MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 11 Juli 2020 10:49
Masih Ada 39 Buron Belum Tertangkap

Polisi Telusuri Aset Pembobol BNI

Buron pembobol BNI Maria Pauline Lumowa (MPL) yang telah tertangkap memberikan harapan untuk bisa mengembalikan kerugian negara.

PROKAL.CO,

JAKARTA– Buron pembobol BNI Maria Pauline Lumowa (MPL) yang telah tertangkap memberikan harapan untuk bisa mengembalikan kerugian negara. Meski begitu, Bareskrim Mabes Polri memastikan akan menjerat MPL dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Selain itu, mencari aliran dana kejahatan perbankan tersebut. 

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, semua tersangka kasus pembobolan BNI telah menjalani hukuman. Terdapat 17 tersangka yang proses hukumnya berkekuatan tetap. "Yang paling tinggi hukumannya Adrian Waworuntu dengan hukuman penjara seumur hidup," ujarnya.

Nah, tinggal MPL yang perlu diproses hukum setelah buron selama 17 tahun. Sebenarnya Polri telah melakukan berbagai upaya untuk bisa menangkap MPL. Pada 2003, MPL terdeteksi berada di Belanda. Red Notice telah diterbitkan pada tahun yang sama. "Kami coba meminta bantuan pemerintah Belanda, namun tidak diproses," terangnya. 

Polri juga mencoba mengajukan sidang in absentia. Namun, pengadilan menolaknya. Hingga akhirnya kasus ini baru sampai tahap penyidikan. "Setahun lalu, interpol mendeteksi MPL menyeberang dari Hongaria menuju ke Serbia," tuturnya.

Penyidik langsung menuju ke Serbia untuk melakukan proses penangkapan dengan melengkapi semua berkas. Ekstradisi berhasil dan MPL dijemput oleh tim yang dipimpin Menkumham Yasonna Laoly. "Akhirnya sampai ke Bareskrim dan saat ini sedang dalam pemeriksaan," jelasnya.

Menurut dia, sesuai dengan protokol kesehatan, MPL mendapatkan pemeriksaan rapid test dan swab test. Hasilnya negatif Covid-19. Karena itu, proses dilanjutkan. MPL meminta didampingi kuasa hukum. Bareskrim telah mengirim surat pemberitahuan kepada kedutaan Belanda yang memberitahukan warganya menjalani proses hukum. Dalam surat itu juga meminta agar menyiapkan pendamping atau kuasa hukum. "Kami masih menunggu," terangnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 26 Januari 2021 11:53
Sidang Pendahuluan PHP Dimulai Hari Ini

Sejumlah Dalil Baru Patut Jadi Perhatian MK

JAKARTA−Persidangan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK)…

Selasa, 26 Januari 2021 11:53

Suara Kontra RUU Pemilu Bermunculan

JAKARTA–DPR telah memasukkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dalam…

Selasa, 26 Januari 2021 11:52

Relaksasi Aturan Nakes Sangat Membantu

JAKARTA – Estimasi kebutuhan tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19…

Selasa, 26 Januari 2021 11:52

Instruksi Perpanjangan PPKM Diterbitkan

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan instruksi…

Selasa, 26 Januari 2021 11:50

Rp 372,3 Triliun untuk Atasi Dampak Pandemi

Vaksinasi, insentif tenaga kesehatan dan usaha, bantuan sosial tunai, hingga…

Selasa, 26 Januari 2021 11:49

Angka Pasien Sembuh Pecahkan Rekor

JAKARTA - Pasien sembuh bertambah 10.678 orang dalam sehari pada…

Selasa, 26 Januari 2021 10:39

RUU Pemilu: Mantan HTI Dilarang Jadi Capres, Caleg, dan Kepala Daerah

 Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu saat ini masih dalam Prolegnas prioritas…

Selasa, 26 Januari 2021 10:30

Astaga..!! Baru Saja Kenal, Pasangan Ini Oral Seks di Halte

 Polsek Metro Senen, Jakarta Pusat masih mendalami kasus oral seks…

Senin, 25 Januari 2021 21:36

Pantai Lima Putra jadi Primadona Baru di Bulungan

TANJUNG SELOR - Objek wisata Pantai Lima Putra di Desa…

Senin, 25 Januari 2021 11:33

Kepatuhan Pakai Masker Meningkat

JAKARTA - Tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers