MANAGED BY:
MINGGU
09 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 06 Juli 2020 13:57
Proyek Terindikasi Suap Akan Dievaluasi

Dewan Gelar Rapim Hari Ini, NasDem Pecat Ismunandar

PROKAL.CO,

SANGATTA–Dugaan praktik suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutai Timur (Kutim) tahun 2019–2020 terjadi di dua instansi. Yakni, Dinas Pekerjaan Umum  (PU) dengan perincian enam proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 28,4 miliar. Sementara di Dinas Pendidikan, terdapat total anggaran senilai Rp 40 miliar. Dua rekanan yang mendapat proyek di dua instansi itu, dicurigai dari hasil bersekongkol. 

Diduga, melibatkan Bupati Kutim Ismunandar, Ketua DPRD Kutim Encek Firgasih, Kepala Dinas PU Aswandini, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Musyaffa, dan Suriansyah selaku kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Dari keterangan pers Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan lalu, kelimanya memiliki peran vital dalam pengadaan proyek infrastruktur tahun 2019–2020. Seperti Ismunandar, posisinya sebagai bupati diduga menjamin anggaran dari rekanan yang ditunjuk agar tidak mengalami pemotongan anggaran.

Sementara Encek, selaku ketua DPRD Kutim, dia diduga melakukan intervensi dalam penunjukan pemenang terkait pekerjaan di Pemkab Kutim. Kemudian, selaku kepercayaan bupati, diduga Musyaffa melakukan intervensi dalam menentukan pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan PU. Lalu, Suriansyah, diduga mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan. Adapun Aswandini, selaku kepala Dinas PU, dia diduga mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Oleh KPK, kelimanya beserta dua rekanan pemberi suap berstatus tersangka. Tak hanya menyeret kepala daerah dan kepala DPRD, tiga kepala dinas juga ikut terlibat dalam skandal itu. Penangkapan ketiganya pun bikin miris. Seperti Musyaffa, sebagai ASN, dia diendus KPK di Jakarta, Kamis (2/7), saat mengikuti kegiatan sosialisasi pencalonan Ismunandar sebagai calon bupati Kutai Timur periode 2021–2024. Dikonfirmasi Kaltim Post, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kutim Zainuddin Aspan mengaku, Musyaffa dan stafnya tidak pernah berkomunikasi jika akan pergi ke Jakarta. “Urusan perjalanan dinas yang bertanggung jawab OPD (organisasi perangkat daerah) masing-masing,” ujarnya, kemarin (5/7).

Dia pun mengaku terkejut saat mendengar adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Jika benar ASN itu memberikan dukungan pada salah satu calon bupati, Aspan menilai sangat tidak elok. “Ada aturan dan mekanisme yang harus dipenuhi. Mereka tidak boleh mengikuti atau ikut dalam dukung-mendukung salah satu kandidat. Ini yang kadang-kadang menjadi rancu,” sebutnya. Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) tidak diperkenankan ikut mendukung salah satu kandidat. Kemudian tidak boleh ikut mengomentari dan juga foto bersama. Apalagi sampai dipajang di baliho.

“Kalau sudah memberikan dukungan, jelas pelanggaran terhadap kode etik ASN. Makanya diliat dulu konteks keberangkatannya apa. Kalau ikut mendukung pencalonan tidak boleh. Kalau terkait kepentingan kedinasan sah-sah saja,” sebut Zai, sapaannya. Hingga kemarin, pihaknya belum bisa mengambil keputusan. Apakah keduanya akan diberhentikan secara otomatis atau justru hanya diberhentikan sementara. Pasalnya, kasus tersebut masih berproses. “Kalau terbukti di persidangan dan ada keputusan inkrah terlibat. Masih ada proses kasasi. Jika semuanya sudah dilakukan dan tetap dinyatakan bersalah baru akan diberhentikan. Prosesnya masih lama,” paparnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 07 Agustus 2020 13:48

Stimulus Bansos Karyawan Harus Jelas

Pemerintah tengah mematangkan program stimulus untuk karyawan dengan gaji di…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:10

Karyawan Gaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bansos Rp 600 Ribu

JAKARTA – Konsumsi masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:07

Ada 7 Kandidat Vaksin Uji Coba Tahap 3

 JAKARTA- Penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kamis (6/8)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:55

1 Persen Kemungkinan Tinggal di Lebanon Itu Hilang Sudah

BEIRUT– Selasa lalu (4/8) seharusnya jadi hari gembira bagi Israa…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:49

Tarif Tol Balsam Final, Tiap Dua Tahun Disesuaikan, Pansus DPRD Terancam Kandas

Ketika suara pembentukan panitia khusus (pansus) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:47

Sabu 200 Kilogram Gagal Edar, Ditangkap di Banjarmasin, Dua Tersangka dari Balikpapan

BANJARMASIN-Bandar narkoba dibuat bangkrut. Rencana distribusi sabu-sabu seberat 200 kilogram…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:45

Punya Pabrik Amonium Nitrat, Wali Kota Pastikan Bontang Aman

BONTANG-Penduduk Beirut, Lebanon, tengah berduka akibat meledaknya gudang amonium nitrat,…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:43

Warga Wajib Ikut Upacara 17 Agustus

JAKARTA – Perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI memang urung dilaksanakan…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:42
Maju-Mundur Rencana Pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-PPU

Traffic Kapal Dievaluasi, Ketinggian 50 Meter Tak Berubah

Realisasi pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:26

Jangan Coba-Coba Langgar Protokol Kesehatan di Singapura, Dendanya Bikin Miskin Mendadak

SINGAPURA – Seorang pasien Covid-19 di Singapura didenda karena nekat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers