MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 03 Juli 2020 13:08
WALAH..!! 62 Persen Pemilih Mau Terima Politik Uang

Pandemi Bisa Meningkatkan Jual-Beli Suara

PROKAL.CO,

JAKARTA–Adanya ancaman pidana tidak membuat masyarakat takut menerima money politic atau jual beli suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Berdasarkan survei Sindikasi Pemilu dan Demokrasi bersama Institut Riset Indonesia di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, mayoritas akan menerima “uang sogokan” tersebut.

Peneliti Senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Dian Permata mengatakan, persentase pemilih yang menyatakan menerima money politic di tiga wilayah tersebut relatif tidak jauh berbeda. Berada di kisaran 60–64 persen.

“Rata-rata sekitar 62 persen pemilih ketika ditawari politik uang dari kandidat beserta perangkat turunannya mengaku akan menerima,” ujarnya dalam diskusi virtual, kemarin (2/7).

Alasan warga yang menyatakan mau menerima pun sangat sederhana. Mayoritas menganggap politik uang sebagai rezeki. Sementara sebagian lainnya menganggap sebagai uang pengganti tidak bekerja dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Sebagai tambahan untuk keperluan dapur dan mencukupi keperluan sehari-hari,” imbuhnya.

Untuk jenis “pelicinnya”, baik di Jawa, Sumatra, maupun Kalimantan menginginkan berbentuk uang. Besarannya cukup beragam. Di Jawa, sebagian besar mematok nominal di atas Rp 100 ribu sementara di Sumatra mayoritas cukup antara Rp 50–100 ribu. “Ini juga pastinya linear dengan keinginan si calon pemberi jika ingin menawari. Mudah dan simpel,” ungkapnya.

Meski 62 persen publik mau menerima politik uang, namun tidak semua orang menjamin akan mencoblos yang memberi. Hasil survei menunjukkan, efekvitasnya di bawah 60 persen. Bahkan di Jawa, angkanya di bawah 50 persen. Hal itu menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang hanya menjadikan pilkada sebagai momentum mengeruk keuntungan tanpa memengaruhi pilihan politiknya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…

Jumat, 07 Mei 2021 17:36

POKOKNYA DIAM AJA DI RUMAH..!! Pekan Depan, Tempat Wisata dan Mal Ditutup

Menikmati libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, masyarakat sebaiknya bersantai…

Jumat, 07 Mei 2021 17:35

Jangan Coba-Coba Menerobos, Empat Ribu Personel Cegah Pemudik Lewat

SAMARINDA-Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, sejumlah titik sudah dijaga aparat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers