MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 03 Agustus 2020 11:47
Dilema Belajar Online, Guru dan Orangtua Dituntut Saling Sesuaikan Kondisi
MANDIRI: Siswa harus terbiasa memahami materi yang diberikan oleh guru secara mandiri. Jika belum paham, video bisa diputar berkali-kali sebelum mengajukan pertanyaan.

PROKAL.CO,

Pandemi virus corona memaksa masyarakat beraktivitas lain dari biasanya. Imbauan jaga jarak, hingga jaga kebersihan dengan masker dan cuci tangan dianjurkan. Lembaga pendidikan pun menerapkan kegiatan belajar daring (dalam jaringan). Seiring berjalannya metode tersebut, banyak ditemui keluhan. Baik dari orangtua murid dan guru.

BELAJAR secara daring menghadirkan polemik. Ada yang mendukung karena khawatir buah hati terpapar virus corona, namun sebagian orangtua mengeluh karena harus menjadi “guru” dadakan buat anak mereka. Apalagi yang baru mengenyam bangku pendidikan, musti mendampingi berjam-jam di depan telepon pintar. 

“Ada tiga model supporting pendidikan, normalnya dari pemerintah, masyarakat lalu keluarga. Yang dua sekarang macet, peran besar sekarang ada di keluarga. Dengan kondisi darurat begini, diterapkan belajar dengan menggunakan teknologi informasi dan jaringan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Samarinda Asli Nuryadin, tengah pekan lalu.

Definisi jaringan disebutkan Asli ada beberapa tingkatan lagi. Idealnya anak harus punya layar di rumah, baik komputer atau laptop yang terhubung dengan jaringan. Namun, kondisi orangtua tidak semua memungkinkan. Digunakanlah smartphone yang lebih akrab dengan masyarakat. Namun juga memiliki kekurangan, layarnya yang kecil tentu tidak diperuntukkan jangka lama.

“Jangan terlalu lama juga menatap layar handphone karena tidak baik untuk kesehatan mata anak juga,” sebutnya. Berbagai kendala ditemui di lapangan. Seperti mereka yang sudah stabil dengan fasilitas handphone memadai dan kuota internet. Ada pula yang memiliki perangkat namun tak ada kuota, hingga tak memiliki keduanya.

Dengan kondisi pandemi, diberlakukan pula kurikulum darurat. Sebab, tidak bisa seperti biasanya. Kendala lain juga disebutkan Asli seperti orangtua yang hanya memiliki satu perangkat namun memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Juli 2021 12:51

Noerhayati, Jalankan Usaha dengan Cinta

Bukan berangkat dari hobi, namun dari hati. Mengembangkan usaha perawatan…

Jumat, 23 Juli 2021 12:50

Profesional dan Kedepankan Kenyamanan

LAYANAN perawatan kecantikan mulai ujung rambut hingga ujung kaki mulai…

Jumat, 23 Juli 2021 12:46

Terus Edukasi, Pendekatan dengan Kolaborasi

SELAMA lima tahun memimpin CIMB Niaga Syariah Samarinda, Mona Riyanti…

Jumat, 16 Juli 2021 13:13

Pasien Covid-19 Varian Delta Paling Sering Rasakan Gejala Sakit Kepala

 Covid-19 varian Delta memang menunjukkan gejala unik dan berbeda dari…

Selasa, 13 Juli 2021 11:59

Ini Dia...Apriyanto, Model Asal Bontang di Video Klip Raisa

BONTANG-Sebuah hubungan tengah dijalani bersama sang kekasih. Mereka sudah saling…

Selasa, 13 Juli 2021 11:58

Kalau Jodohku, Langsung Aja Kita Gas

Asrinda Basri, perempuan kelahiran Tenggarong, 3 Juli 1997 silam itu…

Selasa, 13 Juli 2021 11:49
Inovasi dan Kreasi Rasa ala Aston

Nasi Rendang dan Sup Bihun

Asupan gizi cukup dan terpenuhi jadi hal wajib selama pandemi.…

Selasa, 13 Juli 2021 11:45

Cake Rasa Nusantara, Minuman Hits Kekinian

APA jadinya makanan tradisional diubah menjadi cake atau kue? Inilah…

Selasa, 13 Juli 2021 11:44

Jaga Attitude, Beri Hasil Memuaskan

MASIH hangat di ingatan Leory Feitya setelah mengikuti berbagai kursus…

Selasa, 13 Juli 2021 11:42

Kembangkan Hobi jadi Bisnis Sejak Belia

Sejak umur lima, Leory dengan riang berlenggak-lenggok di atas panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers