MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 08 Juli 2020 14:43
Rapid Tes Unmul, Yang Tak Mampu Jangan Mahal-Mahal
HANYA MEMBANTU: Pelayanan di Poliklinik Unmul untuk pelaksanaan rapid test membantu calon mahasiswa yang sudah telanjur berada di Samarinda. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Menunjukkan hasil rapid diagnostic test (RDT) menjadi persyaratan peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di Universitas Mulawarman (Unmul). Pengumuman syarat yang dinilai lambat itu tertuang dalam surat Nomor 2286/UN17/PP/2020 baru dikabarkan Kamis (2/7).

Jika melakukan rapid test di Poliklinik Unmul, peserta harus merogoh kocek Rp 250 ribu. Namun, Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul Mustofa Agung Sardjono mengatakan, rapid test tidak harus dilakukan di Poliklinik Unmul. Para peserta bisa melakukan di daerah asal masing-masing. "Sebenarnya tidak harus di poliklinik, bisa di tempat asal masing-masing, beberapa daerah kan ada yang gratis juga," ujar Agung. Sebenarnya, peserta di luar Samarinda bisa melakukan rapid test di daerah asal. Namun, beberapa mahasiswa yang tiba lebih dahulu membuat poliklinik universitas terbesar di Kaltim itu dipenuhi para peserta dari ibu kota Kaltim.

"Tapi enggak tahu juga ternyata ketika saya tanya dr Nataniel, malah banyak, mungkin karena lebih murah, makanya ke sini (Poliklinik Unmul)," ungkapnya. "Padahal, tujuan kami hanya untuk jaga-jaga jika belum ada yang rapid test di daerah masing-masing. Paling tidak hanya sekitar 2 ribu aja yang tes," sambungnya.

Dia tak menampik, sebagian peserta masih mengeluhkan biaya rapid test. Adanya biaya tes UTBK sebesar Rp 150 ribu, ditambah biaya rapid test, membuat calon mahasiswa mengeluh. Agar bisa mengikuti UTBK setidaknya peserta harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 400 ribu. "Sudah saya koordinasikan untuk yang kurang mampu jangan mahal-mahal, akhirnya diberikan keringanan, bisa bayar Rp 50 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Unmul dr Nataniel Tandirogang menuturkan, peserta yang terdaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP), tidak akan membayar rapid test secara penuh. "Jadi cukup membayar Rp 50 ribu aja untuk pengganti alat pelindung diri (APD)," jelasnya.

Pria yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim itu berupaya meminta bantuan ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim. Hal itu membantu para peserta kurang mampu. "Kami sudah sampaikan ke Diskes Kaltim, ada sekitar 1.800 calon mahasiswa yang kurang mampu. Kami dapat bantuan bahan rapid 250, tapi belum datang bantuannya," pungkas dia. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers