MANAGED BY:
JUMAT
14 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Kamis, 09 Juli 2020 10:33
Ketika Mi dan Kopi Begitu Mewahnya

Saat itu kondisi saya lebih parah. Sampai harus transfusi darah. Dua kantong. Total 17 hari opname. Sepertinya ada salah makan. Dan itu adalah opname yang keempat. Dan ternyata, itu juga bukan yang terakhir. Saya harus masuk rumah sakit untuk kelima kalinya. Dalam tahun ini. Pertengahan Juni tadi. Selama satu minggu. Mudah-mudahan itu yang terakhir. Amin.

Selain rangkaian opname, berobat jalan, juga harus menjalani dua kali kolonoskopi untuk melihat kondisi usus. Juga CT-scan. Melihat organ dalam tubuh. Dari kolonoskopi terlihat, usus saya dipenuhi banyak “luka”. Mirip sariawan kecil-kecil yang menyebar di dinding-dinding usus besar. Dari CT-scan selain “mendukung” hasil kolonoskopi, juga diketahui liver saya membesar.

Dan praktis, karena penyakit itu, setahun terakhir saya terus minum obat. Hingga kini. Saya juga harus menjaga makanan. Menghindari yang dilarang. Setidaknya minimal selama enam bulan ke depan masa perawatan. Sampai kalau dikolonoskopi lagi usus saya kembali normal. Tak ada sariawannya lagi. Kalau masih ada berarti perawatan dilanjutkan. Lanjut hindari mengonsumsi yang dilarang. Dan lanjut minum obat.

Selama ini sejumlah makanan harus anti. Seperti gorengan. Berlemak. Dan saya sudah begitu rindunya makan bakso di Beje-Beje atau mi ayam di Batu Ampar, Balikpapan. Juga nyaris setengah tahun tak lagi menyentuh kopi. Padahal, saya penikmat kopi lumayan garis keras.

Kopi saya sudah yang tak bergula. Dan bukan lagi penyeruput kopi saset. Ya, setidaknya sudah pada level memilih kopi berdasarkan aroma. Untuk sementara waktu saat masih diare, saya juga tak boleh dulu makan buah dan sayur. Disarankan mengonsumsi makanan rumahan. Hindari jajan di luar.

Mi instan bagi saya sekarang begitu mewahnya. Karena saya tak boleh lagi makan itu. Padahal dulu, sejak mahasiswa, bahkan hingga sudah berkeluarga, seperti kebanyakan orang, tak ada hari tanpa mi. Dan kita semua paham, entah kenapa, mi instan buatan warung lebih enak dibanding buatan sendiri.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers