MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Minggu, 05 Juli 2020 10:35
Perlu Kaji Ulang Hambatan di Sektor Pangan

PROKAL.CO,

JAKARTA - Kebijakan hambatan non tarif atau Non Tariff Measures (NTM) dalam perdagangan dinilai berpotensi berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia jika diimplementasikan secara berlebihan. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai bahwa penerapan NTM memengaruhi kualitas, kuantitas, dan harga makanan di pasaran.

Kepala Peneliti CIPS Felippa Amanta menyebut bahwa penerapan NTM yang diharapkan dapat melindungi konsumen justru bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen. ”Penerapan NTM pada perdagangan pangan berkontribusi pada tingginya harga komoditas pangan, terutama pada komoditas penting yang kenaikan harganya berdampak besar pada tingkat konsumsinya di masyarakat,” ujarnya, (3/7).

Dia menjelaskan penerapan NTM pada sektor pangan terbilang banyak kalau dibandingkan dengan sektor lainnya. Undang-Undang Nomor 18/2012 tentang Pangan mengizinkan impor pangan hanya ketika produksi dalam negeri dan stok yang tersisa tidak mencukupi atau jika suatu komoditas tidak diproduksi di Indonesia.

Menurut Felippa, Indonesia dapat mengimpor makanan melalui sistem perizinan yang mengalokasikan kuota impor. Sistem perizinan dan kuota adalah proses Kementerian Perdagangan memberikan surat persetujuan impor (SPI) beserta kuota impor yang diizinkan kepada importir tertentu setelah rapat koordinasi khusus dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pertanian untuk memutuskan impor.

Sederet regulasi tersebut, lanjut Felippa, membuat impor pangan kerap kali kehilangan momentum yang tepat, yaitu saat harga di pasar internasional sedang murah, serta tidak cukup cepat merespons adanya kenaikan harga di pasar. Sehingga saat komoditas yang diimpor memasuki pasar Indonesia, keberadaannya tidak cukup sukses untuk menstabilkan harga di pasar yang sudah terlanjur tinggi. Tingginya harga pangan akan memengaruhi konsumsi masyarakat. "Hal ini akan memengaruhi konsumsi, terutama konsumsi keluarga yang tergolong miskin. Mereka akan cenderung memilih komoditas pangan yang lebih murah yang biasanya memiliki kandungan gizi lebih sedikit," kata tegasnya.

Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian 2019, konsumsi Indonesia sebagian besar terdiri dari padi-padian seperti beras yang merupakan 39,55 persen dari pasokan kalori harian Indonesia. Sementara itu, konsumsi makanan bergizi seperti daging, ikan, buah-buahan, dan sayuran masih rendah. Konsumsi rata-rata buah dan sayuran masing-masing adalah 171,33 gram dan 119,82 gram per hari. Jumlah ini masih di bawah jumlah yang direkomendasikan WHO yaitu sekitar 200 gram per hari.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers