MANAGED BY:
MINGGU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 02 Juli 2020 13:57
Berharap Kinerja Batu Bara Membaik
GENJOT PRODUKSI: Kembalinya kegiatan industri dan perekonomian di beberapa negara pengimpor membuat harga batu bara perlahan naik. Saat ini berkisar di level USD 56,85 per ton.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Pergerakan harga batu bara dalam sepekan terakhir terus menanjak, sejalan dengan membaiknya tren harga komoditas global. Kondisi ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi Bumi Etam. Adapun harga batu bara sejak 19–26 Juni 2020 pada kontrak Oktober 2020 tercatat naik 0,71 persen dari USD 56,45 per ton menjadi USD 56,85 per ton.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan, penurunan produksi dan penjualan pada kuartal II 2020 akan terjadi karena permintaan yang menurun karena pandemi Covid-19 ini. "Performa produksi di kuartal 2 diproyeksi lebih rendah dari kuartal I dan kuartal II tahun lalu karena rendahnya permintaan Tiongkok, India, Malaysia, Thailand, dan Filipina, termasuk melemahnya konsumsi batu bara di dalam negeri," ujarnya, Selasa (30/6).

Menurut dia, dengan adanya penurunan permintaan batu bara dibandingkan dengan tahun lalu akan berdampak pada revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB). "Ini dilakukan apabila rencana produksi dan penjualan sudah tidak sesuai lagi dengan rencana yang diajukan sebelumnya. Apalagi juga menyangkut pandemi Covid-19 yang secara global akan memengaruhi semua industri terutama adanya pengurangan pemakaian tenaga listrik," katanya.

Saat ini, perusahaan tambang harus mengikuti protokol Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah seperti social dan physical distancing. Pengaturan itu diperlukan di internal perusahaan untuk mencegah penularan Covid-19 ke karyawan. "Dampaknya bisa menurunkan produktivitas, worse case jika kasus positif banyak terjadi di tambang, tambang bisa ditutup untuk sementara," tutur Rizal.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar menuturkan, produksi dan penjualan batu bara di kuartal II cenderung stagnan mengingat dampak Covid-19 diperkirakan baru akan terasa di kuartal II. "Kalaupun ada potensi kenaikan tidak akan signifikan jika hal tersebut dipicu kenaikan permintaan dari Tiongkok jika perekonomiannya sudah mulai recovery," ucapnya.

Adapun prospek kuartal III dan sampai akhir tahun diperkirakan masih memungkinkan untuk ada kenaikan produksi meski sangat berat untuk bisa mencapai target realisasi produksi tahun ini. "Sejauh ini belum ada regulasi pemerintah yang menghambat kinerja perusahaan batu bara, bahkan beberapa kebijakan sangat menguntungkan perusahaan. Namun tetap dibutuhkan insentif," tutur Bisman.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers