MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 09 Juli 2020 14:12
Ini Tanggapan Inggris atas UU Keamanan Tiongkok
Boris Johnson

PROKAL.CO,

LONDON – Pemerintah Inggris membuka peluang jutaan hak tinggal dan jalur kewarganegaraan kepada warga Hong Kong, setelah Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional disahkan Tiongkok. Dengan demikian, jutaan warga Hongkong yang memenuhi syarat untuk paspor Nasional Inggris atau British National Overseas (BNO) akan diizinkan bermukim kembali di Inggris.

Bahkan, mereka diberikan jalan untuk menjadi warga negara Inggris. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson belum lama ini. Dilansir dari AsiaOne, Rabu (8/7), perubahan bersejarah terhadap hak-hak warga Hong Kong yang lahir selama era kolonial diumumkan beberapa jam setelah Tiongkok secara resmi memberlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong.

“Diundangkan dan diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional ini merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris,” kata Johnson kepada parlemen.

Sekretaris Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan kepada Parlemen bahwa pemegang paspor BNO akan memiliki hak untuk tetap tinggal selama lima tahun. Setelah itu, mereka dapat mengajukan permohonan status menetap, secara efektif memberi mereka tempat tinggal permanen.

Setelah 12 bulan status menetap, mereka dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.“Tidak akan ada kuota pada angka. Ini adalah rangkaian pengaturan khusus yang dirancang khusus untuk keadaan unik yang kami hadapi dan mengingat komitmen bersejarah kami kepada rakyat Hong Kong,” kata Raab.

Yang terpenting, keduanya tidak mengulangi referensi sebelumnya untuk periode yang dapat diperpanjang 12 bulan selama periode lima tahun. Apakah itu berarti pemegang BNO akan dibebaskan dari kebutuhan untuk pembaruan tahunan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 11 Agustus 2020 11:16

101 Hari tanpa Penularan Lokal, Selandia Baru Tetap Waspadai Gelombang Kedua

WELLINGTON– Selandia Baru patut menjadi percontohan. Saat negara-negara lain kewalahan…

Selasa, 11 Agustus 2020 10:47

Partai Baru Mahathir Bikin Partai Bersatu Pecah

KUALA LUMPUR– Kejayaan Partai Bersatu di bawah Muhyiddin Yassin tak…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:04

Jerman Wajibkan Tes untuk Pendatang

BERLIN - Prediksi para peneliti di Jerman menjadi kenyataan. Ledakan…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:27

Facebook Hapus Unggahan Trump

Media sosial Facebook melakukan langkah tegas terkait setiap unggahan yang…

Jumat, 07 Agustus 2020 10:13

WHO Ragukan Hasil Tes Covid-19 di Korut

PYONGYANG – Korea Utara (Korut) sempat mengklaim nol kasus Covid-19.…

Kamis, 06 Agustus 2020 13:04

Orchard Road Sepi, Kiran: Ini Krisis Terburuk bagi Singapura

Wisatawan pasti kenal Orchard Road di Singapura. Kawasan ini paling…

Kamis, 06 Agustus 2020 12:52

Giliran Badai Hagupit Ancam Tiongkok

BEIJING – Banjir besar sudah berlalu di beberapa provinsi di…

Rabu, 05 Agustus 2020 13:06

Suu Kyi Incar Periode Kedua

YANGON– Aung San Suu Kyi melambaikan tangan ke para pendukungnya…

Rabu, 05 Agustus 2020 13:03

Begini Pembelaan Najib Razak atas Tuduhan Korupsi, Katanya Uang untuk Kegiatan Sosial

KUALA LUMPUR– Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terus berusaha…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:57

November, Rusia Produksi Vaksin Covid-19

MOSKOW – Dunia masih dilanda wabah Covid-19. Jumlah kasus terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers