MANAGED BY:
JUMAT
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Selasa, 28 Juli 2020 12:06
Menyoal Sampah Plastik di Tengah Pandemi

Beberapa aturan baru berkaitan dengan AKB membuat potensi sampah plastik sekali makan tetap tinggi. Semisal, pada aktivitas di rumah makan/restoran yang masih memprioritaskan pada pelayanan take away ketimbang makan di tempat. Beberapa gerai makanan juga lebih menggunakan peralatan sekali pakai bagi pelanggan atas dasar higienitas.

Pada kegiatan seperti hajatan pernikahan atau rapat, potensi sampah diprediksi meningkat tajam. Aturan seperti pelarangan penyediaan makanan secara prasmanan akan membuat makin meningkatnya penggunaan produk plastik sekali pakai. Bisa dibayangkan bila dalam sebuah event yang mengundang sekitar seribu orang dalam satu hari, akan berapa banyak timbulan sampah plastik yang bisa dihasilkan.

Sebelum pandemi, upaya pengurangan penggunaan produk plastik sekali pakai gencar dilakukan. Apalagi dengan viral dan masifnya kasus global pencemaran laut akibat sampah plastik. Beberapa kebijakan pemerintah dijalankan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Salah satunya dengan membuat larangan penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional dan pusat perbelanjaan seperti yang dilakukan Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Bali, dan baru-baru ini di DKI Jakarta.

Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi pencemaran lingkungan yang dihasilkan sampah plastik. Namun, adanya wabah Covid-19 membawa tekanan tersendiri terhadap timbulan sampah yang meningkat, apalagi dengan dibenturkan dengan alasan menjaga kebersihan dan kesehatan. 

Lalu, apa yang harus dilakukan? Salah satu upaya mengurai krisis plastik yaitu dengan menerapkan gaya hidup minim sampah (zero waste). Apa itu? Dikutip dari laman zerowaste.id, zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup demi mendorong siklus hidup sumber daya sehingga produk-produk bisa digunakan kembali.

Zero waste juga soal menjauhi single use plastic atau plastik yang hanya digunakan sekali. Tujuannya adalah agar sampah tidak dikirim ke tempat pemrosesan akhir sampah.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2020 11:27

Pagebluk: Adanya seperti Tiadanya

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 10 September 2020 11:42

Pengalaman Melawan Covid-19

  R i s w a d i (Sekretaris Pengurus…

Jumat, 04 September 2020 14:02

Bu Tejo dan Kita

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 04 September 2020 13:37

Milenial dan Gig Economy, Secercah Harapan Melawan Resesi Imbas Pandemi

Muhamad Fadhol Tamimy, SPsi Penulis Buku Sharing Mu Personal Branding…

Sabtu, 29 Agustus 2020 10:52

Alip Terhormat dengan Sederhana

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 28 Agustus 2020 13:04

Membangun Budaya Merdeka Menuju Indonesia Bahagia

Kristoforus Gustian,  Kepala SMA Katolik Santo Fransiskus Assisi Samarinda  …

Jumat, 28 Agustus 2020 11:31

Kekuatan Keluarga di Masa Pandemi

Maradona Sirajuddin, SPd MPd Dosen Universitas Mulawarman   Banyak yang…

Rabu, 19 Agustus 2020 11:06

Indonesia Sudah 75 Tahun Merdeka, Ah Masa Iya?

Oleh: Abd. Kadir Sambolangi, S.S., M.A. Kepala Subbagian Komunikasi Pimpinan…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:41

Syukur Merdeka

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 28 Juli 2020 12:06

Menyoal Sampah Plastik di Tengah Pandemi

Oleh: Muhammad Wahdini Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Setidaknya sampai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers