MANAGED BY:
JUMAT
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 23 Juli 2020 13:09
14,5 Jam Mengarungi Sungai dan Laut Menuju Pulau Birah-Birahan

Digoda Laut Sebening Kaca, Dijamu Air Kelapa dan Penyu Sisik

Masih asli dan tidak terawat. Ini kesan pertama ketika rombongan mendarat di pulau. Hanya ada pohon kelapa di pulau tersebut. Tak ada warung menjajakan makanan dan sembako, apalagi tetangga. Pulau tak memiliki penghuni tetap. Ahli waris pemilik pulau secara bergantian menjaga. Batang pohon besar dan pohon patah terlihat di beberapa bagian pantai.

“Setiap giliran jaga ada 2–4 orang yang menetap selama satu bulan. Giliran saya Agustus mendatang. Kami kekurangan tenaga dan biaya untuk merawat pulau ini,” kata Bachtar yang menemani wartawan Kaltim Post dan rombongan menuju pulau tersebut.

Penerangan pulau hanya mengandalkan tenaga surya. Air mandi dan minum berasal dari sumur yang tak pernah kering meski saat musim kemarau. Letak sumur sekitar 70 meter dari rumah penjaga. Air inilah yang ditampung menjadi sumber penghidupan penjaga pulau dan wisatawan lokal yang setiap hari libur mendatangi pulau. Air itu juga menjadi sumber penghidupan bagi perahu nelayan dan pemancing yang singgah ke pulau.

“Kami berikan tanpa imbalan. Kapal nelayan biasa mengambil daun kelapa untuk dijadikan rumpon (karang buatan),” tutur Budiman, kakak pertama Bachtar Ade, yang dapat giliran menjaga pulau kala rombongan datang.

Nama Birah-Birahan berasal dari pemilik pulau sebelum keluarga Achmad Dewer. Diberikan karena bentuk pulau yang mirip daun birah (talas). Namun, entah berasal dari bahasa apa birah tersebut. Hidup di pulau benar-benar mengandalkan dari hasil mencari ikan. Malas melaut tinggal mancing di pinggir dua dermaga yang ada di belakang (timur) dan depan pulau (utara). Bisa juga mencari ikan dengan cara menombak.

Hari kedua berada di pulau, mulai pukul 22.00 Wita Kaltim Post berkesempatan mencari ikan menggunakan tombak di sepanjang pinggir pantai. Hampir satu jam setengah menyusuri pantai dengan berjalan kaki. Ada dua anggota rombongan yang ikut. Alhamdulillah setelah satu jam, dua ikan kerapu berhasil didapatkan. Lumayan bisa jadi santapan pagi. Air berangsur-angsur surut, tak bersahabat untuk mencari ikan dengan menombak. Malam itu, rombongan yang lain sudah bertolak ke laut menyalurkan hasrat memancing.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 21 September 2020 09:52
Pilih Realistis Bukan Pragmatis

Fenomena Calon Tunggal: Antara Aksi Borong Partai hingga Kandidat Punya Kualitas

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Balikpapan dan Kutai…

Senin, 21 September 2020 09:51

Mahar Politik Bikin Pengaderan Parpol Tak Berjalan

DUA dari sembilan daerah di Kaltim hanya memiliki calon tunggal…

Senin, 21 September 2020 09:49

Mobil Terbang dari Turki

MOBIL terbang menjadi teknologi masa depan yang banyak dikembangkan beberapa…

Minggu, 20 September 2020 12:29
Korban Prostitusi Online Diperkosa Penjaga

Terbuai Janji Nikah, Rela Berikan Servis Gratis

NAJIB/KP   Bak pagar makan tanaman, penjaga menggasak korban yang…

Minggu, 20 September 2020 12:26

Hampir 4 Tahun Off, Nah....Akhir Tahun, Rumah Sakit Islam Beroperasi

SAMARINDA–Hampir empat tahun sudah bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda…

Minggu, 20 September 2020 09:45

Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar, Tiga Calon Kepala Daerah Ditegur Mendagri

BALIKPAPAN–Kontroversi kampanye di masa pandemi oleh peserta Pilkada Serentak 2020…

Sabtu, 19 September 2020 11:46

Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel, Pemerintah Kumpulkan Hotel-Hotel Bintang 3 Sebagai Fasiltas Isolasi

JAKARTA—Pemerintah berencana akan menggunakan hotel-hotel kelas bintang 3 di seluruh…

Sabtu, 19 September 2020 11:35

Resesi Terburuk dalam Satu Dekade, Selandia Baru Optimistis Ekonomi Lekas Pulih

WELLINGTON– Selandia Baru sukses menekan angka penularan Covid-19. Hanya sedikit…

Sabtu, 19 September 2020 11:05

Picu Klaster Baru Covid-19, Tolak Kampanye Diselingi Konser, Kumpulan Massa Tak Lebih 100 Orang

SAMARINDA–Jalannya Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran.…

Sabtu, 19 September 2020 11:00

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

ABDUL Kadirkaget bukan kepalang. Ketika bangun dari tidurnya di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers