MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 18 Juli 2020 12:57
Pertumbuhan Kasus Tinggi, Tingkat Kesembuhan Membaik

Wapres : Jangan Ada Lagi Yang Anggap Enteng

ilustrasi

Provinsi DKI Jakarta mencatatkan 253 orang kasus baru dan 139 orang sembuh. Jateng 238 kasus baru dan 340 orang sembuh. Serta Kalimantan Selatan dengan 101 kasus baru dan 42 orang yang sembuh.

Keputusan menkes mengenai tolok ukur pasien sembuh itu selaras dengan petunjuk WHO yang dikeluarkan pada akhir Mei lalu. Pada intinya, WHO menyatakan bahwa masa perawatan pasien Covid-19 yang diawali gejala adalah 10 hari. Terhitung sejak gejala muncul. Ditambah perawatan setidaknya selama 3 hari dalam kondisi tanpa gejala.

Setelah dua masa perawatan tersebut, pasien boleh langsung dipulangkan. Dalam petunjuk itu, tidak ada keterangan bahwa para pasien yang sudah tak bergejala harus menjalani dua kali tes swab sebelum dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Bila mereka sudah tidak lagi bergejala setidaknya selama tiga hari, maka boleh pulang dari fasilitas kesehatan.

Meskipun demikian, Akhir Juni lalu Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Doni Monardo mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak akan begitu saja mengadopsi petunjuk WHO tersebut. Dalam arti tetap akan berpedoman pada hasil dua kali tes swab negating untuk menyatakan seseorang sembuh dari Covid-19.

Menurut Doni, WHO pada intinya mengatakan bahwa mereka yang sudah tidak bergejala sangat kecil kemungkinannya untuk menulari orang lain. ’’Tetapi faktanya di negara kita lebih dari 70 persen, bahkan di beberapa daerah itu ada yang mendekati 90 persen, mereka tidak ada gejala ternyata positif covid,’’ terangnya.

Artinya, sangat mungkin imunitas tubuhnya memang sedang bagus saat membawa virus. Namun, akan menjadi bahaya bila orang-orang tanpa gejala itu berintraksi dengan kelompok rentan. Baik lansia maupun orang-orang dnegan penyakit penyerta. ’’kelompok OTG tadi sangat mungkin menulari mereka yang punya komorbid dan yang rentan,’’ lanjutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 21 Oktober 2020 16:31

Jepang Beri Pinjaman ke Indonesia Rp 6,932 Triliun

BOGOR– Pundi-pundi keuangan negara untuk menangani dampak wabah Covid-19 kembali…

Rabu, 21 Oktober 2020 13:01

20 Juta Dosis Vaksin Siap Bulan Desember, Diutamakan Tenaga Kesehatan

JAKARTA-Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
DPR Siap Kaji Bersama Pemerintah dan Penyelenggara

Pilkada Berpotensi Perparah Penyebaran Covid-19

JAKARTA- Pelaksanaan Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi COVID-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:55

Umrah di Tengah Pandemi, Biaya Melonjak Sampai 50 Persen

JAKARTA – Kenaikan harga paket umrah di tengah pandemi Covid-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:52

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

KEPEMIMPINAN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin genap setahun sejak dilantik pada…

Selasa, 20 Oktober 2020 21:00
Industri Tambang di Omnibus Law dan Dampaknya bagi Kaltim

Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan-Hutan Kian Gundul

Ketergantungan Kaltim terhadap industri ekstraktif menyimpan masalah serius. Ribuan lubang…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:43

Ian Singleton, Konservasionis Orang Utan, Penerima Order of the British Empire

Puluhan tahun dihabiskannya di hutan-hutan Sumatera untuk melakukan penelitian dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:27

Presiden Minta Soal Vaksin Jangan Tergesa-Gesa

JAKARTA– Urusan vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:35

Biaya Kampanye di Pilkada Samarinda Maksimal Rp 14 Miliar

SAMARINDA–Pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar dengan biaya yang tak sedikit.…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:34

Berkantor di Mobil Mewah

PANDEMI Covid-19 mendorong berbagai kebiasaan baru seperti bekerja dari rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers