MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 10 Juli 2020 14:26
Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Bukan Akhir Kasus Pembobolan Kas BNI

Deadline 3 Bulan Naik Penuntutan

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama sejumlah delegasi dari Indonesia berhasil menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia. (Dokumen Kemenkumham)

PROKAL.CO,

JAKARTA - September 2003, Maria Pauline Lumowa meninggalkan Indonesia. Dia terbang ke Singapura. Sebulan kemudian, Maria ditetapkan tersangka dugaan pembobolan kas Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp 1,7 triliun bersama Andrian Waworuntu. Sejak saat itu, Maria dinyatakan buron. 

Kemarin (9/7), nama Maria Pauline Lumowa kembali muncul. Setelah lebih dari 17 tahun melarikan diri, Maria akhirnya bisa diboyong dari Beograd, Serbia ke Jakarta. Jaraknya 10.204 kilometer. Tim dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengekstradisi Maria dari Serbia. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 11.00. 

Ekstradisi itu patut diapresiasi. Namun, upaya penanganan hukum belum selesai. Bahkan, penegak hukum hanya punya waktu kurang dari tiga bulan untuk membawa Maria ke tahap penuntutan. Lebih dari batas waktu itu, pidana yang menjerat Maria akan hapus demi hukum karena masuk kategori daluwarsa penuntutan. 

Merujuk pasal 78 KUHP, batasan waktu jaksa melakukan kewenangan penuntutan dalam perkara Maria (dengan ancaman pidana seumur hidup) adalah 18 tahun terhitung sejak pidana dilakukan. "Jadi harus dipercepat (proses menuju tahap penuntutan) karena ada deadline pasal 78 KUHP," kata Boyamin Saiman, koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). 

Perbuatan Maria dan Andrian Waworuntu membobol kas BNI tercatat bergulir sejak Oktober 2002 hingga Juli 2003. Kala itu bank pelat merah tersebut mengucurkan pinjaman kepada PT Gramarindo Group senilai USD 136 juta dan Euro 56 juta atau setara Rp 1,7 triliun (kurs saat itu). Perusahaan itu merupakan milik Maria dan Andrian. Keduanya diduga mendapat bantuan 'orang dalam' agar pinjaman dari BNI bisa mengucur.

 Indikasi pembobolan itu tercium pada Juni 2003. Pihak BNI mencurigai transaksi keuangan Gramarindo Group. Bank BUMN itu lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, perusahaan Maria dan Andrian tak pernah melakukan ekspor sebagaimana tertuang dalam surat jaminan pinjaman. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polri. Pada Oktober 2003, Maria ditetapkan tersangka. Namun, sebulan sebelumnya dia sudah meninggalkan Indonesia. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Agustus 2020 11:08

Kejagung Tegaskan Status Djoko Tjandra Terpidana

JAKARTA– Dorongan agar Polri menggunakan Undang Undang Nomor 20 Tahun…

Senin, 03 Agustus 2020 19:10

Rahmad Pribadi Dinobatkan Sebagai Top Leader on CSR Top Commitment 2020

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menerima…

Senin, 03 Agustus 2020 11:52

Solusi Pembelajaran Jarak Jauh, Perlu Produksi Gawai untuk Siswa

JAKARTA- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berjalan beberapa bulan. Banyak…

Senin, 03 Agustus 2020 11:26

Menko Polhukam Minta Usut Dugaan Suap Surat Jalan Djoko Tjandra

JAKARTA – Terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali…

Senin, 03 Agustus 2020 10:50

DMI Dan SMSI Dorong Belajar Daring Fungsikan Masjid Hadapi Covid-19

Masjid sebagai sarana ibadah dan sosial, merupakan sarana vital di…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:27

Lima Bapaslon Perseorangan Gugat KPU, Ajukan Sengketa ke Bawaslu

JAKARTA- Sejumlah bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah jalur perseorangan…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:06

Baru 23 Bapaslon Perseorangan yang Lolos, 73 Jalani Perbaikan

JAKARTA- Para bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah dari jalur…

Jumat, 31 Juli 2020 12:39

Djoko Chandra Ditangkap

Tim Bareskrim dan Propam Polri berhasil menangkap buron kasus korupsi…

Rabu, 29 Juli 2020 11:24
Biaya Mahal, Rugi Kalau Calon Tunggal

Lirik Cucu Paku Buwono XII, PKS Galang Koalisi Lawan Gibran

JAKARTA– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berupaya menggalang koalisi untuk memunculkan…

Rabu, 29 Juli 2020 11:02

Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa Timur yang Terus Picu Kecelakaan

Kapal dan jukung bertumbangan di Jember, sementara seorang pemancing terseret…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers