MANAGED BY:
JUMAT
14 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 30 Juli 2020 11:12
Minta Polisi Tegas dan Hukuman Jangan Ditangguhkan
BERTANDANG: Peduli terhadap kasus yang menimpa salah satu remaja di Samarinda, beberapa tokoh masyarakat bertandang ke Polresta Samarinda untuk memberikan dukungan kepolisian agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Kasus rudapaksa yang dilakukan ayah kandung ke putrinya tengah jadi sorotan masyarakat Kota Tepian. Sosok ayah yang seharusnya menjadi pelindung, baik berstatus kandung ataupun tiri, malah bak jadi “monster” dalam keluarga.

Kasus yang menjerat Donjuan–bukan nama sebenarnya–menjadi sorotan kembali. Informasi yang diperoleh awak media, status penahanan Donjuan diminta untuk ditangguhkan. Surat tersebut melampirkan tanda tangan beberapa ketua ormas di bagian lampiran pada lembar kedua surat. Rencananya, ditujukan ke kapolresta Samarinda. Namun, tak semua setuju dengan adanya surat tersebut.

Kemarin (29/7), beberapa orang yang solidaritas dengan kasus itu bertandang ke Polresta Samarinda. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada kepolisian agar proses hukum berjalan tanpa ada intervensi. Massa juga menolak adanya surat untuk penangguhan tersebut. Termasuk hanya memberlakukan hukum adat.

Kuasa hukum korban Abraham Ingan merasa kecewa atas perbuatan pelaku. "Yang mengatasnamakan aliansi ormas daerah itu hanya datang berbicara kepentingan pelaku, dan tidak ada yang mendengar sisi korban," ujar Abraham. Padahal, kasus rudapaksa terlebih dalam lingkungan keluarga adalah perbuatan yang mencoreng. Baik dari sisi agama, sosial, maupun adat. Dia menilai, penindakan hukum bisa berjalan dengan tegas sesuai prosedur yang berlaku. Serta tanpa intervensi. "Kami sampaikan ke kepolisian, jangan ada lembaga atau organisasi di luar penegak hukum mengintervensi, proses hukum ini sampai tuntas," tegasnya.

Terkait kondisi korban, saat ini Cantik–nama disamarkan–tengah menjalani pendampingan dan perlindungan. Untuk mengurangi trauma setelah mendapat perlakuan tak senonoh dari orangtuanya sendiri. "Kami utamakan untuk pemulihan psikologi korban, kami bekerja sama dengan lembaga perlindungan perempuan untuk memberikan rasa aman juga ke korban," ucapnya.

Ditemui di ruangan terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah yang turut menerima warga mengatakan, pihaknya menerima setiap masukan dari masyarakat. "Intinya kami mendengarkan, mengamati, kemudian bahan masukan," ujar Yuliansyah. Meski ada surat penangguhan yang telah dilayangkan, perwira menengah melati satu itu menegaskan proses hukum tetap berlanjut. Pemberkasan untuk melanjutkan ke tahap hukum selanjutnya saat ini dikebut penyidik. “Semuanya tetap sesuai proses hukum yang berlaku,” kuncinya. (*/dad/dra/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers