MANAGED BY:
SABTU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 25 Juli 2020 12:20
Tak Terganggu Resesi Ekonomi Singapura, Kaltim Optimistis Tetap Tumbuh Lebih Baik

Terbantu Pelonggaran Aktivitas

Mulai berjalannya kegiatan bisnis berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.

Resesi ekonomi yang dialami Singapura dan Korea Selatan diyakini tidak berdampak signifikan pada Kaltim. Sebab, kegiatan ekspor Bumi Etam tidak bergantung pada dua negara tersebut, melainkan India dan Tiongkok.

 

SAMARINDA–Pertumbuhan ekonomi Kaltim diyakini tidak akan terpengaruh resesi yang melanda beberapa negara di Asia. Salah satunya, Singapura. Untuk diketahui, pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Negeri Singa tersebut tercatat minus 0,7 persen. Lalu, anjlok 41,2 persen pada kuartal II. Bahkan secara tahunan, ekonomi Singapura diprediksi terkontraksi 12 persen.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek mengatakan, sejak triwulan pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi Singapura memang sudah minus. Semakin merebaknya Covid-19 ke berbagai negara membuat ekonominya semakin anjlok. Karena banyak kegiatan perdagangan internasional di Singapura yang terganggu akibat Covid-19.

“Kita berharap itu tidak berimbas di Kaltim. Sebab seiring kebijakan new normal di Indonesia banyak tempat usaha di Kaltim sudah mulai beroperasi, sehingga ekonomi mulai berjalan,” katanya, Jumat (24/7).

Donna menjelaskan, mulai berjalannya kegiatan bisnis berhasil meningkatkan daya beli masyarakat. Dia meyakini perekonomian di semester dua juga bisa tumbuh lebih tinggi. Diharapkan pula para pelaku usaha berusaha tidak melakukan pengurangan karyawan, yang terpenting bisa bertahan dalam bisnis.

“Kami optimistis new normal yang menjadi kebijakan saat ini bisa menggerakkan ekonomi. Kuncinya para pelaku usaha harus bisa beradaptasi dengan situasi Covid-19. Kita berharap di Kaltim tidak terjadi kemunduran ekonomi, kita tetap harus optimistis ekonomi bisa berjalan lebih baik,” harap Donna.

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk Sh Cahyono mengatakan, ekonomi Kaltim memang didominasi ekspor. Namun, perdagangan Kaltim kebanyakan berhubungan dengan Tiongkok dan India. Pada ekspor batu bara, negara tujuannya didominasi ke Tiongkok dengan kontribusi 30,63 persen dan ke India 28,17 persen.

Sedangkan ekspor crude palm oil (CPO) kebanyakan juga diekspor ke Tiongkok dengan kontribusi mencapai 47,74 persen dan India 11,37 persen. “Perdagangan Kaltim banyak berhubungan Tiongkok dan India. Kedua negara ini diperkirakan akan tumbuh positif tapi tipis atau relatif rendah. Sehingga ekonomi Kaltim sangat bergantung pada permintaan kedua negara ini,” jelasnya.

Resesi di Negeri Singa itu karena ekonominya sangat bergantung pada perdagangan internasional. Di saat merebaknya Covid-19 yang melanda banyak negara, perdagangan pun ikut terhenti sehingga hal itu berdampak besar bagi perekonomian. Sehingga wajar jika perekonomian Singapura terkontraksi.

“Namun karena perdagangan kita tidak didominasi ke Singapura maka tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Kaltim,” tuturnya. BI menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 akan membaik dibandingkan kuartal sebelumnya. Proyeksi itu berdasarkan indikator ekonomi jangka pendek yang mulai menunjukkan perbaikan pada Juni 2020.

"Itu ditunjukkan menggeliatnya permintaan kredit UMKM dan membaiknya data-data pajak korporasi untuk beberapa sektor tertentu," ujar Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Pernyataan Juda terkonfirmasi oleh data penerimaan pajak sektoral Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pada Juni lalu, penerimaan pajak sebagian besar industri masih terkontraksi namun penurunannya tak sedalam bulan sebelumnya. Misalnya, penerimaan pajak industri pengolahan pada Juni lalu minus 34,4 persen atau membaik dari bulan sebelumnya, minus 45,2 persen.

Hal sama juga terjadi pada industri perdagangan di mana penerimaan pajaknya membaik dari minus 40,7 persen menjadi minus 21,2 persen. Penerimaan pajak sektor jasa keuangan dan asuransi juga membaik dari minus 32,4 persen menjadi minus 11,3 persen. Bahkan, penerimaan pajak sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 9,3 persen atau berbanding terbalik dari bulan sebelumnya yang minus 23,1 persen.

Ke depan, Juda juga meyakini kondisi perbankan semakin membaik ditopang oleh masih cukup tingginya likuiditas perbankan. Selain itu, perbaikan kinerja perbankan ditopang oleh program penjaminan pemerintah, dukungan kredit modal kerja, serta kembali meningkatnya permintaan kredit.

Sebelumnya, Juda menengarai risiko resesi mengintai perekonomian Indonesia. Hal itu tecermin dari proyeksi sementara bahwa ekonomi nasional akan tumbuh negatif pada kuartal II dan III secara berturut-turut.

"Forecast-forecast (proyeksi) dari berbagai lembaga bahwa kuartal II ini pertumbuhan ekonomi akan negatif, pertumbuhan di kuartal III kami perkirakan dari BI ada kemungkinan masih negatif," ucap Juda dalam diskusi virtual Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Kamis (23/7).

Gubernur BI Perry Warjiyo sempat memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II berpotensi minus hingga 4 persen. Pasalnya, kegiatan ekonomi menurun karena pandemi corona. "Perkiraan kami dengan berbagai data yang ada memang menunjukkan kontraksi ekonomi berkisar 4 persen," ujarnya.

Menurut Perry, dampak pandemi baru benar-benar terasa pada April dan Mei 2020. Pada periode tersebut, sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona. (ctr/ndu2/k8)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 11:41

Investasi Pabrik Tekan Harga Mobil Listrik di Masa Depan

JAKARTA - Pembangunan pabrik sel baterai oleh Hyundai Motor Group…

Kamis, 16 September 2021 21:50

Cetak SDM Andal dan Terampil, Pupuk Kaltim Dukung Program Handak Begawi

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menandatangani nota…

Kamis, 16 September 2021 14:52

Rajin Menabung di Simpedes BRI, Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Bengkel di Samarinda Raih Hadiah Mobil

SAMARINDA – Setelah diundi pada Sabtu (21/8), Kamis (16/9) Grandprize…

Rabu, 15 September 2021 18:11

Wujudkan SDM Andal dan Kompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar PMMB

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali sukses…

Rabu, 15 September 2021 14:02

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat

NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp…

Rabu, 15 September 2021 14:00

Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang…

Rabu, 15 September 2021 13:54
Hingga Agustus, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2 Persen

Relaksasi PPnBM Mesti Lanjut

Penjualan otomotif terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring dukungan pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 17:15

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat 6,7 Triliun Rupiah, Gubernur Isran Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

SAMARINDA – Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono menyampaikan melalui keterangan…

Selasa, 14 September 2021 13:54

BI Balikpapan Ajak Pedagang Kebun Sayur Akses Pasar Digital

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan…

Selasa, 14 September 2021 11:07

Industri Batu Bara Kian Cemerlang

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers