tersebut dan memang cukup kesulitan. “Ya kalau untuk belajar daring itu memang sulit, ding (saudara dalam bahasa Banjar),” sambung pria kelahiran Loa Kumbar itu.

Skema yang tepat untuk penanganan di kawasan tersebut adalah guru kunjung. Namun, metode itu juga tak bisa ujuk-ujuk dilakukan. Pasalnya, mesti menentukan tempat dan batasan peserta. Asli meminta jangan sampai terlalu banyak. Atau bisa dilakukan dengan bergantian. Maksimal 15 anak. Dan itu ada syarat, harus ada persetujuan orangtua. Waktu belajar maksimal 20–25 menit. “Tapi kan nanti ada aja masalah. Ketika anaknya niat belajar, orangtuanya yang takut. Jadi serba-dilema pokoknya,” jelas dia.

Asli menyebut, dalam waktu dekat, Disdik bakal hearing bersama dewan untuk membahas permasalahan belajar jarak jauh yang kerap menjadi kendala di Kota Tepian. (dra2/k8)


BACA JUGA

Senin, 06 Desember 2021 23:29

Jembatan Mahakam Hanya Ditutup 9 Jam, Fokus Pengecekan Kabel dan Baut

Mulai Sabtu (5/12) hingga Minggu (12/12), Jembatan Mahakam IV yang…

Senin, 06 Desember 2021 23:26

Perkelahian Pelajar yang Viral Berakhir Damai, Orangtua Sepakat Diselesaikan di Masing-Masing Sekolah

SAMARINDA–Perkelahian tiga sekolah di Palaran yang sempat viral di media…

Senin, 06 Desember 2021 23:21

Dorong PDPAU Kelola Digitalisasi Kios Inflasi Samarinda, “Biar Masyarakat Bisa Memantau”

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berinovasi, salah satunya program…

Senin, 06 Desember 2021 23:11
Berharap Dukungan Anggaran Provinsi dan Pusat

Defisit Rp 200 Miliar, Bappeda Samarinda Anggap Wajar

SAMARINDA–Dalam kesepakatan APBD 2022 antara pemkot dan DPRD Samarinda pada…

Senin, 06 Desember 2021 13:10

Pengurus IKA Teknik Pertambangan Dilantik, Ini Harapan Rektor Unmul

SAMARINDA - Rektor Universitas Mulawarman Prof H Masjaya menekankan peran…

Senin, 06 Desember 2021 09:37
DPW Gelora Kaltim Gelar Literasi Festival AMI 

Gandeng Semua Kader Gelora, Karena Partai Rakyat Semua Kalangan

SAMARINDA- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia (Gelora) Kaltim…

Sabtu, 04 Desember 2021 12:43

Nikmati Lanskap Samarinda dari Banana 

SAMARINDA-Memulai bisnis makanan (food and beverage/F&B) di tengah pandemi memang…

Sabtu, 04 Desember 2021 12:03

Segmen Gang Nibung Tertunda, "Ini Lebih Baik daripada Memaksakan"

Persoalan sosial acap kali jadi hambatan pembangunan di Kota Tepian.…

Sabtu, 04 Desember 2021 12:02

Geser Hari Libur Nataru, Disdik Terbitkan Edaran Jadwal KBM Terbaru

SAMARINDA–Lewat Surat Edaran (SE) Nomor 421.3/8852/100.01 tentang Perubahan Jadwal Pembagian…

Sabtu, 04 Desember 2021 12:01

Sarana dan Prasarana Pendidikan Belum Merata

SAMARINDA–Sistem zonasi pendidikan memangkas jarak para pelajar dengan sekolah. Kendati…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers