MANAGED BY:
KAMIS
29 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 09 Juli 2020 12:48
Mengadili Ulang Sultan Pontianak Hamid II
Antara Pengkhianat dan Pahlawan

Peran Sultan Hamid II alias Sultan Syarif Hamid Al-Qadrie signifikan dalam gagasan garuda Ganesha yang akhirnya menjadi elang rajawali, lalu konsep garis khatulistiwa pada bagian tengah, dan bentuk rantai khas sebuah etnik lokal di Kalimantan Barat.

Turiman menyampaikan ironi dalam pengajaran di sekolah. Ketika siswa ditanya, siapa penjahit bendera pusaka, mereka bisa menjawabnya Ibu Fatmawati. Ketika siswa ditanya, siapa pencipta lagu Indonesia Raya, mereka bisa menjawabnya WR Supratman. Namun, ketika mereka ditanya, siapa pencipta lambang Garuda Pancasila, banyak yang tidak tahu jawabannya.

Memang terdapat andil usul, saran, dan arahan dari tokoh-tokoh, antara lain Bung Karno, Ki Hajar Dewantara, Mohammad Natsir, dan Muhammad Yamin, termasuk pelukis Dullah yang diminta menyempurnakan gambarnya. Namun, menurut Turiman, berdasarkan konteks hukum Hak Cipta, Sultan Hamid II bisa disebut sebagai perancang tunggal lambang Garuda Pancasila.

Narasumber lainnya adalah Ketua Yayasan Sultan Hamid, Anshari Dimyati. Dari embel-embel jabatannya, ia akan tampak terang-terangan sebagai pihak pendukung Sultan Hamid II. Apalagi, yayasannya memang mengajukan Sultan Hamid II sebagai pahlawan nasional.

Riset Anshari Dimyati untuk tesisnya tentang kasus pidana Sultan Hamid II membuktikan bahwa Sultan Hamid II tidak terbukti melakukan makar atau pemberontakan terhadap negara terkait aksi Westerling di Bandung 1950.

Adapun "niat" menyerang Rapat Dewan Menteri RIS 24 Februari 1950 bukan merupakan sebuah delik atau tindak pidana atau kejahatan. Hal ini karena peristiwa yang dituduhkan tidaklah terjadi. Tidak ada peristiwa penyerangan untuk membunuh Menteri Pertahanan RIS Sultan Hamengku Buwono IX. Sultan Hamid II divonis penjara 10 tahun karena perkara “niat".

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 29 Oktober 2020 11:56

Menjaga Kesehatan Mental Narapidana di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy, SPsi Berdinas di Lapas Kelas IIA…

Jumat, 23 Oktober 2020 13:57

Santri Pengawal Peradaban

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 16 Oktober 2020 13:39

Melihat Isi Kepala Calon Pemimpin Daerah

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Rabu, 14 Oktober 2020 11:17

Pandemi Belum Usai, Masalah Baru Dimulai

Oleh: Putri Indar Dewi Mahasiswi Prodi KPI IAIN Samarinda  …

Senin, 12 Oktober 2020 11:50

Klaim Presiden Jokowi yang menyebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja Mendukung Upaya Pemberantasan Korupsi, Adalah Pernyataan yang Menyesatkan Publik

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut Omnnibus Law RUU Cipta…

Senin, 12 Oktober 2020 09:51

Dua Jalan Membatalkan UU Cipnaker

Rancangan Undang Undang (RUU) Cipnaker telah disahkan dalam rapat Paripurna…

Jumat, 09 Oktober 2020 11:20

Pemimpin yang Tidak Mencium Bau Surga

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 09 Oktober 2020 10:42

Politik Empati

Oleh: Syamsuddin Pegiat JAKFI Nusantara Kota Samarinda   PUT yourself…

Sabtu, 26 September 2020 13:01

Tantangan Literasi Data di Era Normal Baru

Oleh: Siswandi Kasi Statistik Distribusi BPS Kutai Timur   PRESIDEN…

Kamis, 24 September 2020 11:30

Pengalaman Melawan Covid-19

R i s w a d i (Sekretaris Pengurus Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers