MANAGED BY:
SELASA
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 10 Juli 2020 11:53
Terkait Ketidaksesuaian Luas Lahan Seksi 5 Tol Balsam, BPN Segera Lakukan Pengukuran Ulang
Pengerjaan tol Balikpapan-Samarinda di sekitaran Karang Joang.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Pengukuran lahan yang bermasalah pada pembebasan lahan di Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), direspons Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan. Setelah mendapat surat keberatan dari pemilik lahan yang luas lahannya berkurang, lembaga pemerintah yang mengurusi pertanahan ini, segera melakukan pengukuran ulang.

Tindak lanjut ini dari hasil koordinasi antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tol Balsam dan Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Pertemuan dengan Elvina, pemilik lahan yang keberatan karena luas tanahnya berkurang telah dilakukan dengan Kepala BPN Balikpapan Ramlan, pada Rabu (8/7) siang. Pertemuan itu untuk mengklarifikasi permasalahan pengukuran lahan.

 “Intinya kita cari solusi. Di mana kesalahannya, ketidaksesuaiannya akan kita koordinasikan dengan PPK Pengadaan Lahan Tol dan Pengadilan,” kata Ramlan kepada Kaltim Post kemarin. Untuk pengukuran ulang, lanjut dia, akan dilakukan setelah BPN Balikpapan mengirimkan surat ke PPK Pengadaan Lahan Tol Balsam. Setelah itu, PPK Pengadaan Lahan Tol Balsam akan berkoordinasi dengan PN Balikpapan. Karena pada lahan tersebut terjadi overlapping atau tumpang tindih lahan, maka dilakukan sistem konsinyasi atau menitipkan anggaran pembebasan lahannya ke PN Balikpapan.

“Nanti disampaikan ke kita. Selain itu, akan kita cek lagi data-datanya. Overlapping-nya di mana, kita selesaikan nanti,” ucapnya.  

Ramlan menceritakan, luas lahan berkurang karena belum dilakukan pemecahan sertifikat oleh pemilik lahan sebelumnya. Elvina yang telah membeli lahan tersebut, hanya mengantongi kuitansi pembelian lahan. “Pemilik lama selaku pemegang sertifikat mungkin menunjukkan enggak sesuai saat pengukuran. Saat kita keluarkan peta bidang, dan disampaikan kepada pemegang sertifikat, tidak ada surat keberatan ke kita saat itu,” terang dia.

Ramlan melanjutkan, keberatan hanya disampaikan secara lisan. Tidak secara tertulis. Sehingga tidak bisa ditindaklanjuti dengan pengukuran ulang. Hingga akhirnya, dilakukan konsinyasi ke PN Balikpapan. Karena status lahan yang mengalami tumpang tindih sertifikat. “Karena cuma pegang kuitansi, ibu itu tahunya belakangan. Setelah dititipkan ke pengadilan,” terang dia. BPN juga akan melakukan pengecekan terhadap beberapa lahan lain yang ditengarai juga mengalami pengurangan luas, setelah dilakukan pengukuran untuk pembebasan lahan oleh BPN.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 26 Januari 2021 12:34

Digugat Tommy Soeharto, Proyek Jalan Terus

JAKARTA– Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto melayangkan gugatan pada…

Selasa, 26 Januari 2021 12:16

Kabar Baik..!! Pasien Buta Sembuh berkat Kornea Sintetis

BAHAGIA benar Jamal Furani hari itu. Hari ketika dia bisa…

Selasa, 26 Januari 2021 12:15

Kasus Korupsi Perusda AKU, Di Atas Kertas WTP, Nyatanya Korupsi

SAMARINDA–Laporan keuangan Perusda PT Agro Kaltim Utama (AKU) sempat diaudit…

Selasa, 26 Januari 2021 11:51

GeNose Akan Dipakai Mulai 5 Februari

JAKARTA – Pemerintah akan mulai menggunakan alat deteksi Covid-19 GeNose…

Senin, 25 Januari 2021 15:00

Terpapar Covid-19, 173 Dokter Sembuh, 28 Dirawat, 5 Wafat, Tenaga Medis Jangan Lelah

Selain mengusulkan penambahan 507 tenaga kesehatan ke pemerintah pusat, Diskes…

Senin, 25 Januari 2021 11:30

Pasien Sembuh Capai 798.810 Orang, Kaltim Urutan Kelima

Perkembangan harian penanganan Covid-19 per 24 Januari 2021, jumlah pasien…

Senin, 25 Januari 2021 11:06

Ancaman Krisis Gizi di Tengah Pandemi, Abaikan Pola Asuh Sebabkan Kematian

Pandemi Covid-19 berdampak ke berbagai hal. Salah satu yang menjadi…

Senin, 25 Januari 2021 11:03

Kasus Gizi Buruk di Kaltim, Jangan Kendurkan Pelaksanaan Program

KASUS gizi buruk di Kaltim seolah “tenggelam” selama 2020 akibat…

Senin, 25 Januari 2021 10:47

Ge Nose Akan Dipakai di Kereta dan Bus Mulai 5 Februari

JAKARTA–Pemerintah akan mulai menggunakan alat deteksi Covid-19 Ge Nose untuk…

Senin, 25 Januari 2021 10:22

Indonesia Menuju 1 Juta Kasus Positif Covid-19

INDONESIA diperkirakan bakal mencapai angka 1 juta kasus positif Covid-19…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers