MANAGED BY:
MINGGU
27 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Selasa, 11 Agustus 2020 11:16
101 Hari tanpa Penularan Lokal, Selandia Baru Tetap Waspadai Gelombang Kedua
Hingga Senin (10/8), tercatat tidak ada penularan lokal selama 101 hari Selandia Baru.

PROKAL.CO,

WELLINGTON– Selandia Baru patut menjadi percontohan. Saat negara-negara lain kewalahan menghadapi kenaikan angka penularan Covid-19, mereka justru terus mengalami penurunan. Hingga kemarin (10/8), tercatat tidak ada penularan lokal selama 101 hari di negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern tersebut.

Penularan lokal adalah kemunculan virus di masyarakat yang sumber awalnya tidak diketahui. Sebanyak 23 pasien positif adalah mereka yang baru pulang dari luar negeri. Semuanya kini dikarantina di fasilitas milik pemerintah.

Kemarin tidak ada pula penambahan kasus baru. Total, terdapat 1.569 kasus dan 22 kematian di Selandia Baru. ’’Kita tidak boleh berpuas diri lebih dulu,’’ tutur Dirjen Kesehatan Selandia Baru Dr Ashley Bloomfield sebagaimana dikutip The Guardian.

Dia mengungkapkan, di berbagai negara saat ini terjadi penularan gelombang kedua. Virus muncul dan menyebar dengan cepat ke wilayah-wilayah yang penularannya telah terkontrol. Itulah yang ingin dihindari pemerintah Selandia Baru. ’’Kita tetap harus waspada,’’ tegas PM Ardern.

Masih tetap ada risiko terjadinya lonjakan lagi. Vietnam adalah contoh nyata negara yang sebelumnya benar-benar terkontrol tiba-tiba dilanda penularan gelombang kedua. Pasien Covid-19 muncul di Da Nang dan menular dengan cepat. Orang pertama penyebab penularan lokal itu tidak pernah keluar dari kota tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Sumber penularan tidak diketahui.

Tidak adanya penularan lokal menjadi kabar baik bagi penduduk. Artinya, pembatasan bagi mereka dapat lebih longgar. Penduduk bisa kembali hidup normal tanpa menjaga jarak ataupun memakai masker. Meski begitu, kontrol di setiap perbatasan masih tetap sangat ketat.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 14 September 2020 12:25

Kroni Trump Intervensi Laporan Covid-19

WASHINGTON DC– Borok dari rezim Presiden AS Donald Trump kembali…

Senin, 14 September 2020 11:53

Distribusi Vaksin Jadi Tantangan Tersendiri

VAKSIN Covid-19 sudah hampir jadi. Produksi masal juga bukan masalah…

Kamis, 10 September 2020 00:40

Julian Assange Kembali Jalani Sidang Ekstradisi

LONDON– Pengadilan Kriminal Pusat London, Inggris, disatroni massa kemarin (7/9).…

Kamis, 10 September 2020 00:37
Gadis 12 Tahun yang Ditahan Polisi Hongkong

Tolak Bayar Denda, Pilih Jalur Hukum

HONGKONG – Namanya Pamela. Usianya baru 12 tahun. Namun, gadis…

Rabu, 09 September 2020 14:15

Arab Saudi Tutup Kasus Khashoggi, Dakwaan Dirahasiakan, Tak Ada Vonis Mati

RIYADH– Pengadilan Arab Saudi akhirnya mengetok putusan terhadap terdakwa pembunuhan…

Rabu, 09 September 2020 12:20

Michelle Obama Bagi-Bagi Tip Cinta

DARI nyaris 28 tahun pernikahannya dengan Barack Obama, Michelle Obama…

Selasa, 08 September 2020 10:57

Xi Jinping Tanggapi Keras Sikap Agresif Amerika

BEIJING – Amerika Serikat terus memojokkan Tiongkok dalam semua kebijakan.…

Senin, 07 September 2020 14:25

Tak Tahan Dirundung Ayah, ARMY Turki Akhiri Hidup

Tagar #RestInPeace menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Sabtu…

Senin, 07 September 2020 14:16

Kaavan, Gajah Paling Kesepian Itu Akhirnya Bakal Dapat Teman

ISLAMABAD- Kaavan akan pindah. Gajah yang selama 35 tahun terakhir…

Senin, 07 September 2020 13:47

WHO Sindir Rusia soal Vaksin yang Belum Aman

VAKSIN virus corona yang ditemukan Rusia diklaim menghasilkan respons antibodi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers