MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 03 Juli 2020 13:08
WALAH..!! 62 Persen Pemilih Mau Terima Politik Uang

Pandemi Bisa Meningkatkan Jual-Beli Suara

PROKAL.CO,

JAKARTA–Adanya ancaman pidana tidak membuat masyarakat takut menerima money politic atau jual beli suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Berdasarkan survei Sindikasi Pemilu dan Demokrasi bersama Institut Riset Indonesia di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, mayoritas akan menerima “uang sogokan” tersebut.

Peneliti Senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Dian Permata mengatakan, persentase pemilih yang menyatakan menerima money politic di tiga wilayah tersebut relatif tidak jauh berbeda. Berada di kisaran 60–64 persen.

“Rata-rata sekitar 62 persen pemilih ketika ditawari politik uang dari kandidat beserta perangkat turunannya mengaku akan menerima,” ujarnya dalam diskusi virtual, kemarin (2/7).

Alasan warga yang menyatakan mau menerima pun sangat sederhana. Mayoritas menganggap politik uang sebagai rezeki. Sementara sebagian lainnya menganggap sebagai uang pengganti tidak bekerja dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Sebagai tambahan untuk keperluan dapur dan mencukupi keperluan sehari-hari,” imbuhnya.

Untuk jenis “pelicinnya”, baik di Jawa, Sumatra, maupun Kalimantan menginginkan berbentuk uang. Besarannya cukup beragam. Di Jawa, sebagian besar mematok nominal di atas Rp 100 ribu sementara di Sumatra mayoritas cukup antara Rp 50–100 ribu. “Ini juga pastinya linear dengan keinginan si calon pemberi jika ingin menawari. Mudah dan simpel,” ungkapnya.

Meski 62 persen publik mau menerima politik uang, namun tidak semua orang menjamin akan mencoblos yang memberi. Hasil survei menunjukkan, efekvitasnya di bawah 60 persen. Bahkan di Jawa, angkanya di bawah 50 persen. Hal itu menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang hanya menjadikan pilkada sebagai momentum mengeruk keuntungan tanpa memengaruhi pilihan politiknya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Oktober 2020 16:31

Jepang Beri Pinjaman ke Indonesia Rp 6,932 Triliun

BOGOR– Pundi-pundi keuangan negara untuk menangani dampak wabah Covid-19 kembali…

Rabu, 21 Oktober 2020 13:01

20 Juta Dosis Vaksin Siap Bulan Desember, Diutamakan Tenaga Kesehatan

JAKARTA-Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
DPR Siap Kaji Bersama Pemerintah dan Penyelenggara

Pilkada Berpotensi Perparah Penyebaran Covid-19

JAKARTA- Pelaksanaan Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi COVID-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:55

Umrah di Tengah Pandemi, Biaya Melonjak Sampai 50 Persen

JAKARTA – Kenaikan harga paket umrah di tengah pandemi Covid-19…

Rabu, 21 Oktober 2020 12:52

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

KEPEMIMPINAN Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin genap setahun sejak dilantik pada…

Selasa, 20 Oktober 2020 21:00
Industri Tambang di Omnibus Law dan Dampaknya bagi Kaltim

Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan-Hutan Kian Gundul

Ketergantungan Kaltim terhadap industri ekstraktif menyimpan masalah serius. Ribuan lubang…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:43

Ian Singleton, Konservasionis Orang Utan, Penerima Order of the British Empire

Puluhan tahun dihabiskannya di hutan-hutan Sumatera untuk melakukan penelitian dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:27

Presiden Minta Soal Vaksin Jangan Tergesa-Gesa

JAKARTA– Urusan vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:35

Biaya Kampanye di Pilkada Samarinda Maksimal Rp 14 Miliar

SAMARINDA–Pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar dengan biaya yang tak sedikit.…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:34

Berkantor di Mobil Mewah

PANDEMI Covid-19 mendorong berbagai kebiasaan baru seperti bekerja dari rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers